
Dua mobil itu seakan sedang berpacuan ingin saling mendahului tanpa memikirkan keselamatan mereka. bagi mereka yang sama di dunia gelap sudah biasa mengendarai mobil dalam kecepatan yang tinggi.
Lee yang memperlajukan mobilnya kemudian ia pun memandang ke arah mobil yang di sampingnya.
"Kenapa wanita itu seperti tidak asing," gumam Lee yang belum melihat dengan jelas.
Lee menginjak gas dan ingin melewati mobil itu.
Sementara Angel yang sedang dilanda emosi tidak peduli sama sekali siapa mobil yang sedang kejar-kejaran dengan dia.
"Rose, kau hebat sekali ya, menganggapku sebagai mainanmu, aku tidak akan patuh lagi pada perintahmu. karena kau yang memecahkan keluargaku maka aku juga tidak akan diam saja. kelompok Rose Hitam hanya menunggu waktu. aku akan menghancurkannya," ketus Angel yang sambil menyetir.
Lee kemudian berhasil melewati mobil Angel dan langsung berhenti di depan mobil yang dikendarai Angel.
Angel yang melihat mobil itu menghadangnya ia langsung memginjak rem dan keluar dari mobil. begitu juga dengan Lee. mereka sama-sama mengeluarkan senjata dan saling menodong antara satu sama lain.
__ADS_1
"Kenapa menghadang jalanku?" bentak Angel yang melihat seorang pria yang mengenakan masker hingga dirinya tidak perhatikan bahwa pria itu adalah Lee sendiri.
"Angel Rebecca?" ucap Lee yang sedang menodong senjata ke arah gadis itu. ia tidak menyangka bisa bertemu dengan gadis itu dalam situasi seperti ini.
"Lee Anderson, kenapa kamu menghadang jalanku?" ketus Angel yang menurunkan senjatanya.
"Karena apa yang kau lakukan hampir membahayakan orang lain," jawab Lee yang juga menurunkan senjatanya.
"Bukan urusanmu!" jawab Angel yang ingin masuk kembali ke dalam mobil.
"Urus saja dirimu sendiri, Tuan Anderson," jawab Angel.
"Apakah terjadi sesuatu? aku tahu selama ini wanita itu suka menimbulkan masalah. kamu yang begitu cemerlang sangat disayangkan kalau berada di sana. seharusnya kau tinggalkan dia!"
"Hidup di dunia gelap tidak ada tujuan hidup, tidak tahu untuk apa kita hidup. setiap hari dalam bahaya dan belum tentu bisa melihat matahari terbit setiap hari. mungkin saja suatu saat akan mati di tangan lawan. ataupun diserang oleh mereka di saat kita tidur. begitulah kehidupan ini."
__ADS_1
"Apa yang terjadi, Angel? kau bisa memberitahuku!"
"Lee Anderson, kita adalah musuh selama ini. bagaimana kalau malam ini kita minum ssmpai puas dan setelah itu kembali ke jalan masing-masing!"
"Baiklah, kalau ini yang kamu inginkan," jawab Lee yang kembali ke mobilnya begitu juga dengan Angel. mereka berdua menuju ke tepi pantai yang tenang tanpa siapapun di sana.
Mereka duduk di sana sambil memandang lautan luas dan air yang tenang.
"Semua minuman ini adalah minum yang beralkohol tinggi, apakah kamu tidak takut mabuk? dan bisa bahaya ketika musuh kita datang," ujar Lee yang melihat banyak minuman botol dan kaleng.
"Aku sengaja membeli yang beralkohol tinggi agar bisa mabuk dan melupakan semuanya," jawab Angel yang meneguk minuman kaleng itu.
"Kau peminum," kata Lee.
"Bukankah kita sama? diajarkan banyak hal. dari membunuh, mencuri, minuman keras, merokok, semua harus bisa. ketika kita tidak bisa maka kita tidak layak menjadi pembunuh," ujar Angel.
__ADS_1
"Malam ini minum sampai puas, aku tidak ingin memikirkan hal lain, hanya ingin minum," ucap Angel yang bersulang dengan Lee.