Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Misi Balas Dendam kelima


__ADS_3

"Kami tidak ada rahasia, dia hanya merasa terancam dengan kami, semua perbuatan jahatnya hanya kami yang tahu, oleh sebab itu dia ingin membunuhku dan Yonez," jawab Bones.


"Apakah Yonez juga ikut terlibat dalam perampokan itu?" tanya Lee.


"Dia tidak membunuh orang, akan tetapi dia berperan besar di belakang. karena dia adalah sahabat keluarga Anderson yang kami bunuh saat itu," jawab Bones.


"Apa yang kamu maksudkan? dia sahabat korbanmu? bukankah sama saja dia sudah mengkhianati teman sendiri?"


"Keluarga Anderson sangat kaya dan Yonez bekerja sama dengan Lucas, untuk merampok Javier Anderson," kata Bonez


"Aku baru ingat, Yonez adalah manager papaku yang sering mengurus keuangan perusahaan papaku, selama ini kami menganggapnya sebagai keluarga sendiri ternyata dia dalang utama atas kejadian ini," batin Lee.


"Berikan fotonya padaku! aku akan membawanya pergi dari pulau sana. jangan lupa transfer uang ke nomor rekening ku!"


"Di laci meja sana ada foto kami berdua, mudah-mudahan dia terselamat," ucap Bones.


Lee menghampiri meja yang ditunjukan oleh Bones, ia membuka laci dan melihat terdapat foto dalam bingkai yang tersimpan di dalam sana.


"Dasar kurang ajar, dia adalah pengkhianat, dan dalang utama atas kejadian ini. akhirnya perbuatan dia terungkap," batin Lee.


"Dia adalah pria breng.sek yang mengkhianati sahabat sendiri, selama sepuluh tahun kalian hidup bebas setelah membunuh dan merampok, apakah kalian tidak sadar berapa nyawa yang terkorban atas perbuatan kalian itu," ujar Lee yang kembali duduk ke sofannya.

__ADS_1


"Akhirnya kalian mendapatkan balasan, setelah kamu mati, maka giliran sahabatmu lagi," ucap Lee dengan senyum.


"Apa yang kau katakan, bukankah kau adalah bayaran Lucas?"


"Dia adalah sasaranku, dan suatu saat dia akan mati di tanganku," kata Lee.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Bones.


"Aku adalah putra Javier Anderson yang adalah korban terakhir kalian," jawab Lee


"Pu-putra Anderson? tidak mungkin kau masih hidup, saat kau sudah sekarat," ujar Bones yang tidak percaya.


"Sementara Yonez si pengkhianat itu, pasti akan menerima karma yang lebih parah dari kalian."


"Kau kembali untuk membalas dendam," ucap Bones.


"Tentu saja! aku sudah pernah mati sekali dan kini tujuanku adalah membunuh kalian satu-persatu," jawab Lee.


Lee melepaskan tembakan tepat pada jantung musuhnya yang tergeletak di depannya.


Dor...

__ADS_1


Satu tembakan yang dilakukan oleh Lee berhasil membunuh sasarannya itu.


"Sekarang giliran Yonez," ucap Lee yang melihat foto sasaran selanjutnya


Setelah beberapa saat kemudian Lee meninggalkan apartemen itu.


Ia menuju ke pelabuhan untuk menaiki Speedboat


menjumpai pengkhianat keluarganya.


Lee menaiki Speedboat dan berangkat langsung di siang itu untuk melanjutkan misi balas dendamnya.


"Kenapa Bones mengatakan ada mafia yang sedang mengincar mereka? siapa mafia itu? apakah mungkin mafia itu adalah ayah angkat ataupun kelompok lain?"batin Lee.


Siang hari cuaca panas karena teriknya matahari, perjalanan menuju ke pulau seberang membutuhkan waktu selama tiga jam.


Setelah tiga jam kemudian Lee akhirnya tiba di pulau yang sepi dan hanya beberapa warga yang tinggal di sana.


Lee kemudian berjalan sambil melihat daerah sana yang hanya terdapat beberapa rumah.


"Dia sangat pintar, tinggal di tempat ini, jauh dari kota dan sepi. tapi tetap saja tidak bisa lolos dariku," ucap Lee.

__ADS_1


__ADS_2