Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Godaan


__ADS_3

"Bunuh aku! bunuh aku!" tangisan Vic yang tak berdaya. Ia hanya tergeletak tidak berdaya.


"Kau tidak akan mati, jangan takut! siang dan malam dirimu hanya akan hidup dalam kesepian. tanpa wanita, tanpa cinta, tanpa bisa melakukan apapun. dan di tempat ini juga tanpa warga setempat. kalau kau butuh bantuan kau bisa berteriak pada burung-burung yang berterbangan di sekitar sini. mungkin mereka akan membantumu kalau saja mereka bisa mengerti bahasamu," ujar Lee.


"Bunuh aku! walau aku hidup juga tidak berguna," pinta Vic.


"Mungkin...aku akan memberitahu pihak kepolisan agar bisa datang menyelamatkanmu, dan aku yakin mereka tidak akan membiarkanmu hidup sendirian," ucap Lee.


Lee mengelap tangan dan pisaunya yang telah berlumuran darah, sesaat kemudian ia meninggalkan tempat itu, sementara Vic yang cedera parah tidak mampu untuk bergerak sama sekali. urat kaki dan tangannya diputuskan oleh Lee sehingga menyebabkan kecacatan yang tidak bisa diobati lagi.


Vic mengingat kembali saat ia menyiksa keluarga Lee, ia memperk*sa gadis remaja itu berulang kali, karena na*sunya yang mengila telah mengakibatkan gadis itu harus kesakitan yang tak terhingga dan pada akhirnya tewas.


"Kesalahan masa lalu mengakibatkan adikku menerima pembalasannya, dan kini adikku meninggal dan aku juga tidak berguna lagi. hidup ataupun mati tidak ada yang tahu. dan tidak ada yang peduli," batin Vic.

__ADS_1


Di tempat yang terpencil Vic tidak memiliki tetangga atau pun bantuan siapapun. hidup mati tidak ada yang tahu. ia hanya bisa tergeletak tidak bisa bergerak. luka yang dia alami cukup parah dan mengeluarkan banyak darah sehingga wajahnya semakin memucat dan lemah.


Siang itu Lee yang sudah berhasil membunuh sasaran ketiganya dan berniat memburu sasaran keempat.


"Ke mana Lucas selama ini, kenapa tidak melihatnya dan tidak bisa mengetahui keberadaannya," ucap Lee.


Malam hari.


Lee menghentikan mobilnya di salah satu warung makan. di tempat yang jauh dari kota hanya terdapat warung makan setelah jarak beberapa puluhan kilometer.


"Selamat datang, Tuan. silakan masuk dan terima layanan kami!" sahut wanita cantik itu dengan senyum ramah.


Lee melangkah ke pojokan dan duduk di sana. semua wanita cantik itu melihatnya dengan senyum, pria tampan itu menarik perhatian semua wanita di sana dan berniat ingin mendekatinya. lima dari mereka menghampiri Lee yang sedang menuangkan air putih ke gelas beningnya.

__ADS_1


"Tuan, namaku adalah Daisy, ini adalah buku menunya. silakan dipilih!" ucap yang memberikan buku menu makanan.


"Hidangkan saja makanan paling enak di sini," jawab Lee sambil meneguk minumannya.


"Baiklah, Tuan. aku adalah Moza, selain makanan Anda bisa memilih minuman juga," ucapnya.


"Cofee saja," jawab Lee


"Tuan, namaku adalah Lily, selain minuman Anda juga bisa memilih kami sebagai teman makan Anda," ujar Lily.


"Teman makan? aku baru dengar ada tawaran seperti itu," kata Lee.


"Tuan, jasa kami bukan hanya temani Anda makan, kami juga bisa melakukan hal lain untuk Anda. mungkin saja tuan bisa menginap di sini. selain jual makanan di lantai atas adalah penginapan. tentu saja setiap pelanggan yang datang kami akan melayaninya," kata wanita cantik itu yang mendekati Lee. tangan wanita itu menyentuh bagian dada dan secara perlahan menurun ke bawah dengan berniat ingin menyentuh pusaka pria tampan itu.

__ADS_1


Niat wanita itu ingin membangkitkan gairah pelanggannya, wajah tampan Lee membuat wanita itu tidak sabar ingin memilikinya.


"Malam ini aku adalah milikmu," ucap wanita itu yang berbisik di telinga Lee.


__ADS_2