Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Tertembak


__ADS_3

"Aku bukan hanya ingin mengelak tapi juga ingin mengalahkanmu," ucap Angel yang menyerang lawannya lagi.


Gadis itu melayangkan pukulan dan tendangan ke arah pria itu, Lee mengelak dengan cepat sambil melompat dan menghentakkan kakinya ke pundak kiri lawannya. sehingga membuat kaki Angel berlutut karena hentakan kuat dari pria itu.


Lee menekan dengan kuat kakinya ke pundak Angel sehingga menyebabkan lawannya sulit untuk bangkit.


Tidak lama kemudian Muller dan anak buahnya menghampiri mereka berdua sambil menodong senjata.


"Jangan bergerak!" teriak Muller.


Lee yang mendengar suara Muller ia menurunkan kakinya dan memandang ke arah para polisi itu.


"Angkat tangan dan bekerja sama dengan kami!" ujar Laz sambil mengeluarkan borgol.


"Hanya mengandalkan kalian ingin menangkap kami," ujar Angel dengan senyum.


"Gadis muda, usiamu begitu muda dan cantik, kenapa harus menjadi petarung di sini," kata Mob.


"Bukan urusanmu!" ketus Angel.


"Bekerja samalah dengan kami! ikut kami pergi!" ujar Chanz.


"Kalian akan menyesal kalau kami ikut kalian pergi," kata Lee yang bersikap tenang.


"Lee Anderson? ternyata kamu," ucap Muller yang merasa heran begitu juga dengan rekannya.


"Selama ini kau ke mana saja dan kenapa kau bisa ada sini?" tanya Muller.


"Untuk apa kamu bertanya padaku? di mana pun aku berada tidak ada hubungannya denganmu," jawab Lee.


"Lee Anderson, kau dan nona ini ikut kami pergi!" titah Muller.


"Aku tidak begitu bodoh harus mengikut kalian pergi," jawab Angel yang dengan cepat mengeluarkan pisau dan melempar ke arah Muller.

__ADS_1


"Aarrgh...," jeritan Muller yang pistolnya terlepas dari pegangannya.


Lee langsung menembak ke arah tangan polisi itu sehingga pistol mereka terlepas.


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


"Aaahh...," jeritan mereka yang kesakitan.


Dan di saat yang sama Angel dan Lee langsung menyelamatkan diri mereka meninggalkan tempat itu.


"Mereka sudah hilang," ucap Mob sambil menahan sakit.


"Kejar dan cari sampai dapat! aku yakin mereka masih belum jauh!" perintah Muller yang mengutip pistolnya yang jatuh tadi. kemudian ia melangkah dengan cepat dan berniat mengejar sasarannya itu.


"Hanya dalam sesaat mereka sudah menghilang, ke mana mereka pergi," ujar Laz yang melihat sekeliling.


"Kenapa aku malah merasa kalau mereka hampir mirip dengan Ghost dan Beautiful Devil," ucap Mob.


"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu pikirkan?" tanya Chanz.


"Iya, perasaanku tidak mungkin bisa salah," jawab Mob.


"Bukankah mereka dari kelompok yang berbeda, bagaimana bisa mereka bertemu dan bertarung?" tanya Laz.


"Mungkin saja karena mereka dari kelompok yang berbeda, oleh karena itu mereka bermusuhan saat bertemu," jawab Mob.


"Siapapun mereka kita tetap cari sampai dapat!" titah Muller.

__ADS_1


Lee dan Angel berdiri di simpang jalan besar yang sudah sepi dan tanpa kendaraan di sana, mereka saling bertatapan dan masih berniat melanjutkan pertarungan mereka.


Angel maju dan menyerang dengan gerakan yang cepat, sementara Lee mengelak setiap serangan gadis itu dengan begitu gesit.


Pertarungan tersebut berlangsung selama beberapa menit lamanya. sama-sama memiliki sifat yang ingin menang sendiri.


Bruk...


Bruk...


Serangan mereka yang saling beradu tangan dan juga saling menghindar setiap serangan lawan.


Lee kemudian menahan kedua tangan Angel ke belakang sehingga gadis itu tidak bisa melawan.


"Apa kau masih tidak ingin menyerah?" tanya Lee.


"Sampai mati aku juga tidak akan menyerah," jawab Angel yang berusaha meronta.


"Keras kepala," ketus Lee


"Bunuh saja! kalau tidak, aku tetap akan membunuhmu," ujar Angel.


"Membunuh wanita lemah bukan keahlianku," kata Lee.


Dor...


"Aarrghh...," rintihan Angel yang tertembak. sebuah panah kecil yang menancap tubuhnya sehingga membuatnya tidak berdaya.


"Kau bukan pria, mengunakan cara curang untuk mengalahkanku," ketus Angel yang sambil menahan sakit. panah kecil itu menancap bagian perutnya.


"Aku tidak melakukan itu, kelompok Black Eagle tidak mengunakan panah, hanya mengunakan peluru dan senjata tajam," kata Lee yang melepaskan tangannya.


Lee memandang ke semua arah di sekitarnya, tidak terlihat siapapun di sana. tembakan yang mengenai Angel menyebabkan gadis itu menjadi lemah dan mulai berkeringat. ia hanya terdiam dan memejamkan matanya.

__ADS_1


"Mungkin saja penembak adalah musuhmu," ujara Lee.


__ADS_2