Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Misi Balas Dendam Ke Empat


__ADS_3

"Selagi dia masih menghilang, itu berarti dia memiliki rencana lain, mungkin saja dia mengincar pelaku lain," kata Laz.


"Kenapa kita tidak menyebarkan fotonya saja, agar bisa lebih cepat kita mencarinya?" tanya Mob.


"Tidak bisa! kita tidak memiliki bukti bahwa dia adalah pembunuhnya, jadi kita belum bisa menyebarkan fotonya," jawab Chanz.


"Pak, lalu apa tindakan selanjutnya?" tanya Mob.


"Hanya bisa mencari sambil menunggu," jawab Muller.


Di sisi lain Lee berada di suatu tempat yang terdapat banyak bangunan lama di sekeliling sana.


Ia melangkah masuk ke salah satu bangunan tinggi yang adalah apartemen. sambil membawa dus ukuran sedang menuju ke lantai lima. ia menaiki tangga karena lift sudah tidak berfungsi. bangunan lama itu hanya mengunakan tangga selama ini. karena sudah termasuk tidak layak ditempati. akan tetapi bagi yang tinggal di sana adalah warga yang berkekurangan dan hanya tempati tanpa bayaran.


Saat tiba di depan pintu, ia pun menekan bel.


Ting...tong....


Lee menekan bel sebanyak beberapa kali. setelah beberapa menit kemudian seorang pria paruh baya membukakan pintu.


"Siapa kamu?" tanya pria itu dengan hati-hati.


"Ada kiriman untukmu!" jawab Lee.

__ADS_1


"Aku tidak ada pesan barang," jawabnya


"Tapi di paket ini mencantumkan nama Anda, apakah nama Anda adalah Bones Victor?"


"Iya, itu adalah namaku."


"Berarti ini adalah milikmu," kata Lee yang memberikan dus itu kepada Bones.


Bones menerima paket tersebut walau ia merasa ragu, tiada kecurigaan sama sekali. setelah menerima paket itu ia pun menutup kembali pintunya.


Lee hanya berdiri di luar dan tidak beranjak dari sana.


Tidak lama kemudian terdengarlah suara jeritan pria itu yang di dalam sana.


Lee mengeluarkan besi kecil dan memasukan ke dalam lobang kunci. ia memutar besi itu dan kemudian pintu berhasil dibuka.


Lee melangkah masuk dan menutup kembali pintunya. ia melihat Bones sedang tergeletak tidak berdaya karena tangan kanannya yang putus


"Aarrghh...," jerit Bones yang kesakitan.


"Bagaimana dengan rasanya, apakah enak?" tanya Lee yang menjongkok di depan pria itu.


"Kau siapa?" tanya Bones sambil menahan sakit.

__ADS_1


"Lee Anderson, semasa muda kau banyak melakukan perbuatan jahat dan kini kau seperti orang tidak berguna. lihatlah dirimu yang hidup sendirian sebagai buronan. walau tempat ini lumayan akan tetapi bangunan tua ini akan roboh kapanpun," ujar Lee.


"Aku tidak mengenalmu, kenapa kau menyakitiku? kalau kau membunuhku kau tidak akan bisa lolos," ketus Bones.


"Di sini tidak ada tetangga sama sekali, lihatlah sekeliling apartemen ini sepi dan hanya beberapa orang yang tinggal di tempat ini dan bisa dihitung dengan jari," ucap Lee.


"Sebenarnya siapa yang mengutusmu?" tanya Bones.


"Apakah kau masih ingat dengan Lucas Sandero? dia sangat ingin kematianmu. dan aku hanya menerima perintahnya saja. setelah kau tewas aku akan mendapatkan bayaran tinggi," jawab Lee yang sengaja memprovokasi.


"Lagi pula peledak yang ku berikan tadi, hanya berkekuatan kecil karena aku tidak ingin merobohkan bangunan ini."


"Persetan dengan si tua itu," ketus Bones dengan kesal.


"Apakah kau ingin bertemu dengan dia sebelum mati?"


"Aku akan membunuhnya," bentak Bones yang kesakitan dan mengeluarkan banyak darah di lengannya yang terputus.


"Kalau saja kau tahu tempat tinggalnya, kau bisa pergi sendiri," ujar Lee berdiri.


"Berapa yang dia bayar untuk membunuhku? aku akan membayarmu dua kali lipat," kata Bones.


"Kau tidak akan sanggup membayarku, aku adalah pembunuh yang menerima bayaran tinggi. di dunia ini hanya Lucas Sandero saja yang sanggup membayarku," ucap Lee.

__ADS_1


"Katakan berapa bayarannya, aku akan membayarmu, bunuh dia dan bawa kepalanya ke depan mataku!" kata Bones.


"Lebih baik kau pergi sendiri dan setelah itu kau bisa membunuhnya dengan tangan sendiri. aku yakin kau masih ingat di mana posisi dia, kan," jawab Lee


__ADS_2