Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Mengaku Salah


__ADS_3

"Lee, aku...," ucap Yonez yang terhenti.


"Papaku begitu percaya padamu, dan kau mengunakan cara ini membalas budinya, kau sangat luar biasa," bentak Lee yang menyayat tangan pria itu.


Srek...


"Aarrgghh...," jeritan Yonez sambil memegang tangannya yang berdarah.


"Sahabat? orang yang paling dipercaya, semua adalah palsu. kau bekerja sama dengan Lucas yang adalah ketua perampok, bukan hanya merampok saja tapi mereka melakukan hal yang tidak seharusnya terhadap keluargaku," bentak Lee yang mencengkeram leher pria itu dengan erat.


"Aarrgghh...," jeritan Yonez.


"Tiga nyawa yang tidak bersalah harus menjadi korban begitu saja. semuanya bermula dari kamu. kau adalah brengsek yang seharusnya mati dari dulu. tapi kau masih bisa hidup dengan begitu bebas selama sepuluh tahun," ujar Lee yang mengcengkeram dengan kuat sambil mengangkat musuhnya itu.


Wajah Yonez menjadi merah akibat genggaman yang kuat sehingga menyebabkan dirinya kesulitan untuk bernafas dan kesakitan.


"Pecundang, kau begitu tega dan kejam terhadap keluargaku, binatang sepertimu sudah tidak layak untuk hidup," bentak Lee yang mengeluarkan air mata.

__ADS_1


Yonez meronta-ronta kesakitan dan akhirnya Lee melepaskan tangannya sehingga membuat pria itu terjatuh ke lantai.


Bruk..


"Aarrghh...," jeritan Yonez.


"Uhuk...uhuk...uhuk...."


"Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah, karena sangat menguntungkan bagimu kalau tidak menyiksakmu," kata Lee yang menginjak telapak tangan Yonez.


"Berapa yang kau dapatkan hasilnya, setelah mengkhianati keluargaku?" tanya Lee.


"Aku tidak mendapatkan apa-apa, semua adalah salahku," kata Yonez sambil menahan sakit.


"Aku sudah muak mendengar pengakuan salah dari mulut kalian semua, itu tidak berguna bagiku, karena tidak bisa lagi menghidupkan keluargaku," ketus Lee.


"Katakan padaku di mana sarang Lucas?" tanya Lee dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Tidak ada yang tahu di mana dia berada, setelah melakukan perampokan di keluargamu kami semua telah pisah jalan, dan tidak muncul lagi. karena di saat itu kami dikejar oleh pihak kepolisian dan mafia," jawab Yonez.


"Kenapa kau bekerja sama dengan dia? apakah karena dia membayarmu dengan nominal yang tinggi? demi uang kau mengkhianati kepercayaan papaku terhadapmu," kata Lee.


"Javier...dia baik padaku, aku menyesal selama ini. aku sadar walau merasa bersalah juga sudah terlambat. semua ini salahku," tangisan Yonez


"Manusia sepertimu selalu saja mengaku menyesal setelah diincar dan kematian di depan mata. kalau sudah melakukannya untuk apa menyesal lagi. apakah dengan cara begini aku akan melepaskanmu? maka kau sudah salah," ketus Lee.


"Lee, papamu sangat baik padaku, aku dibutakan karena uang, aku tahu papamu adalah orang yang sederhana, walau dia kaya tapi dia tidak suka pamer. sementara aku yang serakah malah bekerja sama dengan ketua perampok," kata Yonez.


"Untuk apa papaku baik padamu, kau sama sekali tidak mengenang budi, di dalam otakmu hanya ada uang. nyawa seseorang bagimu sama sekali tidak penting," bentak Lee


"Maafkan aku, Lee. aku tahu aku sudah salah besar, tapi aku akan menerima hukuman darimu. apapun yang ku lakukan tidak akan bisa menghidupkan keluargamu lagi. kakak ipar sangat baik padaku. setiap aku ke sana dia sering memasak untukku. papamu sudah seperti kakakku. aku telah menghancurkan kalian," tangisan Yonez


"Tangisanmu tidak ada gunanya, seharusnya di saat itu kau mati bersama keluargaku," bentak Lee.


"Lee, bawa aku ke kantor polisi aku akan mengakui kesalahanku, aku rela menerima hukuman agar tidak dihantui dengan masa lalu. aku mohon padamu!" pinta Yonez.

__ADS_1


__ADS_2