
Lee yang berada tidak jauh dari perumahan menembak ke arah anggota-anggota Rose yang sedang saling membantai dengan anggota Black Eagle.
Ia mengunakan sniper menembak dari jarak jauh. sniper adalah senjata favorit yang dia gunakan selama ini. karena dirinya selain pembunuh sadis ia juga penembak jitu.
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Beberapa anggota Rose tewas akibat ditembus oleh peluru Lee.
Sesaat kemudian Lee berhenti menembak karena mendengar bunyi tapak kaki yang tidak jauh darinya.
Angel menuju ke tempat Lee dengan berniat ingin membunuh penembak tersebut.
Saat Angel tiba di sana ia mencari keberadaan sasarannya, Lee tidak menampakan diri sama sekali. tidak tahu ke mana dia pergi.
"Seharusnya dia masih di sini, ke mana dia?" batin Angel.
Saat Angel sedang mencari sasarannya dengan melangkah perlahan, Lee muncul dari belakangnya sambil menodong senjata ke arahnya.
__ADS_1
"Salah satu anggota Rose bisa begitu cepat mengetahui keberadaanku di sini, sangat tidak mudah," ucap Lee.
Angel menghentikan langkahnya dan berpaling ke arah pria itu yang sedang mengancamnya dengan senjata.
"Ternyata kamu lagi, kita sangat berjodoh," ujar Angel.
"Anggota Rose Hitam yang paling cemerlang, apakah dirimu?"
"Aku bukan paling cemerlang, aku hanya akan membunuh semua yang ingin kematianku," ujar Angel.
"Tembak saja!" seru Angel yang melempar pistol ya ke lantai.
"Aku bukan orang yang mengambil kesempatan terhadap wanita lemah," kata Lee yang menyimpan senjatanya.
"Aku bukan wanita lemah," ketus Angel.
"Tapi dirimu adalah wanita, tidak seharusnya kau menjadi pembunuh."
"Bukan urusanmu! urus saja dirimu sendiri!" ketus Angel.
"Iya, akulah orangnya," jawab Angel.
"Tidak ku sangka hari ini kita bertemu kembali," kata Lee.
"Ini bukan kedua kali kita bertemu, tapi ketiga kali," ujar Angel.
"Ketiga kali?" tanya Lee yang tidak mengenal gadis itu lagi.
"Kalau tidak ingat padaku juga tidak masalah, tujuan kita sama. saling membunuh dan menjadi yang terbaik," ucap Angel.
"Aku akan mengalahkanmu dengan tangan kosong," kata Lee.
__ADS_1
"Dengan senang hati, apakah kau adalah Lee Anderson yang adalah paling handal di kelompok kalian?"
"Aku bukan yang terhandal, tapi aku dilatih menjadi paling kejam dan tidak akan melepaskan semua lawanku," jawab Lee.
Angel maju dan menyerang dengan kedua tangannya, serangan cepat yang dilakukan oleh Angel membuat Lee menghindar ke arah kiri dan kanan. Lee memundurkan beberapa langkah ke belakang dan sambil membalikan badannya dan menendang dengan kaki kiri.
Angel mengelak tendangan pria itu dengan cepat, kemudian Angel melayangkan pukulan dengan tangan kanannya, Lee langsung menangkap tangan gadis itu dan ingin menghempaskan ke lantai, akan tetapi Angel langsung menahan dengan kedua kakinya dan tangan kirinya yang menekan ke lantai.
Angel langsung bangkit dan berdiri berhadapan dengan lawannya.
"Lumayan! kau adalah orang yang satu-satunya bisa mengelak seranganku," ucap Lee.
"Kalau aku kalah sama saja aku harus mati, bukankah begitu," kata Angel.
"Cuaca sudah mulai gelap, pertarungan kita masih belum berakhir. dan malam ini adalah penentuan hidup dan mati kita berdua," ujar Lee.
Lee dan Angel melanjutkan pertarungan mereka berdua, Lee menendang ke arah lawannya sementara Angel menahan serangan tersebut.
Mereka berdua bertarung dengan waktu yang cukup lama di sebuah lokasi yang tidak jauh dengan perumahan.
Tidak lama kemudian Muller mendatangi tempat pertarungan mereka bersama dengan anak buahnya.
"Cepat tangkap mereka!" perintah Muller yang melangkah dengan cepat menuju ke tempat Lee dan Angel. mereka sengaja tidak mengunakan mobil karena tidak ingin mengejutkan sasarannya.
"Baik, Pak. apakah mereka sangat risih sehingga orang yang tinggal di sini merasa terganggu?" tanya Laz.
"Mereka takut terjadi pembantaian, pria dan wanita yang sedang bertarung dari sore hingga malam masih saja belum berakhir," ujar Muller.
Bruk...
Tendangan kaki panjang Lee mengenai bagian tubuh Angel.
__ADS_1
"Tendangan hebat," ucap Angel.
"Kau juga hebat, karena bisa mengelak seranganku," ujar Lee.