Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Hasrat Memuncak


__ADS_3

Angel ambruk akibat panah yang menancap bagian perutnya, ia mencabut dan melihat ujung panah itu yang terlihat mengandung racun.


"Kurang ajar," ketus Angel yang berkeringat dan mulai kemerahan di wajahnya.


"Kelihatannya kondisimu cukup parah, apakah kamu butuh dokter?" tanya Lee yang berdiri di depan Angel.


"Dokter tidak bisa menyelamatkanku," jawab Angel sambil melawan racun yang mulai merebak sehingga ia kepanasan dan keringat membasahi tubuhnya


"Racun apa yang ada di panah itu?"


"Racun yang membuat seseorang menjadi gila, aku tidak boleh mati," jawab Angel.


"Apa perlu aku carikan pria hidung belang untukmu?" tanya Lee.


"Lee Anderson, jangan banyak bicara, bawa aku ke hotel dan rendamkan aku ke dalam air!"


"Untuk apa aku harus membantumu? kita adalah musuh," kata Lee.


"Menyelamatkanku tidak akan membuatmu pendek umur," bentak Angel dengan kesal.


"Kau sangat aneh, ingin aku menyelamatkanmu tapi dengan cara seperti ini," ujar Lee yang sengaja mengusik gadis itu.


"Aku tidak boleh mati, kalau aku mati maka aku sudah kalah dan sia-sia usahaku selama ini. aku berlatih untuk menjadi terkuat. dan tidak mungkin berakhir begitu saja," batin Angel.

__ADS_1


"Apakah kau masih ingin bertarung denganku? kalau kau masih sanggup aku akan melayanimu. tapi kalau kau tidak sanggup juga tidak apa-apa," ujar Lee yang menarik lengan gadis itu.


"Lepaskan aku!"


"Aku telah berjanji pada seseorang jangan membunuhmu,. dan kau harus ikut aku pergi!"


"Aku tidak bisa saat ini, selamatkan aku! racun ini sudah menyebar ke seluruh tubuhku. kalau saja aku masih tidak bisa menyingkirkan racun ini, aku pasti mati," ucap Angel.


"Dirimu adalah murid kesayangan Rose, tidak mungkin akan mati. info yang ku dengar dirimu adalah murid yang paling cemerlang," kata Lee.


"Dasar pria bodoh, siapapun yang terkena racun ini juga akan menjadi lemah," ketus Angel yang berkeringat dan merah di wajahnya.


"Tolong bawa aku ke hotel dan rendamkan aku ke bathub. setelah itu kau boleh pergi," ujar Angel yang hampir terduduk akan tetapi lengannya ditahan oleh Lee


Setelah tiba ke salah satu hotel Lee membawanya ke kamar dan langsung memasukan gadis itu ke dalam bathub. lalu ia mengisi air kran sehingga penuh. tubuh gadis itu kini telah terendam air.


"Panas...panas sekali," gumam Angel yang dalam kondisi kurang sadar. ia mulai melepaskan jaketnya dan melempar ke lantai.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Lee.


"Panas sekali," ucap Angel yang masih melepaskan kaos hitam yang dia pakai.


Saat Lee melihat gadis itu sedang melepaskan pakaiannya ia langsung melangkah keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Apakah racun itu begitu kuat sehingga membuat seseorang tidak sadar," gumam Lee.


Lee adalah seorang pembunuh bertahun-tahun lamanya, akan tetapi ia masih tidak mengerti mengenai efek obat tersebut.


"Kenapa tidak ada suara? apakah dia pingsan?" ucap Lee yang penasaran.


"Kenapa aku harus peduli dengannya, apapun kondisinya tetap tidak ada hubungan denganku," gumam Lee.


Setelah beberapa menit kemudian Angel keluar dari kamar mandi. ia melangkah menghampiri Lee yang sedang berdiri di dekat jendela.


"Bantu aku singkirkan racunku!" pinta Angel yang memeluk Lee dari belakang.


Lee dikejutkan dengan aksi gadis itu yang memeluknya tiba-tiba, kemudian ia berpaling ke belakang dan melihat Angel yang tanpa pakaian.


Lee membulatkan mata besarnya saat melihat tubuh gadis itu yang putih mulus dan seksi. sehingga membuatnya hampir tidak bisa menahan hasrat.


"Apa kau sudah gila ya, jaga tingkah lakumu," bentak Lee yang ingin menjauh dari gadis itu.


"Selamatkan aku! aku tidak ingin mati cepat, hanya kamu yang bisa selamatkan aku," kata Angel.


"Apa yang kau ingin aku lakukan? menghisap racunmu atau mengantarmu ke rumah sakit?" tanya Lee.


Angel lalu mencium bibir Lee sambil menahan bagian tengkuk pria itu. ciuman yang sangat dalam dilakukan oleh Angel yang hasratnya sedang memuncak akibat efek dari racun tersebut.

__ADS_1


__ADS_2