
Rose hitam.
"Mama, Selvie sudah tewas, Angel yang membunuhnya," kata Monica.
"Kenapa membunuh dia?" tanya Rose.
"Mungkin saja Selvie ingin merebut berlian itu dari tangan Angel, selama ini mereka tidak pernah akur," jawab Monica.
"Selvie sudah lama berada di sini, seharusnya Angel tidak membunuhnya, anak ini sama sekali tidak memandangku," ketus Rose.
"Mama, selama ini Angel memang sangat keras kepala, siapapun yang ingin menentangnya dia akan membunuhnya tanpa ragu," ujar Monica.
"Walau apa yang dia lakukan tidak ada salahnya, tapi kali ini dia memang sudah agak keterlaluan," ujar Rose.
"Mama, Angel masih berguna bagi kita, kita juga lebih membutuhkan dia dari pada Selvie. kita biarkan saja dulu masalah ini. karena kita berharap Angel bisa mendapatkan kekayaan James Long," kata Monica.
"Hm...kalau ingin dibandingkan mereka berdua, Selvie memang bukan tandingannya, selama sepuluh tahun lamanya Angel sudah banyak mendapatkan apa yang ku inginkan. kali ini lupakan saja tentang Selvie," ujar Rose.
Di sisi lain Angel sedang rendamkan dirinya ke dalam bathub. ia mengingat kembali setiap perkataan Selvie di saat sebelum menghembuskan nafas terakhir.
"Dari mana asalku? dan harus mulai dari mana aku menyelidikinya?" gumam Angel.
"Apakah karena dia memang ayahku, oleh sebab itu aku tidak bisa membunuhnya? aku harus bertemu dengannya," batin Angel.
__ADS_1
Angel kemudian berdiri dalam kondisi tanpa pakaian, di bagian belakang pundak sebelah kanan terdapat tanda lahir yang warna kemerahan.
Setelah berpakaian Angel keluar rumah dan menyetir mobilnya sendiri.
Ia melajukan mobilnya dan mengenggam erat setir mobil seakan sedang ingin membunuh seseorang.
"Data...iya, data kami semua pasti mama masih menyimpannya. tapi selama ini tidak ada yang bisa masuk ke kamarnya. aku harus pikirkan cara agar bisa masuk ke dalam sana," gumam Angel.
Setelah beberapa menit kemudian Angel berhenti di tepi pantai, ia terdiam sejenak di dalam mobil.
Tidak lama kemudian Angel mengeluarkan handphonenya. ia menekan nomor tujuan.
Sesaat kemudian seseorang menjawab panggilannya.
"Hallo," sahut seseorang yang dari seberang sana.
"Di mana?"
"Tempat biasa," jawab Angel.
"Baiklah," ucap wanita itu yang kemudian memutuskan panggilan.
Malam hari.
__ADS_1
Club malam.
Seorang wanita datang menjumpai Angel di salah satu ruangan karaoke.
Saat itu Angel duduk sambil menyalakan rokok dan meneguk minuman alkohol. bagi dirinya mengkomsumsi minuman keras dan merokok adalah hal yang wajar. sebagai pembunuh dia harus bisa menguasai semua yang telah diajarkan oleh Rose.
"Kenapa tiba-tiba ingin bertemu denganku?" tanya wanita itu yang tak lain adalah kenalan Angel.
"Apakah kamu tahu dari mana mama menemukanku?" tanya Angel sambil merokok.
"Kenapa tiba-tiba saja kamu bertanya demikian?"
"Aku hanya ingin lebih mengetahui latar belakangku," jawab Angel sambil menghabiskan minuman dalam satu tegukan.
"Apakah terjadi sesuatu?"
"Kamu adalah anggota yang lolos dari Rose hitam, saat itu aku berusia sepuluh tahun kamu berhasil melarikan diri sehingga mereka mengira kamu sudah meninggal. dan aku yakin kamu pasti tahu dari mana asal usulku," jawab Angel.
"Semua bayi yang dibawa pulang oleh wanita kejam itu memang hasil dari penculikan. tidak terkecuali kamu," ujarnya.
"Kakak Jersy, apakah kamu kenal orang tuaku?"
"Tidak kenal, tidak ada yang mengenal orang tua semua anak-anak yang dia culik dan dilatih. dia tidak ingin kami mengetahuinya," jawab Jersy.
__ADS_1
"Apakah kamu tahu tempat tinggalku dulu?" tanya Angel.
"Tidak tahu juga! aku hanya tahu satu hal mengenai wanita kejam itu," jawab Jersy.