Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Ikutlah Denganku


__ADS_3

"Sangat aneh dua pembunuh dari dua kelompok minum bersama, tapi sangat menyenangkan," ujar Lee yang bersulang.


Lee dan Angel saling bersulang dan menikmati minuman alkohol. di tepi pantai itu angin bertiup sangat kencang dan hanya ada mereka berdua yang di sana.


"Sangat menyenangkan, angin yang dingin, udara terasa sangat segar. tekanan juga hilang," ucap Angel.


"Kamu bisa memilih pergi kalau sudah merasa tidak ada kecocokan di dengan dunia gelap," ujar Lee


"Kamu juga tahu sekali kita masuk ke dunia ini, maka selamanya kita tidak bisa keluar lagi. walau aku pergi wanita itu tidak akan membiarkan aku begitu saja. dari pada hidupku diburu lebih baik aku bunuh mereka dulu dan pergi," jawab Angel.


"Apakah terjadi sesuatu?" tanya Lee.


"Apakah raut wajahku terlihat aku sedang menghadapi masalah?"


"Sangat kelihatan!" jawab Lee.


"Sudah waktunya aku meninggalkan tempat itu, tapi aku harus menyelesaikan satu masalah penting. andaikan aku berhasil maka aku akan hidup tenang."


"Bisa katakan apa yang sudah terjadi?"


"Menyadari identitas sendiri sungguh menyakitkan, dan sungguh membahagiakan juga."


"Apa maksudnya? selama ini...kalian semua tidak tahu identitas sendiri dan kenapa kamu bisa tahu?"


"Papaku masih hidup tapi mamaku dibunuh olehnya," ujar Angel.

__ADS_1


"Rose?"


"Hm...," jawab Angel yang menghabiskan minumannya.


"Dia membawa kalian semua pulang ke markas dan melatih kalian menjadi pembunuh, selain menjadi buronan polisi kalian akan tewas suatu saat nanti. dan untuk apa lagi kamu di sana?"


"Tujuanku sekarang hanya membalas dendam, oleh sebab itu aku masih bertahan."


"Butuh bantuanku?"


"Tidak butuh! kita berasal dari kelompok yang berbeda. jangan lupa, suatu saat aku pasti akan mendatangi bosmu!"


"Dua kelompok yang bermusuhan akan saling berhadapan, sepertinya tidak bisa dihindar lagi."


"Dan kamu...apakah diculik oleh bosmu atau diselamatkan olehnya?" tanya Angel.


"Setidaknya orang yang melatihmu adalah orang menyelamatkanmu, Rose ingin membunuh bosmu karena cinta. cinta membuat orang buta dan juga membuat orang bahagia. karena dia gagal maka dia ingin aku membunuh bosmu. dan suatu saat kita akan bertarung demi alasan yang berbeda."


"Angel, kamu sudah tahu masa lalu wanita itu dengan bosku?"


"Yang ku tahu cukup banyak dan sangat mengejutkan."


"Jangan ungkit ini lagi! mari kita habiskan minuman kita!" kata Angel yang bersulang dengan Lee.


"Cheers."

__ADS_1


Selama satu jam mereka minum bersama dan menikmati angin malam


"Apakah kamu berencana selamanya berada di markas menjadi mafia?" tanya Angel.


"Iya, selain di sana aku tidak akan pergi ke mana-mana, karena tempat itu yang membuatku bangkit dan merasakan seperti keluarga sendiri. Black Eagle adalah rumah dan duniaku.di saat aku terpuruk dan tidak ingin hidup lagi. aku malah membesar di sana. dan setelah sering waktu berjalan aku tidak berencana meninggalkan tempat itu lagi," jawab Lee.


"Black Eagle adalah kelompok mafia, tapi masih setia terhadap teman sendiri, sangat berbeda dengan kami yang hanya saling bunuh," kata Angel.


"Keluar dari sana dan jangan melakukan apapun lagi!"


"Kenapa, apakah kamu melarangku mendatangi bosmu?"


"Aku tidak berharap kita saling membunuh."


"Kalau sudah tidak ada pilihan maka kita hanya bisa patuh pada perintah ketua kita," ucap Angel.


"Aku tidak ingin berhadapan denganmu!"


"Kenapa? apakah karena malam itu telah berubah pikiranmu? maka kau sudah salah. kalau saja suatu hari kau melakukan hubungan dengan seorang wanita yang juga musuhmu. kau tetap tidak bisa menyerah begitu saja," kata Angel.


"Aku tidak akan menyentuh wanita sembarangan," jawab Lee.


"Angel Rebecca, ikutlah denganku!" ajak Lee.


"Ikut denganmu? ke mana? markas atau rumahmu?"

__ADS_1


"Ke mana pun yang kamu inginkan," jawab Lee.


__ADS_2