
Rose menunduk sambil menginjak gas mobil.
"Sia*lan, aku akan membunuh kalian semua," ketus Rose yang melajukan mobilnya dan menembus ke jalan besar. saat keluar dari gang kecil itu Rose belok ke kiri dan berusaha menjauh dari kejaran polisi.
"Dia di sana, cepat kejar!" perintah salah satu polisi itu yang langsung masuk ke mobilnya.
Sejumlah polisi melajukan mobilnya mengejar Rose yang berusaha melarikan diri.
Aksi kejar-kejaran terjadi di jalan besar itu.
Rose yang sedang menyetir ia menghubungi seseorang melalui handphonenya.
"Hallo, Mama," sahut seseorang dari seberang sana.
"Kalian ada di mana?" tanya Rose.
"Kami sedang menunggu perintah dan mama!"
"Baiklah, aku akan mengumpan mereka ke arah jalan itu. kalian lakukan sesuai rencana kita!"
"Baik, Mama!"
"Kalian semua akan mati bersama," ketus Rose yang langsung membelok ke kiri.
Beberapa anggota Rose sedang berdiri di atas gedung sambil menodongkan senapan ke arah mobil pasukan polisi.
"Lakukan!"perintah salah satu anggota Rose
Puluhan mobil polisi yang melewati jalan besar itu tidak menyadari bahwa sekelompok bersenjata yang sedang mengincar mereka dari atas gedung.
__ADS_1
Dor...
Dor...
Dor...
Tembakan serentak dilakukan oleh anggota Rose yang menembus atap mobil hingga mengenai sasaran mereka semua.
Dor...
Dor...
Dor...
Semua mobil pasukan polisi menjadi saling menabrak karena mereka yang telah tewas akibat tembakan itu.
Brak...
Brak..
Brak...
Muller yang menyusul dari belakang ia terpaksa menghentikan mobilnya karena melihat rekannya yang telah tewas semua.
"Mereka memiliki anggota dari penembak jarak jauh," gumam Muller.
Muller melihat ke atas gedung dan tidak melihat siapapun di sana.
"Kalian tidak akan bisa lolos," gumam Muller.
__ADS_1
Sementara Rose telah berhasil lolos dan mengendarai mobilnya ke arah lain. dengan bantuan anggotanya ia berhasil menyelamatkan dirinya.
"Angel Rebecca, aku akan menemuimu, kau menjebakku dari awal dan bekerja sama dengan James Young sehingga aku menjadi buronan polisi sekarang. mulai saat ini Rose hitam tidak bisa lagi ditempati," ketus Rose.
Markas Black Eagle.
Berita Rose yang menjadi buronan polisi telah tersebar di berita dan media sosial. ia telah menjadi tersangka pembunuhan karena telah membunuh banyak anggota polisi. berita ini telah ditonton oleh Alvin Salveston dan Lee.
"Akhirnya wanita itu diincar polisi, hanya karena selembar cek, dia memang tidak berubah sama sekali. sifatnya tetap serakah," kata Alvin.
"Dan aku yakin mungkin ada hubungannya dengan Angel," ujar Lee.
"Rose pasti akan mencari dia, ke mana dia pergi saat ini? gadis itu pasti dalam bahaya. semua murid Rose Hitam hanya di didik menjadi pembunuh yang tidak berperasaan. oleh sebab itu mereka akan saling bunuh. dan itulah yang akan terjadi," ucap Alvin.
"Rose tidak akan kembali ke markasnya, di mana tempat persembunyiannya sekarang," kata Lee dengan penasaran.
"Lee, gadis itu beda dengan yang lain, bawalah dia kemari dan jadikan dia bagian dari kelompok ini. dengan cara ini maka Rose tidak akan berani melawannya!".
"Aku akan mencarinya," ucap Lee.
Apartemen.
Angel Rebecca masih berada di apartemennya, malam itu dia sedang menonton berita mengenai pengejaran Rose yang melibatkan kematian pasukan polisi.
"Nasibmu sangat beruntung karena bisa lolos dari mereka, dan aku yakin kau pasti akan datang mencariku," ucap Angel yang sedang mengisi peluru.
"Ma, selama ini aku menjadi alat untuk membunuh, dan begitu banyak jumlahnya aku membunuh karena dia. terkadang aku merasa tanganku ini sudah kotor. setelah aku berhasil membunuh Rose aku akan menyusulmu. sebenarnya aku tidak begitu yakin mampu membunuh wanita itu. kalau aku tidak bisa mengalahkan dia maka aku sudah bersiap akan mati bersamanya," batin Angel
"Alvin Salveston adalah papaku, selama ini dia tidak tahu aku masih hidup. biarlah Rose menjadi urusanku. andaikan kalau aku mati maka dia tidak akan sedih untuk kedua kali. aku berharap kelompok Black Eagle tidak terlibat. karena aku lebih memilih mati bersama pembunuh yang membunuh mamaku," ucap Angel.
__ADS_1
"Rose telah menjadikan aku sebagai senjatanya selama ini dan sekarang dendam kami harus segera diselesaikan," gumam Angel.