
"Dendam wanita yang cintanya ditolak sangat menakutkan, dia menaruh dendam selama hampir tiga puluh tahun," ujar Lezo.
"Biarkan saja! dia merasa benci di saat aku menikahi istriku. oleh sebab itu dia selalu saja bermusuhan denganku," kata Alvin.
Di sisi lain Lee mendatangi salah satu kelompok mafia yang menyerang markasnya. ia dengan terang-terangan berjalan menuju ke tempat itu tanpa mengenakan topeng seperti biasa. terdapat beberapa anggota mafia di kelompok itu yang sedang berdiri di luar.
"Di mana bos kalian?" tanya Lee dengan tatapan dingin.
"Kau siapa?" tanya anggota mafia itu.
"Lee Anderson dari Black Eagle," jawabnya dengan bersikap tenang.
Mereka yang mendengar nama Lee tentu saja sudah tidak asing dan merasa cemas karena Lee sudah cukup terkenal di dunia mafia.
"Untuk apa kamu datang...menemui bos kami?" tanya salah satu mereka yang merasa cemas sambil menodong senjata ke arahnya.
"Untuk apa kalian merasa takut? aku hanya sendirian saja sementara kalian ada ratusan," ketus Lee.
"Beritahu bos!" perintah teman mereka.
__ADS_1
Salah satu anggota itu melangkah masuk untuk melapor ke bos mereka.
Setelah tidak lama kemudian puluhan anggota kelompok itu mengelilingi Lee yang sedang berdiri di depan markas mereka.
Sesaat kemudian bos mafia yang ingin dia temui melangkah keluar dan berhadapan dengan Lee.
"Lee Anderson adalah putra angkat Alvin Salveston yang selama ini paling cemerlang di kelompok Black Eagle. apa alasannya Anda datang menemuiku?" tanya ketua mafia itu.
"Alasannya adalah...aku ingin menyampaikan sesuatu," jawab Lee.
"Menyampaikan apa?"
"Ketua mafia Alexandro, manfaat apa yang kamu dapatkan untuk menyerang kami demi wanita gila itu? apakah uangnya atau tubuhnya?" tanya Lee dengan mengejek.
"Diam! kau tidak layak untuk mengejek ketua kami," bentak salah satu pegawalnya Alexandro yang menodong senjata ke arah mereka.
"Lee Anderson, jangan mengira karena kau adalah putra kesayangan Alvin Salveston kami tidak berani membunuhmu," ketus Alexandro.
"Aku bukan pengecut seperti dirimu yang menyerang ke markas orang tanpa sebab dengan jumlah ratusan anggota. tiga ketua mafia di dalam kota ini sangat memalukan sekali," kata Lee.
__ADS_1
"Lee Anderson, malam ini kau ke sini maka jangan berharap kau bisa pulang dalam keadaan utuh," kecam salah satu anggota Alexandro.
"Sejak aku membuat keputusan bertemu dengan kalian, aku tidak memikirkan lagi untuk pulang dalam keadaan utuh," jawab Lee yang membuka jas panjangnya.
Saat jasnya dibuka semua terdiam karena melihat tubuh pria itu diikat bahan peledak.
"Ini adalah mainan ku bersama kalian malam ini, ingin membunuhku? lakukan saja dan kita akan mati bersama," kata Lee yang melepaskan bahan peledak yang diikat di tubuhnya.
Semua anggota Alexandro memundurkan langkah mereka dan menjaga jarak dari Lee yang sedang memegang bahan peledak itu.
"Lee Anderson, apa yang kau lakukan?" tanya Alexandro yang merasa cemas.
"Yang ku lakukan adalah mengantar hadiah untuk kalian, kalian membuat kejutan untuk kami malam ini. dan aku hanya ingin membalas saja. karena aku tidak suka berhutang pada siapapun," ujar Lee dengan senyum.
"Kau gila...," bentak Alexandro.
"Jangan sembarangan!" ketus Alexandro.
"Apa yang kau takutkan, Alexandro? kau bukankah sudah menjadi buta karena bekerja sama dengan musuh Black Eagle, bagi siapa yang bekerja sama dengan musuh kami maka aku akan mendatangi kelompok itu. bunuh aku kalau kalian berani. mungkin saja kau bisa menyelamatkan markasmu. apakah kau tahu bahan peledak yang ku miliki ini cukup untuk meratakan markasmu," kata Lee dengan senyum.
__ADS_1