Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Lee Mengalahkan Musuh


__ADS_3

"Lee Anderson, jangan sembarangan!" bentak Alexandro dengan cemas.


Lee memegang peledak itu dengan kedua tangannya, ia tersenyum dan bersikap santai berhadapan dengan mereka semua.


"Hadiah ini adalah untuk kalian, jadi nikmatilah," ujar Lee yang melempar ke arah Alexandro dan anggotanya.


Duar...


"Aarrghh...," jeritan Alexandro dan anggotanya terkena ledakan tersebut.


Duar...


"Aarrghh...."


Duar...


"Aarrghh...."


Ledakan yang kuat menghancurkan kelompok itu hanya dalam beberapa saat. sekitar ratusan orang tewas dengan anggota tubuh mereka yang berserakan di luar markas.


Karena ledakan tersebut menyebabkan anggota Alexandro tidak memiliki kesempatan untuk membalas, mereka akhirnya tewas tak tersisa. bukan hanya semua anggota akan tetapi markas mereka juga dilempar bahan peledak oleh Lee sehingga markas mafia itu roboh dan terbakar.


Duar...


Duar...


Duar...


Duar...


Setelah beberapa menit kemudian Lee pergi meninggalkan tempat itu yang telah hancur tidak berbentuk.


Malam itu Lee berhasil menghapus kelompok Alexandro demi membalas dendam. ia meninggalkan lokasi itu dan menuju ke markas sasaran lainnya.


Setelah setengah jam kemudian Lee tiba di depan rumah mafia yang diketuai oleh Johanes.


Lee mengendarai mobilnya dan langsung menabrak pagar rumah itu. sambil melepaskan tembakan ke arah anggota yang berdiri di depan rumah.


Dor...


"Aarrggh...."


Dor...


"Aarrggh...."


Dor...


"Aarrggh...."


Dor...

__ADS_1


"Aarrggh...."


Dor...


"Aarrggh...."


Tembakan dilakukan oleh Lee menewaskan anggota lawan yang berada di luar rumah ketua mafia itu.


Lee keluar dari mobilnya sambil melepaskan tembakan. sementara anggota Johanes yang mendengar suara tembakan mereka langsung berlari keluar dari rumah mewah itu.


Dor...


"Aarrggh...."


Dor...


"Aarrggh...."


Dor...


"Aarrggh...."


Dor...


"Aarrggh...."


Dor...


"Aarrggh...."


"Siapa yang berani menyerang ke tempat ku," bentak Johanes yang menembak ke arah Lee.


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Lee langsung menahan salah satu anggota Johanes untuk menghadang peluru yang melesat ke arahnya.


"Aarrggh...," jeritan anggota Johanes yang ditembus oleh puluhan peluru dari bosnya sendiri.


Lee membalas tembakan sambil menahan anggota Johanes yang telah tewas untuk menghadang peluru dari lawannya itu.


Dor...


Dor...


Dor...

__ADS_1


Dor...


Tembakan Lee yang menembus anggota Johanes sehingga tergeletak tidak bernyawa.


"Kau siapa? berani sekali menyerang kediamanku," tanya Johanes dengan kesal.


"Kau tidak mengenalku? dasar tidak berguna. dirimu bekerja sama dengan Rose Hitam untuk menyerang kami. apa kau mengira kami akan diam saja," ujar Lee.


"Kau adalah?"


"Lee Anderson."


"L-lee Anderson?" tanya Johanes yang merasa cemas.


"Kau takut? untuk apa kau merasa takut? bukankah niatmu adalah ingin membunuh kami? dan sekarang aku ada di hadapanmu," kata Lee yang mendorong anggota Johanes yang telah tewas itu.


"Tidak mungkin...ini...."


"Tidak mungkin kenapa aku masih hidup? semua anggotamu sudah tewas, dan kalian dari tiga kelompok breng.sek sudah kalah," ketus Lee.


Johanes semakin gemetar di saat ia mendengar semua anggota utusannya tewas di malam itu juga. ia menodong senjata dengan tangannya yang sedang gemetar. rasa cemas dan ajal pun telah menghampirinya.


"Lee, aku tidak menyangka kau menyerangku dengan cara seperti ini," ucap Johanes.


"Jadi, kau ingin aku menyerangmu dengan cara seperti apa? mengajak mu makan bersama atau minum hingga mabuk-mabukan," kata Lee.


"Kalau aku mati kau pasti tidak akan lolos juga."


"Siapa yang ingin kau harapkan? Alexandro atau Rose Hitam?"


"Mereka akan membalasmu," ucap Johanes.


"Ha-ha-ha-ha...membalasku? Alexandro sudah tewas, sementara Rose Hitam sedang menunggu giliran. apakah kau mengira kalau wanita itu akan membantumu di saat kau butuh bantuan? kau sangat bodoh sekali sehingga dibohongi olehnya. kau hanya sedang mencari masalah saja," ketus Lee.


"Aku tidak akan melepaskanmu, aku akan membunuhmu, Lee Anderson," kata Johanes yang ingin melepaskan tembakannya, aksinya dihentikan oleh Lee yang lebih gesit menembak musuhnya itu.


Dor...


Dor...


"Aarrgghh...," jeritan Johanes yang terkena tembakan di pergelangan tangan dan pahanya.


"Masih ingin membunuhku, kau belum layak untuk itu," ucap Lee.


"Kau adalah ketua mafia, akan tetapi mudah termakan hasutan sehingga akhirnya kau harus mati. seharusnya kau sadar Black Eagle tidak bisa ditindas," bentak Lee yang sambil melepaskan tembakan.


Dor...


Dor...


Dor...

__ADS_1


Dor...


Tembakan tanpa berhenti dilakukan oleh Lee


__ADS_2