Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Serangan Musuh Jepang


__ADS_3

"Siapa yang menginginkanmu?" tanya Lee dengan menepis tangan wanita itu.


"Tuan, aku hanya...," ucap wanita itu terhenti.


Prak...


Hentakan meja yang dilakukan oleh Lee yang meletakan pistolnya di meja.


Para wanita itu menjaga jarak dengan Lee saat melihat pistol itu.


"Menjauh dariku kalau masih sayang dengan nyawamu," kecam Lee.


Wanita itu segera membiarkan Lee sendirian duduk di sana, mereka ketakutan dan langsung menyiapkan pesanan Lee.


Lee menghabiskan air putih dalam sekali tegukan, lalu ia melihat gelang yang terdapat gantungan peluru di tangannya.


Ia mengingat kembali sepuluh tahun yang lalu, saat ia bertemu dengan seorang gadis remaja yang tidak lain adalah Angel Rebecca.


"Selama ini aku memakai gelang ini, ke mana pun aku pergi aku tidak pernah melepaskan gelang ini. dan aku selalu ingat dengan katamu untuk selalu menyimpan perlu dan bisa digunakan saat darurat. tidak ku sangka gadis remaja itu adalah kamu. Angel Rebecca, papa angkatku dan Rose bermusuhan. aku tidak berharap kita juga sama seperti mereka," batin Lee.

__ADS_1


Setelah satu jam kemudian Lee meninggalkan warung makan itu dan menuju ke suatu tempat.


Dalam perjalanan.


Lee sedang menyetir dengan kecepatan tinggi tiba-tiba saja beberapa pembunuh yang memiliki samurai muncul di hadapannya. mereka berdiri dengan berderetan dan berniat menyerang sama-sama.


"Bocah jepang," guma Lee yang menginjak pedal gas sehingga mencapai kecepatan tertinggi.


Pembunuh berasal jepang melompat tinggi untuk menghindar mobil sasaran mereka, dan kemudian mereka menyerang mobil lawannya itu.


Lee langsung memutar mobilnya dan bersiap ingin melawan musuhnya.


Lee langsung menginjak pedal gas dan maju ke depan sehingga mengagalkan niat pembunuh itu.


"Tidak berguna," ketus Lee yang menghentikan mobilnya. ia keluar dari mobil dan mengambil samurai miliknya yang di simpan di belakang kursi mobil.


"Kalian sangat membosankan," bentak Lee yang melepaskan sarung senjatanya.


"Berani sekali kau mengunakan samurai itu, kembalikan pada kami!" bentak salah satu pembunuh itu.

__ADS_1


"Tujuan kalian hanya menginginkan samurai ini, dan jangan berharap kau bisa berhasil," ketus Lee.


"Kalahkan kami dan samurai itu menjadi milikmu, kami tidak akan muncul lagi di hadapanmu."


"Aneh sekali! samurai ini dari dua tahun lalu sudah menjadi milikku, kenapa harus kalahkan kalian baru menjadi milikku," kata Lee.


"Karena yang memiliki samurai itu hanya satu orang yang layak."


"Orang yang kalian maksudkan sudah kalah dariku, dia telah mengaku kalah serta serahkan senjata berharganya padaku," ujar Lee.


"Lee Anderson, seharusnya kau sadar, orang yang memiliki samurai itu hanyalah ketua mafia jepang. dan bukan kamu yang mafia dari kota ini."


"Perjanjian awal adalah siapa yang kalah dia harus menyerahkan barang yang paling penting baginya, dan aku menang. tidak ada salahnya aku menerima samurai ini," ucap Lee.


"Kami lima bersaudara tidak puas, dan ingin bertanding ulang denganmu, kalau kami kalah kami akan menghilang."


"Lima bersaudara paling hebat di jepang, kalian dikenal dengan kecepatan jurus-jurus samurai dan juga ilmu menghilang diri. dan aku yakin dengan kerja sama kalian pasti lebih hebat dari Yomoshi," ujar Lee.


"Ketua Yomoshi adalah ketua kami, tidak ada yang bisa menghina dia. dan tentu saja tujuan kami adalah untuk mendapatkan semula senjata miliknya."

__ADS_1


"Kalahkan aku dan bawa pulang samurai ini!" ucap Lee dengan menantang.


__ADS_2