
Rose memberikan kode kepada anggotanya untuk melepaskan tembakan ke sekitar dalam rumah dan juga plafon.
Tembakan demi tembakan dari mereka menghancurkan seisi dalam rumah termasuk plafon.
"Mama, kelihatannya dia tidak ada di sini," ujar salah satu anggotanya.
"Mana mungkin dia bisa pergi," ketus Rose.
"Cari dia sampai dapat, jangan sampai dia lolos!" perintah Rose.
"Baik, Ma," jawab mereka dengan serentak.
"Angel Rebecca, aku tidak akan membiarkanmu lolos," ketus Rose.
Angel yang bersembunyi di dalam plafon sedang mengamati setiap langkah mereka.
"Untung saja di saat itu bagian plafon ini dilapisi besi untuk melindungi diri. Rose, karena aku sadar kau akan menjadi musuhku suatu saat nanti," batin Angel.
Di saat mereka ingin melangkah pergi, Angel langsung turun dari plafon dan sambil melepaskan tembakannya.
Tembakan yang dilakukan oleh Angel menembus semua anggota Rose..
"Aarggh...," teriakan anggota Rose yang tumbang satu-persatu.
Rose yang berjalan di depan mereka langsung menyelamatkan diri keluar dari tempat tinggal itu. ia kemudian berlindung di balik tembok samping pintu.
__ADS_1
"Bukankah kau ingin membunuh, dasar manusia berhati iblis," ketus Angel yang membunuh semua anggota Rose.
Para tetangga yang mendengar suara tembakan langsung bersembunyi di dalam apartemen masing-masing.
"Angel Rebecca, hebat sekali kau menyerang kami, tapi kau tetap saja tidak akan lolos," kecam Rose
"Aku tidak berpikir ingin lolos, yang ku inginkan adalah nyawamu," bentak Angel.
"Pengkhianat! kalau aku tahu kau menjadi murid durhaka, saat itu aku pasti akan membunuhmu," bentak Rose.
"Kau membunuh mamaku karena cintamu ditolak oleh ketua mafia Alvin Salveston. wanita tidak sadar diri," bentak Rose.
"Kenapa dia bisa tahu soal ini," batin Rose.
"Apakah kau dihasut oleh seseorang sehingga kau melawanku?"
"Tidak ada yang bisa menghasutku, tapi aku yang mengetahui identitas sendiri," bentak Angel sambil melepaskan tembakannya.
Angel menuju ke pintu sambil menembak sehingga Rose kesulitan untuk membalas tembakannya. posisi wanita itu sedang berdiri di luar bagian samping pintu.
"Keluar dan hadapi aku," bentak Angel yang semakin kesal.
Tembakan beruntun yang dilakukan Angel menembus tembok dan juga pintu itu.
Rose mencari kesempatan dan ingin menembak ke arah Angel.
__ADS_1
Angel semakin maju langkahnya dan menembak tanpa berhenti.
Sejumlah butiran peluru yang terbuang sehingga Angel kehabisan peluru, Rose langsung muncul dan mengunakan kesempatan itu melepaskan tembakan.
Tembakan Rose yang mengenai barang-barang yang di dalam rumah, Angel langsung berlindung di samping tembok pintu. saat Rose mulai maju dan melangkah masuk ke dalam pintu itu. iya ingin menembak ke arah kiri dan pistolnya langsung ditendang oleh Angel.
Brugh...
Satu tendangan dilakukan oleh Angel menjatuhkan senjata yang dipegang oleh Rose.
Angel langsung melayangkan pukulan ke wajah lawannya.
Bruk...
"Argh...," jeritan Rose yang kesakitan sehingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Sia,lan, apakah kau sanggup mengalahkanku?" bentak Rose yang maju dan menyerang Angel tanpa berhenti.
Gerakan Rose sangat cepat, ia menyerang dengan tangan dan kaki panjangnya. Angel menahan setiap serangannya dan menghindar sambil memundurkan langkahnya.
Bos Rose Hitam itu memiliki tenaga yang kuat dalam setiap serangannya sehingga Angel berusaha untuk menghindar.
Selama Angel menjadi pembunuh, Rose adalah lawan terberat dan sulit dikalahkan.
Brugh...
__ADS_1
Tendangan Rose mengenai bagian dada Angel.
"Ugh...," jeritan Angel yang memundurkan langkahnya akibat tendangan keras dari lawannya.