
Anggota Herbey mengeluarkan senjata dan ingin menyelesaikan perintah dari wanita itu.
Setelah mereka pergi, Herbey mengunakan teropong melihat ke arah tengah lautannya sana. terdapat sebuah kapal yang menuju ke pelabuhan tempat dia berdiri.
"Bukankah akan sampai besok atau lusa? kenapa bisa sampai malam ini?" gumam Herbey.
Angel yang mengawasi dari sisi lain, ia memerhatikan gerak-gerik Herbey yang sedang memandang ke arah lautan sana. kemudian Angel juga mengunakan teropong untuk melihat ke arah sebuah kapal yang semakin dekat dengan pelabuhan.
"Apakah kapal itu yang membawa virus?" gumam Angel.
"Herbey adalah kaki tangan Rose, dan kapal itu pasti adalah kapal vietnam yang membawa virus. kalau saja memang dia. maka mereka semua harus mati," gumam Angel.
Angel kemudian mengeluarkan basoka dari mobilnya. senjata yang mengunakan peluru roket itu ia meletakan di bahunya dan mengamati sasarannya. Angel menunggu waktu yang tepat untuk melepaskan tembakan.
"Herbey pasti mengutuskan mereka untuk membunuh Monica dan lainnya, dan itu berarti Rose sudah tahu rencana Monica. mati atau lolos tergantung pada nasibnya. Monica, kau datang dengan tiba-tiba dan aku sangat tidak yakin padamu. selama puluhan tahun hubungan kita tidak baik sama sekali. kalau tidak ada niat lain mana mungkin kau mencariku. aku tidak akan begitu bodoh masuk jebakanmu," ucap Angel.
Di sisi lain anggota Herbey sedang mengawasi Monica dan lainnya.
Monica yang sedang mengawasi kapal itu, ia juga bersiap ingin melepaskan tembakan.
__ADS_1
"Kakak, apakah itu kapalnya?" tanya salah satu anggotanya.
"Kita perhatikan dulu!" jawab Monica.
"Setelah aku meledakkan kapal ini aku harus memberitahu Rose bahwa rencananya gagal karena Angel. dengan begitu Rose tidak akan mencurigaiku. caraku ini bisa menyelamatkan nyawa masyarakat dan juga membuat Rose percaya padaku," batin Monica.
"Angel Rebecca, jangan salahkan aku hanya mengunakanmu sebagai alat! setelah aku meledakan kapal ini maka aku juga akan membunuhmu. karena di Rose Hitam kau adalah saingan terberatku," gumam Monica.
"Mengejutkan sekali, anak buah Rose Hitam bisa muncul di sini," ujar anggota Herbey yang muncul dari belakang dan menodong pistol ke arah Monica dan lainnya.
"Namamu adalah Monica,kan? murid pertama Rose dan ingin mengkhianat," kata anggota itu yang sedang mengancam.
"Siapa yang mengutuskan kalian?" tanya Monica.
"Tentu saja atasanmu, apakah kamu mengira dia tidak bisa membaca pikiranmu? kau sangat bodoh."
"Apakah aku harus mati di sini? aku ingin bertemu dengannya!" pinta Monica.
Dor..
__ADS_1
Dor...
Dor...
Tembakan yang dilakukan oleh anggota Herbey berhasil menewaskan Monica dan lainnya.
Sementara Herbey yang sedang berdiri di pelabuhan itu ia kemudian memberi perintah pada anggotanya yang sedang berada di suatu tempat.
"Kalian semua sudah bisa keluar! dan cepat bongkar barangnya dari kapal ke mobil! kita akan segera mengantar ke Rose Hitam!" perintah Herbey dengan nada tinggi. tanpa dia sadari bahwa Angel berada di tempat yang tidak jauh darinya. gadis itu bersembunyi di balik sejumlah drum besi yang ada di sana.
Tidak lama kemudian anggotanya pun keluar dari salah satu kontainer yang ada di pelabuhan sana. demi keselamatan dan tidak ingin menarik perhatian orang lain. mereka memilih bersembunyi sambil menunggu kedatangan kapal pemuat virus yang mematikan.
Sementara sebuah truck menuju ke pelabuhan untuk memuat barang yang telah dipesan oleh Rose.
"Ternyata mereka semua sudah melakukan persiapan, sudah tidak salah lagi itu adalah Virus. jangan berharap kalian bisa berhasil," gumam Angel.
Angel sedang memastikan sasarannya untuk melepaskan tembakan. ia menunggu kapal bersandar dan baru bertindak.
Setelah beberapa menit kemudian kapal itu pun akhirnya sampai ke pelabuhan. terdapat beberapa pria berasal dari vietnam yang keluar dari kapal itu, mereka mengeluarkan peti yang berisi virus dan ingin memindahkan ke truck yang sudah parkir di sana.
__ADS_1