
Mereka berlima bergerak cepat sambil mengelilingi lawannya, Lee fokus pada setiap gerakan mereka yang akan serang dengan gerakan yang cepat.
Lee mengunakan kedua tangannya memegang samurai dan bersiap ingin menebas mereka berlima. Lee menunggu kesempatan untuk bertindak, saat itu mereka berlima menghilang kemudian muncul lagi. membuat Lee harus berhati-hati setiap aksi mereka.
"Hiak...," teriak dua pembunuh yang muncul tiba-tiba dari samping kiri dan kanan. mereka melangkah cepat dan maju ke arah Lee
Lee yang mendapati kemunculan mereka berdua langsung memutar badannya sambil menebas mereka berdua.
Srek...
Srek...
Setelah terkena serangan balas dari Lee mereka pun menghilang. pembunuh tiga lainnya masih juga belum menampakan diri. Lee tidak bisa melihat keberadaan mereka. kemudian ia memejamkan matanya dan fokus pada pendengarannya.
Mereka muncul sesaat dan kemudian menghilang lagi, Lee mengandalkan pendengaran pada setiap gerakan mereka. ia berdiri diam dan memejamkan matanya. mencoba untuk mendengar di mana langkah lawannya itu.
Setelah beberapa saat kemudian pembunuh kedua muncul dan menyerang dari atas. pedang samurai yang tajam ingin menikam kepala lawannya.
Lee membuka matanya dahln kemudian langsung mengarahkan pedangnya ke atas sehingga mengenai pembunuh itu.
__ADS_1
Srek...
"Aarrghh...," jeritan pembunuh yang terkena tusukan pedang di bagian pundaknya.
Dua pembunuh lainnya masih belum menampakan diri. Lee mengeluarkan sapu tangan untuk menutupi matanya dengan mengikat ke bagian belakang kepalanya.
Ia fokus mendengar suara langkah mereka berdua yang sering muncul dan hilang.
Salah satu pembunuh itu menghampiri Lee dari belakang. dengan gerakan yang sangat cepat dan ingin menikam lawannya.
Lee mendengar suara kaki yang berasal dari belakang, ia langsung membalikan badannya dan menikam bagian sisi kiri perut lawannya.
Srek...
Pembunuh terakhir langsung menyerang dari belakang, Lee langsung menahan setiap serangan pembunuh itu.
Pembunuh itu berusaha ingin mengalahkan Lee dan memajukan langkahnya sambil menyerang tanpa berhenti.
Suara pedang mereka terdengar begitu jelas, Lee dengan cepat menghindar dan langsung melompat dan menendang tangan lawan sehingga senjata lawannya terlepas dari pegangan. saat lawannya tanpa senjata Lee langsung mengarahkan pedangnya ke arah lawannya itu. dan kemudian Lee tiba-tiba menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Lee dan lawannya itu terdiam tidak bergerak, pedang yang dipegang Lee hanya berjarak sekitar lima centi dari mata lawannya.
"Kalian sudah kalah," ucap Lee yang menurunkan pedangnya.
Tidak lama kemudian Empat pembunuh lainnya muncul dan berdiri di samping temannya yang baru dikalahkan oleh Lee tadi.
"Ternyata memang lawan yang berat, pantas ketua kami menyerahkan pedang kesayangannya padamu," ucap salah satu pembunuh itu.
"Apakah kalian masih menginginkan pedang ini?" tanya Lee
"Tidak! kami sudah kalah, kami orang jepang bersikap gentleman, kami mengaku kalah dan akan mundur sesuai dengan perjanjian kami," ucap salah satu dari mereka.
Sesaat kemudian Lee menuju ke mobilnya, dan di saat yang sama mereka berlima tiba-tiba tumbang tidak bergerak.
Lee yang mendengar suara hentakan kuat tubuh mereka langsung berpaling dan memandang ke arah mereka berlima.
Lee melangkah sambil melihat dengan jarak yang dekat.
Lee hanya bisa menarik nafas panjang dan sambil mengeleng kepalanya," peraturan jepang, kalah harus mati. mereka bunuh diri karena gagal mendapatkan pedang ini untuk ketua mereka."
__ADS_1