Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Yonez Incaran Lee


__ADS_3

"Kami sudah lama tidak saling kontak dengan dia, aku mana tahu dia ada di mana," ujar Bones yang sedang kesakitan.


"Hingga saat ini kau masih membelanya, kau cukup bodoh sekali. dia berniat ingin membunuhmu tapi kau masih saja melindunginya," kata Lee yang menepuk wajah pria itu.


"Bukankah kau dibayar untuk membunuhku? lakukan saja!"


"Iya, aku datang untuk mengambil nyawamu, akan tetapi aku masih ingin memberimu kesempatan untuk membalas. mari kita taruhan saja. kalau kau menang aku akan melepaskanmu. tapi kalau menolak aku hanya mengunakan caraku menyiksamu kemudian baru mengambil nyawamu," ucap Lee.


"Aku dan dia sudah pisah jalan saat sepuluh tahun yang lalu, terakhir kasus pembunuhan terhadap sebuah keluarga kami menjadi incaran pihak kepolisian. dan bukan hanya mereka. tapi dari sisi kelompok mafia juga sedang mengincar kami. sehingga kami tidak bisa tinggal di kota itu lagi. akhirnya kami semua pisah jalan. dan sudah tidak tahu keberadaan masing-masing," ungkap Bones yang menahan sakit.


"Kelompok mafia mengincar kalian?" tanya Lee dengan heran.


"Benar!"


"Kalian adalah kelompok besar dan cukup terkenal, kenapa kalian takut pada mafia?"


"Kami tidak mengenal siapa mereka, kami delapan orang pernah dikejar oleh kelompok mafia, tapi kami lolos setelah bertarung dengan mereka. kami kesulitan melakukan rencana kami yang ingin merampok toko perhiasan," kata Bones.


"Hubungan kalian begitu baik, tidak ku sangka Lucas Sandero ingin membunuhmu untuk menutup mulut," ucap Lee.


"Aku tidak tahu di mana dia, untuk apa dia harus berwaspada denganku," kata Bones.

__ADS_1


"Baginya nyawa sendiri lebih penting," kata Lee.


"Akibat perampokan dan pembunuhan terakhir, kami menjadi incaran dari dua belah pihak. kami tidak tahu kalau keluarga itu ada hubungan dengan mafia."


"Keluarga mana yang dia maksudkan?" batin Lee.


"Siapa nama keluarga itu?" tanya Lee


"Seorang arsitek terkenal, keluarga Anderson," jawab Bones.


"Kalian telah membunuh keluarga mafia? ini sangat hebat sekali. kalian dikenal sangat kejam dan sadis, tapi malah takut dengan polisi," ujar Lee.


"Kami melakukan banyak perampokan dan pembunuhan, tentu saja kami tidak ingin ditangkap," kata Bones.


"Dua nyawa?"


"Benar! menerima uangnya dan selesaikan tugasku," jawab Lee.


"Siapa yang selanjutanya?"


"Aku tidak tahu, dia akan memberitahu saat kau sudah tewas,"jawab Lee.

__ADS_1


"Dia sangat keterlaluan," ketus Bones yang wajahnya semakin memucat.


"Katakan berapa bayaran yang kamu terima untuk satu kepala?" tanya Bones.


"Miliyaran dollar," jawab Lee.


"Aku bisa membayarmu kalau saja kamu bisa membunuhnya untukku," kata Bones yang tergeletak tidak berdaya.


"Walaupun sekarang kau membayarku, belum tentu aku sempat pergi membunuhnya," jawab Lee


"Apa maksudmu?"


"Mungkin saja dia sudah mengirim orang lain untuk membunuh salah satu temanmu,"jawab Lee.


"Aku hampir lupa, anggota yang dia miliki cukup banyak," ujar Bones.


"Mungkin saja aku bisa mengagalkan rencana mereka, asalkan bayaranmu tinggi," kata Lee.


"Lindungi Yonez dan tolong kirim dia keluar negeri!" pinta Bones.


"Kelihatannya kehidupan Yonez sudah mewah, apakah dia masih di alamat yang sama?" tanya Lee dengan sengaja.

__ADS_1


"Dia tinggal di sebuah pulau, " jawab Bones.


"Aku tahu, aku akan pergi mencarinya. aku masih penasaran apakah kau memiliki rahasia sehingga bosmu ingin membunuh kalian berdua," ucap Lee.


__ADS_2