Dendam Sang CEO Tampan

Dendam Sang CEO Tampan
Bab 36. Tawanan Tuan Davis


__ADS_3

Sebelum acara pertunangan,


Davis menunggu kedatangan Padma, lelaki itu menyiapkan makan malam yang pasti disukai kaum hawa, di restoran pinggir pantai, dengan lampu remang kekuningan yang romantis, hiasan balon juga mawar.


Nanti ia sudah menyiapkan pemain biola untuk meramaikan acara pernyataan cintanya.


Davis menatap jam tangannya masih ada waktu 15 menit dari jam yang ditentukan. Degup jantungnya tidak mau tenang. Siapa yang tidak gugup. Ia akan menyatakan cinta pada gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Banyak yang bilang itu hanya nafsu, tapi tidak untuk Davis. Ia percaya. Ia juga percaya pada takdir. Seperti pertemuan pertama adalah kebetulan, pertemuan kedua adalah takdir dan pertemuan ketiga adalah jodoh.


Davis lelaki itu berpenampilan sangat modern namun urusan cinta ia kuno. Ia percaya dengan takdir. Dan ia dapatkan itu dari Padma.


Padma Sekar. Nama itu selalu terngiang dalam otaknya. Setelah pertemuan pertemuan pertama Davis dilanda rasanya cinta. Semua jadi indah. Sayangnya Davis mengira Padama memiliki hubungan dengan Raka. Bos Padma. Siapa pun pasti sama seperti dirinya yang mengira ada hubungan spesial antara bos dan sekretaris itu.


Davis selalu mencari kesempatan untuk membuatnya terhubung dengan Padma. Lelaki itu merasa beruntung saat tahu Rena, sang adik menikah dengan Raka.


Dari situ ia melancarkan aksinya untuk mendekati Padma. Namun menikahnya Raka dengan Rena tidak serta merta menjauhkan Padma dengan Raka.


Raka masih sering mengajak Padma ke pesta-pesta. Ia pernah bertindak jauh. Menarik kerah Raka dan meminta penjelasan keberadaan adik yang jara Raka bawa.


Namun bodohnya Davis, ia percaya dengan ucapan Raka yang memang membawa Padma karena Rena tidak bisa ikut dengannya.


Seperti pekerjaan adiknya yang kadang kala dibawa Ibrahim untuk mendampingi dirinya jika Nami berhalangan datang.


Awalnya Padma tidak menanggapi dirinya. Namun perjuangannya semakin lama membuahkan hasil. Padma mau diajak makan, tidak terganggu dengan perhatian nya.


Perlakuan Padma yang menerimanya melambungkan hati Davis. Membuat rasa cintanya mengakar kuat.


Tidak jarang juga penolakan Padma Davis dapatkan bahkan Davis tidak merasa kecewa. Saat Padma membatalkan pertemuan, lima menit dari jam janjian.


Pikirannya Padma memang memiliki sesuatu yang lebih penting. Inilah yang namanya jika jatuh cinta orang menjadi bodoh dan tolol. Atau Davis terlalu lugu. Ia menyingkapi apapun tentang Padma, semua dengan positif.


Tidak mungkin Padma yang lemah lembut, rapuh, anggun sikap sopan santun, juga menghormati pada yang lebih tua dan baik dalam tutur kata. Bisa berbuat sesuatu yang Rena peringatkan padanya.


"Bang, Jangan sama Padma, dia nggak sebaik itu, mereka punya hubungan, dibelakang kita" ucap Rena yang tidak ia dengarkan. Ia anggap lalu. Bahkan Davis menganggap Rena hanya cemburu pada kedekatan Raka dan Padma.


Davis menutup kuping, ia juga menghindari Rena, setelah Adiknya itu menjelekkan Padma.


Sampai suatu ketika. Rena menelponnya di tengah malam, hening hanya ada tangisan yang menyesakkan. Rwna masih diseberang sana. Dengan suara mobil sesekali melewati adiknya itu.

__ADS_1


"Bang, abang tahu, aku dijual oleh Papa dan mama, pada Raka untuk kepentingan perusahaan"


Davis diam, ia mencerna perkataan Rena. Selama ini Davis tahu bagaimana orang tuanya itu pilih kasih. Davis diam, itu juga untuk semata-mata melindungi Rena.


Jika dia juga ikut berontak pasti yang mendapatkan imbasnya adalah Rena. Itu sudah pernah terjadi saat Davis SMP. Ia berontak membandingkan dirinya dan Rena yang lebih bebas tanpa aturan. Juga Davis yang tidak mau mengikuti segudang pelajaran tambahan.


Davis lelah. Ia kabur, naas saat Davis kembali ia melihat Rena yang dipukul dan di kunci digudang tidak diberi makan.  Imbasnya Rena menjadi sarana kekesalan orang tuanya.


Untuk saat ini belum saat Davis meninggalkan keluarganya, masih belum waktunya. Yang mereka tidak sadar, Wila dan Troy Joel membesarkan sesauatu yang akan menghancurkan mereka. Mereka membuat Davis memiliki sesuatu yang tidak pernah ia perlihatkan pada siapa pun selain Rena. Itupun tidak sengaja.


Janjian ke berapa dengan Padma. Davis menunggunya di dekat pintu kafe. Ia melihat Padma yang baru datang. Ia tidak sadar Davis didekatnya. Saat ponsel wanita itu berdering.


