Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Terungkap


__ADS_3

"Apakah bos curiga dengan identitas Angel Rebecca? dengar info gadis itu adalah murid Rose Hitam yang paling cemerlang dibandingkan dengan yang lain, dan dia cukup kejam karena tega membunuh sesama," ujar Lezo.


"Tinggal di dunia gelap kalau tidak kejam tidak akan bisa bertahan, kita juga sudah melihatnya dia membunuh senior sendiri karena mereka yang ingin membunuhnya dulu. kalau dia di saat itu dia tidak membunuh mereka maka dia akan mati. murid yang dilatih oleh Rose tidak ada yang berbaik hati ataupun saling menghormati. mereka dengki antara satu sama lain sehingga ingin saling membunuh," ujar Alvin.


"Saat itu salah satu muridnya ingin membunuh Angel Rebecca, setelah Angel membunuhnya dia pergi begitu saja dan tidak membunuhku. padahal tujuannya adalah ingin membunuhku. kenapa dia bisa melepaskan aku begitu saja. dalam kamus kelompok Rose hitam tidak ada kata lepas dan hanya ada kata bunuh," ujar Alvin yang penasaran.


"Bos, apakah bos yakin kalau gadis itu akan patuh dengan Lee?"


"Tentu saja tidak! tapi hanya Lee seorang yang bisa menangkapnya, aku tidak berniat membunuhnya," jawab Alvin.


"Tapi gadis itu tidak mudah untuk dijinakkan, dia adalah musuh kita. walaupun dia di tangan kita akan tetapi belum tentu dia akan patuh."


"Aku hanya ingin tahu asal usulnya," ucap Alvin.


Markas Rose Hitam.


Angel kembali ke markas dan berkumpul dengan semua anggota kelompok Rose hitam


"Angel, apakah kamu sudah selidiki sasaran kita?" tanya Rose.


"Sudah! besok dia akan bermain golf dan ditemani bodyguardnya," jawab Angel.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah bersiap?" tanya Rose.


"Besok aku menjumpai dia langsung."


"James Long ditemani sejumlah bodyguard setiap kali dia keluar, kamu harus lebih waspada dengan setiap langkahmu!" ujar Monica.


"Tenang saja! aku akan merebut semua asetnya," jawab Angel.


"Ada yang ingin ku tanyakan, apakah kamu membunuh Selvie?" tanya Monica.


"Aku membunuhnya karena dia pantas mati," jawab Angel dengan terus terang.


"Seharusnya kamu tahu dia sudah lama di sini, dia adalah seniormu," kata Monica.


"Dia semakin berani saja," ketus Monica.


"Sifatnya sangat kejam, tidak sia-sia didikanku," ujar Rose.


Angel tidak meninggalkan markas, melainkan berada di atap sedang mencuri dengar pembicaraan mereka berdua.


"Mama, apakah gadis itu akan menjatuhkan kita?" tanya Monica yang khawatir.

__ADS_1


"Tidak akan! selagi dia tidak tahu identitasnya."


"Kapan kita ingin dia bertindak?"


"Untuk saat ini Alvin Salveston masih berada di dalam rumah, jadi belum waktunya," jawab Rose.


"Mama, aku tidak sabar ingin melihatnya membunuh pria itu," kata Monica.


"Aku lebih tidak sabar dan telah menunggu selama dua puluh tahun lebih, dia tentu saja tidak menyangka bahwa putrinya masih hidup. dan akan membunuhnya dengan tangan sendiri," ujar Rose.


"Kalau saja Angel berhasil, maka Alvin Salveston pasti akan sakit hati."


"Aku akan memberitahu dia bahwa Angel Rebecca yang ku latih selama ini adalah putri kandung dia yang terselamat di saat kebakaran terjadi," kata Rose.


"Istrinya meninggal dan putrinya yang sudah lama menghilang kini kembali hanya untuk membunuhnya. aku sangat menantikan hari itu," ucap Rose.


"Bagaimana kalau Angel tahu di saat itu?" tanya Monica.


"Maka dia harus mati juga, Alvin Salveston telah mengecewakanku, tentu saja aku harus menghancurkan keluarganya. istrinya adalah wanita ****** yang mampu memikat hati pria murahan itu. dan aku harus berhadapan dengan putri mereka setiap hari selama dua puluh tiga tahun. mana mungkin aku tidak benci saat melihat Angel yang begitu mirip dengan ibunya," ujar Rose.


Angel telah mendengar semua pembicaraan Rose dan Monica. ia mengintai mereka dari atap. tidak mudah bagi seseorang yang bisa naik ke atap tanpa bersuara. akan tetapi Angel yang sudah mahir tentu tidak sulit lagi baginya.

__ADS_1


Saat Angel ingin berdiri tanpa sengaja dirinya mengeluarkan suara pijakannya sehingga terdengar oleh Rose dan Monica.


__ADS_2