
"Terima hadiah besar dariku," gumam Angel.
Angel melepaskan peluru roket ke arah kapal itu.
"Ha...apa itu?" teriak salah satu anggota Herbey yang melihat peluru roket yang menuju ke arah mereka.
Saat mereka semua memandang ke arah peluru itu, mereka tidak sempat lagi untuk menghindar.
Roket yang dilesatkan mengenai kapal itu kemudian meledak dan mengenai truck dan Herbey.
Duar...
"Aarrghh...."
Duarr....
Ledakan besar terjadi menghancurkan kapal dan truck yang di sana. Herbey dan anggotanya turut menjadi korban ledakan besar-besaran itu.
Angel menunduk dan berlindung untuk menghindar puing-puing ledakan itu.
Duar...
Duar...
Setelah beberapa menit kemudian Angel menghampiri ledakan itu untuk memastikan apakah Herbey dan anggotanya telah tewas semua.
"Sayang sekali! kalian harus mati dengan mudah, Rose...Rose...setelah kau tahu rencanamu gagal. aku yakin kau pasti akan kesal setengah mati," ucap Angel.
Tidak lama kemudian Angel mencari keberadaan Monica yang tidak jauh di sana. saat ia tiba ia melihat Monica dan anggotanya tergeletak tidak bernyawa.
"Jangan salahkan aku membelotmu, karena selama ini kau selalu saja menentangku. selama ini kita hidup dengan saling bermusuhan dan saling bersaing. demi membalas dendam kematian mamaku. aku akan membunuh Rose dan anggota Rose Hitam lainnya," ujar Angel yang melihat jasad Monica.
Angel yang ingin kembali ke mobilnya ia didatangi oleh sekelompok wanita bersenjata. mereka langsung melepaskan tembakan ke arah Angel.
Dor...
__ADS_1
Dor...
Dor...
Dor...
Angel langsung berlindung dibalik kontainer yang ada di pelabuhan sana.
"Bunuh dia!" perintah pemimpin mereka yang berlari ke arah kontainer sambil melepaskan tembakan.
Dor...
Dor...
Dor...
Dor...
Tembakan yang dilakukan oleh sekelompok wanita itu mengenai kontainer-kontainer yang ada di sana.
Angel mengunakan basoka menembak ke arah kelompok wanita itu. walau senjata itu cukup berat akan tetapi bagi Angel yang sudah berlatih keras dari sejak kecil, tentu bukan suatu halangan baginya.
Duar...
"Aarghh...."
Duar...
"Aaarghh...."
Ledakan peluru itu menewaskan kelompok wanita itu.
"Kelihatannya aku telah diketahui," gumam Angel.
Tidak lama kemudian nada panggilan masuk ke handphone milik Angel.
__ADS_1
Angel yang membaca nama panggilan, ia langsung menjawab dengan tanpa ragu.
"Hallo," sahut Angel dengan nada dingin.
"Angel Rebecca, kenapa kau melakukan ini? apakah kau sudah lupa siapa yang melatihmu selama ini?"
"Mama, terima kasih karena melatihku selama ini, sehingga aku bisa melawanmu setelah aku dewasa."
"Kau akan berakhir seperti Monica."
"Aku tidak sebodoh dia yang berambisi menjadi ketua Rose Hitam."
"Ke mana pun kau pergi, tidak akan bisa lolos."
"Aku tidak akan pergi! karena aku akan menunggumu datang membunuhku, atau aku yang akan mendatangimu!"
"Apa alasanmu melakukan ini padaku? kau menghabiskan miliyaran dollar milikku!"
"Kau telah melakukan sesuatu yang gila, tidak seharusnya kau melakukan ini, demi menjadi terkuat kau tega mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah."
"Angel, aku yang mendidikmu, dan aku juga tahu kelemahanmu!"
"Aku akan mengubah kelemahanku menjadi kekuatan untuk melawanmu," kata Angel yang memutuskan panggilannya.
"Rose, karena kau sudah tahu, maka aku akan bersiap untuk membunuhmu. aku tidak bisa lagi kembali ke tempat tinggalku," gumam Angel.
Rose Hitam.
"Angel Rebecca sia*lan, akhirnya kau mengkhianatiku, semua uang ku habis dalam satu malam. rencanaku telah kau gagalkan. ke mana pun kau pergi aku tetap akan mendapatkanmu," bentak Rose.
Sesaat kemudian sekelompok muridnya menuju ke aula. mereka semua telah dilatih selama puluhan tahun. para wanita itu termasuk junior Angel.
"Mama," sapa mereka dengan serentak.
"Kalian diberi tugas penting, bunuh Angel Rebecca! tidak peduli ke mana pun dia pergi. kalian harus bisa membunuhnya!" perintah Rose dengan kesal.
__ADS_1
"Baik, Mama," jawab mereka dengan serentak.
"Angel Rebecca, sehebat apapun dirimu kau masih kalah dariku, aku yang melatihmu mana mungkin aku tidak ada cara mengalahkanmu," ucap Rose.