
"Ingin menyerah diri kepada polisi? apakah kamu mengira aku akan mengikuti keinginanmu? setelah keluargaku tewas karena ulahmu, apakah aku harus menyerahkanmu dengan tanganku sendiri? sedangkan tujuanku adalah untuk membunuhmu," ujar Lee yang menjambak rambut pria itu.
"Lee, kalau kau membunuhku, kau akan di penjara," kata Yonez yang menahan sakit.
"Aku hidup hanya untuk membunuh sekelompok bajingan seperti kalian, aku adalah pembunuh yang sudah menjadi buronan polisi selama sepuluh tahun. walau aku di depan mereka aku tetap masih bisa lolos. apa yang harus ku takut, kan," kata Lee dengan senyum.
"Hidupmu masih panjang, Lee. jangan melibatkan dirimu dalam pembunuhan. kau bisa seperti ayahmu seorang arsitek yang terkenal," ucap Yonez.
"Tidak perlu berpura-pura simpati padaku! aku tidak butuh semua itu, kalau bukan karena rencana busukmu ini, maka aku tidak akan kehilangan keluargaku dan aku juga tidak akan menjadi pembunuh," ujar Lee yang menampar wajah Yonez karena mengingat masa lalu.
Plak..
"Sekarang kau ingin menasehatiku, kau tidak pantas!" ketus Lee yang menampar pria itu lagi.
Plak...
"Sekelompok bajingan sepertimu, tidak pantas hidup sama sekali. papaku tidak berhutang padamu. tapi apa yang telah kau lakukan terhadap kami," bentak Lee sambil menampar keras wajah pria itu.
Plak..
"Aarrghh...," rintihan Yonez yang kesakitan.
"Jangan mengajariku di saat dirimu juga melakukan kejahatan, jangan menganggap dirimu itu mulia setelah menasehatiku. hidupku penuh dengan kegelapan setelah kehilangan keluargaku," bentak Lee yang melayangkan pukulan mengenai wajah pria itu sehingga menanggalkan giginya.
Brugh...
"Aarrghhh...."
Brugh...
__ADS_1
"Aarrghhh...."
Pukulan demi pukulan yang dilakukan oleh Lee menyebabkan wajah pria itu cedera parah. Yonez yang adalah penyebab utama kematian keluarga Anderson kini ia harus menerima siksaan demi siksaan dari Lee.
Lee kemudian mengikat kedua tangan dan kaki pria itu dengan tali, lalu menariknya keluar sehingga membuat tubuh pria itu terseret di atas tanah yang terdapat batu-batu kecil.
"Aarrggh...,"jeritan Yonez yang merasa sakit pada tubuhnya.
"Ingin menyerah diri? jangan berharap!" ketus Lee yang berjalan sambil menarik tali itu.
"Membunuh keluargaku harus mendapat balasan dariku," ujar Lee.
"Aarrgghh...."
"Bunuh aku!" pinta Yonez yang kesakitan, pakaiannya telah robek dan kulit tubuhnya terkelupas sehingga berdarah akibat gesekan pada batu-batu kecil yang di jalan itu.
Sepanjang jalan Yonez mengerang kesakitan dan diabaikan oleh Lee yang berniat menyiksa dalang utama yang menyebabkan dirinya kehilangan segalanya.
"Aarrgghh...."
"Aarrgghh...."
"Tidak semudah itu aku membunuhmu, kau harus menerima siksaanku sehingga aku sudah puas baru membunuhmu," jawab Lee.
"Apa yang kau inginkan?"
"Mudah saja! aku ingin kau menderita sebelum mati," jawab Lee.
Lee menarik Yonez sejauh puluhan meter, pria itu sangat kesakitan karena seluruh tubuhnya dipenuhi oleh luka-luka. bagian depan hingga ke belakang.
__ADS_1
"Aarrgghh...."
"Aarrgghh...."
Setelah tiba suatu tempat yang terdapat pohon besar di sana, Lee menghentikan langkahnya.
"Apakah kau melihat pohon ini?" mungkin ini adalah tempat yang cocok untuk mengakhiri nyawamu," ucap Lee.
Yonez tidak berdaya dan terluka cukup parah, seluruh tubuhnya mengeluarkan banyak darah. pria itu tidak sanggup lagi untuk bergerak dan hanya bisa pasrah.
"Bunuh saja aku!" pinta Yonez.
"Aku membunuh sahabatku sendiri, aku mengkhianatinya, aku tidak akan ingin hidup lagi!" ucap Yonez yang sekarat.
"Aku akan membunuhmu, tapi dengan cara yang lambat. menampar, pukul, dan menyeretmu tidak membuatku merasa puas. aku masih mempertimbangkan apakah aku akan mengantungmu di pohon atau tidak," ujar Lee.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Sambil menunggup Up silakan mampir ya kak 🤗🤗🤗
__ADS_1