Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Jebakan


__ADS_3

"Mama, bagaimana dengan rencana kita? kapal itu meledak begitu saja. dan kita tidak bisa melakukan apa-apa," tanya seorang wanita yang adalah muridnya.


"Viona, walau sangat disayangkan, tapi aku masih memiliki kartu kuat untuk membeli virus itu lagi," jawab Rose.


"Kartu kuat? maksud mama adalah?"


"Cek dari James, dengan mengunakan cek ini aku masih bisa melanjutkan rencanaku," jawab Rose.


"Aku akan pergi mencairkan dana ini, agar bisa rencanaku dilanjutkan," kata Rose.


Lee Anderson yang berada di sebuah cafe telah melihat berita mengenai ledakkan yang terjadi di pelabuhan semalam.


"Terdapat sebuah kapal yang tidak dikenal dan dicurigai memuat barang ilegal dari vietnam telah terjadi ledakan di pelabuhan. pihak kepolisian menyelidiki bahwa ledakan terjadi akibat tembakan peluru roket. selain kapal juga terdapat sebuah truck dan puluhan korban yang tewas akibat ledakkan tersebut," kata pembawa berita.


Lee melihat semua korban yang terlibat di pelabuhan sana, foto koban yang ditampilkan di berita siang itu.


"Bukankah dia adalah anggota Rose?" ucap Lee yang melihat foto Monica.


"Apakah ini ada hubungan dengan mereka? apa yang terjadi dan di mana Angel sekarang?" batin Lee.


Lee mengeluarkan handphonenya menghubungi seseorang.


Setelah beberapa menit kemudian seseorang menjawab panggilannya.


"Hallo, Bos," sahut seorang wanita yang di seberang sana.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Lee.


"Kapal vietnam itu memuat barang pesanan Rose, dan semalam diledakan oleh Angela. kini Rose sedang mengamuk. dia mengutuskan semua anggotanya mencari keberadaan Angel."


"Apa kamu tahu barang apa yang muat di kapal itu?"


"Sepertinya sejenis virus, tapi tidak tahu apa rencananya."


"Awasi mereka! kalau ada berita Angel segera hubungi aku!"


"Baik, Bos."


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya.


Setelah beberapa menit kemudian Lee meninggalkan cafee.


Pelabuhan


Para detektif disibukan dengan pemeriksaan setiap korban yang tergeletak di sana. luka yang mereka alami cukup parah, karena ledakan tersebut sebagian dari mereka kehilangan kaki atau tangannya. serta wajah mereka juga hancur sehingga tidak bisa dikenali lagi.


"Detektif Muller, mereka semua sepertinya dari suatu kelompok, karena wajahnya yang sudah hancur dan juga tidak memiliki identitas, sangat sulit untuk mengetahui siapa mereka," kata Chanz.


"Kita bisa melakukan tes DNA mereka, tidak akan sulit untuk mengetahui siapa mereka," jawab Laz.


"Peluru roket? sangat gila pelaku yang mengunakan cara ini," ucap Mob.

__ADS_1


"Aku penasaran barang apa yang ada di dalam kapal ini, ledakan telah menghancurkan barang bukti. di sini juga tidak ada rekaman cctv," ujar Muller.


"Mengenai info tidak ada pemberitahuan atau pun izin untuk kapal vietnam masuk ke wilayah sini. kenapa mereka bisa berhasil lolos?" tanya Mob.


"Ini pasti ilegal, mereka menyeludup dan masuk ke wilayah terlarang," kata Muller.


Di sisi lain Rose sedang menuju ke salah satu bank untuk mencairkan dana dari cek yang diberikan oleh Angel sebelumnya.


"Aku ingin mencarikan dana ini, dan tolong transfer ke akun rekening milikku!" pinta Rose dengan senyum.


"Baiklah, silakan menunggu sebentar!"


Saat pihak bank ingin melakukan pencairan dana, sistem komputer menolak dan gagal melakukan transaksi.


"Nona, Cek ini tidak ada dananya," kata pihak bank kepada Rose.


"Tidak ada dananya? tidak mungkin sama sekali, coba periksa lagi!" kata Rose yang tidak percaya.


Pihak bank mencoba memeriksa cek tersebut, karena mencurigakan maka mereka pun menekan angka yang di telepon itu untuk menghubungi seseorang.


"Tidak mungkin ini adalah cek kosong," batin Rose.


Setelah sepuluh menit kemudian


Beberapa detektif mendatangi bank terkait cek penipuan yang dilakukan oleh Rose. wanita itu yang sedang menunggu masih tidak menyadari bahwa dirinya akan segera tertimpa masalah.

__ADS_1


__ADS_2