Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Angel Emosi


__ADS_3

"Periksa dan lihat siapa yang di atap!" perintah Rose.


"Baik," jawab Monica yang langsung berlari menuju ke halaman depan.


"Di atas ada orang, cepat tangkap!" perintah Monica.


"Baik!" jawab anggotanya dengan serentak.


Mereka semua langsung naik ke atap dan menodong pistol mereka. Monica yang keluar dari markas langsung mencari keberadaan orang yang di atap tadi.


"Kakak, tidak ada orang di sini," kata salah satu anggota Rose.


Tidak mungkin! tadi ada suara dari atas sana, cepat pencar dan cari sampai dapat!" perintah Monica.


"Baik," jawab mereka dengan serentak.


Malam itu Monica masih tidak puas karena gagal menangkap orang yang dia cari. ia pun berkeliling dari halaman dan luar markas.


Setelah dua jam pencarian masih tidak ada hasilnya. akhirnya mereka pun berkumpul kembali.

__ADS_1


"Mama, tidak ada siapapun di sana, kami sudah mencari sekeliling," ujar Monica yang menghadap Rose.


"Apakah Angel sudah pergi?" tanya Rose.


"Kata mereka sudah pergi sekitar dua jam yang lalu," jawab Monica.


"Orang yang mencuri dengar pembicaraan kita adalah orang yang memiliki ilmu bela diri yang cukup tinggi, sedangkan dalam markas kita hanya Kita berdua dan Angel," ucap Rose.


"Mereka semua melihat Angel meninggalkan tempat ini, jadi tidak mungkin adalah dia. apakah mungkin ada penyusup yang dikirim oleh musuh kita?"


"Di luar begitu banyak anggota kita mana mungkin ada orang luar yang bisa masuk dengan mudah," kata Rose.


Di sisi lain Angel yang sudah meninggalkan markas, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Gadis itu mengeluarkan air mata setelah mendengar semua pembicaraan Rose dan Monica. ia baru menyadari dan terbukti bahwa Alvin Salveston adalah ayah kandungnya yang selama ini telah terpisah karena ulah wanita kejam itu.


Angel menyetir melewati semua kendaraan di jalan besar itu, emosi, benci, sedih dan sakit hati yang dia rasakan di saat itu.


Setelah satu jam kemudian ia menghentikan mobilnya di lapangan yang di mana tempat biasa dia latihan tembak.

__ADS_1


Angel yang sedang emosi meluapkan kemarahannya dengan cara melepaskan tembakan ke arah botol-botol yang ada di depannya.


Tembakan demi tembakan yang dilakukan oleh Angel memecahkan beberapa botol yang ada di hadapannya.


"Rose Amire, kau sangat luar biasa, membunuh ibuku dan membawaku pergi. kau sengaja melatihku hanya demi dirimu sendiri. lihat saja nanti apa yang ku lakukan," bentak Angel dengan kesal sambil melepaskan tembakan.


Angel menembak selama satu jam lamanya. setelah melampiaskan kemarahannya ia terdiam sejenak dan menarik nafas panjang


"Rose Amire, kau melatihku karena ingin menjadikan aku sebagai senjatamu untuk membunuh pria yang menolak cintamu yaitu ayahku sendiri. aku penasaran sehebat apa dirimu. memisahkan ku dengan keluargaku dan membunuh ibuku. aku adalah Angel Rebecca, bersumpah akan membunuhmu dengan tangan sendiri," batin Angel.


Sementara Lee yang baru kembali ia mengendarai mobilnya menuju ke markas. saat ia sedang menyetir dengan santai, tiba-tiba saja ia dilewati oleh sebuah mobil yang dikendarai oleh Angel dan hampir mengenai mobilnya.


Lee tidak menyadari bahwa mobil itu dibawa oleh gadis yang telah melakukan hubungan cinta satu malam dengannya.


"Apakah mobil itu sudah gila dan tidak sayang pada nyawanya sendiri," ketus Lee dengan kesal dan menginjak gas dengan berniat mengejar mobil itu.


Malam itu Lee mengejar mobil yang ada di depannya, sementara Angel juga tidak menyadari bahwa yang mengejarnya itu adalah pria yang dia kenal. kemudian ia pun sengaja membelok ke kanan dan ke kiri untuk menghadang mobil yang di belakangnya


"Ingin mengejarku, tidak semudah itu. suasana hatiku sedang tidak baik. dan kebetulan saja ada yang menganggu maka kau akan menjadi pelampiasan kemarahanku," ketus Angel yang sedang emosi dan memperlajukan mobilnya hingga mencapai kecepatan yang paling tinggi.

__ADS_1


Di malam itu Lee dan Angel saling mendahului antara satu sama lain. karena sama-sama fokus pada jalan depan sehingga mereka tidak memandang ke arah masing-masing


__ADS_2