"Hai sayang, iya kita bertemu di apartemenku, jam 9 ya, jangan telat." Padma mematikan panggilannya. Lalu kembali terdengar deringan lain.


"Ya Kila, Rena kan? Aku sudah duga wanita ja lang, sakit jiwa memang. Tenang aku akan alihkan perhatian Raka" Padma kembali membuka pintu kafe. Wanita itu tidak sadar Davis mendengarkan percakapannya.


Tak lama Davis mendapatkan pesan dari Padma, jika ia tidak bisa datang ada keperluan mendadak. 


Davis berinisiatif mengikuti Padma. Wanita itu masuk ke sebuah pusat perbelanjaan. Disana Padma bertemu dengan wanita lebih muda dari Padma.


Davis mengikuti keduanya. Berbelanja. Perlengkapan mandi ukuran travel. Mau kemana Padma akan pergi.


Mereka singgah ke coffee shop. Disana terdengar lagi percakapan mengenai dirinya. "Perkembangan dengan si kakaknya si Ja lang itu, si patung dungu bagaimana?"


"Dia tergila-gila padamu, aku dengar Si Ja lang memperingatkan kakaknya padamu saat ditelpon tapi melihat sorot wajah ja lang. Aku tahu jika Si Dungu itu tidak percaya perkataan adiknya."


"Memang keluarga penjahat, tolol dan dungunya menurun dari ornag tuanya. Aku jijik dengan mereka yang masih saja bahagia hingga saat ini."


Kenyitan dalam terlihat dari dahi Davis. Apa yang mereka katakan?


"Semua aman, kau juga jangan terlalu terlena dan mengampangkan. Hati-hati jika kau ingin ke hotel dengan para FWBmu! Walau keluarga Joel tidak sama dengan keluargaku, namun mereka masih diatas kau"


"Kami memang akan melindungimu, tapi tolong jangan ketularan dungu sepertinya. Juga jangan sampai jatuh cinta"


"Bila pilihan hidupku antara jatuh cinta padanya atau mati? Aku akan memilih mati, aku tidak sudi memiliki ikatan dengannya, jijik harus terikat dengannya" tubuh Padam bergidik.


"Sudah ah, aku ada janji, bye" Padma beranjak dari tempatnya. Tak lama wanita itu pun ikut pergi. Davis keluar dari persembunyiannya. Wajahnya memerah. Menahan amarah yang jika disenggol sedikit saja akan meledak.


Kedua kepalan tangannya bergetar. Bubunya memutin. Matanya bergetar dan memerah. Ia berusaha meredam nafasnya yang memburu. Marah amat murka.

__ADS_1


"Wanita itu main-main dengaku." Suaranya melirih, geletukkan giginya. "Kita lihat, siapa yang akan menangis di belakang"


Setelah acara,


Padma meringkuk diatas ranjang dengan tubuh bergetar hebat. Banyak sekali memar di tubuh indahnya itu. Gaun yang ia kenakan sudah koyak.


Kamar remang cenderung gelap menampilkan siluet lelaki duduk di sebuah sofa santai ia mengangkat kakinya di meja yang penuh botol minuman juga kaleng bir kosong berserakan di lantai dan meja. Dengan pintu balkon yang terbuka lebar. Angin menerbangkan kain gordennya.


Lelaki itu sedang menikmati rokoknya. Manatap tajam punggung telan jang itu meringkuk ketakutan.


Hembusan asapnya masuk kedalam ruangan dan hilang. Ia beranjak. Lelaki itu hanya mengenakan sweatpants yang menggantung di pinggang, memperlihatkan bentuk tulang Vnya yang seksi.


Ia menjambak wanita itu hingga wajah wanita itu mendongak. Bibir bengkak, lipstik yang tidak lagi terlihat, mata sayu dan berembun. Berantakan. Tangan kurus dengan kulit putihnya itu bergetar dan meraih celana lelaki itu.


"To-tolong ak-aku" rancunya.


Seringai sadis terlihat, lelaki itu menikmati pemandangan di depannya. Rambut panjang hitam lurus yang seksi itu awut-awutan.


Wanita itu tidak lagi tahan. Ia meraih tangan lelaki itu, mengambil dua jarinya dan men ji latinya. Semakin lama semakin liar.


"Murahan! apa yang kau ingin kan, katakan padaku?" Bisiknya serak. Ia mencengkram dagunya  Menatap wajah wanita itu yang penuh dengan gairah.


"Ka-kamu" cicitnya takut.


"Apa aku tidak dengar?"


"Kamu!" dengan meninggikan suaranya, sedikit bentakkan.


"Dasar Ja lang kesepian! Kau ingin aku melakukan apa?" Bisiknya dengan mengecupi telinga si wanita yang meng erang nikmat.


"Mhas-suki aah-ku!" Nafasnya terengah. Siaalnya itu membangkitkan sesuatu yang keras diantara kaki lelaki itu.


"Puaskan aku!" Bibir lelaki itu membungkam bibir tebal wanita yang ada di bawahnya. Ciuman yang liar juga panas membuat suasana ruang semakin menyengat.


Deru nafas memburu, kecapan bibir beradu juga deritan ranjang menjadi suara pengiring pergumulan pasangan yang dilanda hasrat oleh obat yang lelaki itu beri untuk sang wanita.


Pembalasan atas sakit hatinya tidak akan berakhir disini.


Bersambuang ...

__ADS_1


***


Fanaasss beb.


__ADS_2