
Lee berjalan ke suatu tempat sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Bones.
Sebuah rumah papan dan di kelilingi pohon-pohon yang tinggi serta pagar rendah dan terdapat tanaman bunga di halaman depannya.
Lee melepaskan kaca mata hitam dan melihat rumah itu yang pas di depannya. kemudian ia melangkah dan menghampiri rumah itu.
Setelah berdiri di depan pintu Lee mengetuk pintu tersebut.
Tuk...tuk...tuk...
Selama beberapa saat tidak ada yang membuka pintu. Lee masih menunggu di luar dengan penuh kesabaran.
"Seharusnya ini adalah alamatnya, Yonez, papa dan mamaku sudah menganggapmu sebagai keluarga sendiri. tapi apa yang sudah kamu lakukan terhadap kami. karena ulahmu aku harus kehilangan keluargaku. Lucas pantas mati. tapi kau tidak lebih dari seekor binatang," ketus Lee.
Tidak lama kemudian seorang pria yang beruban menghampiri Lee yang sedang berdiri di depan rumah itu.
"Anak muda, kamu mencari siapa?" tanya pria itu.
"Apakah namamu adalah Yonez?" tanya Lee.
Pria itu terkejut saat mendengar pertanyaan Lee yang masih asing baginya, selama sepuluh tahun dia memilih pulau sebagai tempat persembunyiannya.
__ADS_1
"Aku masih ingat denganmu, kau adalah Yonez. komplotan Lucas," ujar Lee.
"Aku tidak mengenalmu dan kamu sudah salah orang," kata Yonez yang menyangkal.
"Kenapa, apakah karena telah banyak melakukan kesalahan sehingga takut dan tidak berani mengaku? ke mana pun kamu pergi tetap akan dicari sampai dapat," ujar Lee
"Aku tidak tahu apa yang kamu katakan," ucap Yonez yang ingin melangkah masuk dan diikuti oleh Lee.
"Ingin menghindar setelah melakukan kesalahan? walau kau bisa menghindar dari kami tapi kau tetap tidak bisa menghindar dari Tuhan. selama kau menghianati dan membunuh orang maka hantu mereka pasti mendatangimu," ujar Lee.
"Jangan ikuti aku! pergi!" bentak Yonez yang cemas.
"Aku datang adalah untuk melanjutkan misiku, mana mungkin aku pergi," bentak Lee yang mendorong Yonez hingga masuk ke dalam. setelah berada di dalam Lee menutup pintu tersebut.
"Aku belum mulai kau sudah ketakutan? apakah kau tidak bisa menebak siapa diriku?" tanya Lee yang menghampiri pria itu yang sedang ketakutan.
"Jangan mendekat! aku tidak berhutang padamu, jangan mendekatiku," kata Yonez sambil memundurkan langkahnya.
"Apakah sudah lupa denganku? sepuluh tahun yang lalu kita sering bertemu dan kau sering datang ke rumahku," ucap Lee.
Yonez melihat pria yang ada di depan matanya sambil berusaha mengingat siapa pria itu.
__ADS_1
"Masih lupa denganku? baru sepuluh tahun kita tidak bertemu dan sekarang kau sudah tidak ingat denganku lagi," ujar Lee yang mendekati Yonez.
"Jangan mendekat!"
"Lihat wajahku dengan teliti! tidak mungkin kau tidak bisa kenal denganku," kata Lee yang mengeluarkan pisau.
Yonez yang melihat wajah yang sudah tidak asing, dia ketakutan sehingga gemetar disekujur tubuhnya.
"K-kau...."
"Sudah ingat denganku?" tanya Lee.
"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Yonez yang memundurkan langkahnya.
"Untuk menjumpaimu, demi misi balas dendamku," jawab Lee
"Tidak! tidak!"
"Kenapa kau takut jika berani mengkhianati teman sendiri, seharusnya kau tahu akan ada akibatnya. dan akulah yang akan membalasnya."
"Lee Anderson, bagaimana bisa kau masih hidup?"
__ADS_1
"Aku diselamatkan oleh mafia, aku dilatih menjadi manusia yang kejam, demi balas dendam kematian keluargaku. aku harus hidup dan membunuh semua yang menyebabkan aku kehilangan keluargaku," jawab Lee.