Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Mulai Bosan


__ADS_3

"Lee, cara yang kamu gunakan tidak tanggung-tanggung, dengan cara seperti ini memang tidak perlu membuang banyak waktu dan peluru kita," ujar Lezo.


"Dan ada satu lagi, aku telah mengirim paket ke tempat Caprio dengan mengunakan atas nama Rose Hitam," kata Lee.


"Apa yang kamu kirim untuk dia?" tanya Alvin.


"Sebuah hadiah besar, yang bisa mematikan anggotanya. kalau dia bernasib baik dan terselamat maka aku yakin orang yang dia cari adalah Rose," jawab Lee.


"Kau mengunakan nama Rose sebagai pengirim, ini bukankah kamu sedang ingin membuat mereka saling membunuh?" tanya Lezo.


"Benar! dan kita lihat saja hasilnya nanti," jawab Lee dengan senyum.


"Ha-ha-ha-ha...bagus...bagus...aku suka dengan caramu agar mereka bermusuhan," ujar Alvin sambil tertawa gembira.


"Kita tunggu saja pembalasan dari Rose Hitam," ucap Lezo.


Rose Hitam.

__ADS_1


Malam itu Monica berada di Aula bersama dengan Rose yang sedang duduk sambil meneguk anggur merah.


"Mama, rencana kita telah gagal mereka sama sekali bukan lawan Black Eagle," ujar Monica.


"Mereka tidak berguna sama sekali, tiga kelompok bergabung bisa kalah dari Black Eagle," ucap Rose.


"Informasi yang aku dapatkan adalah mereka semua kalah dari Lee Anderson. dia yang memimpin anggota untuk melawan mereka," kata Monica.


"Lee Anderson? nama ini sangat tidak asing bagiku, di mana aku pernah mendengarnya," ucap Rose yang penasaran.


"Dia sudah lama tidak menampakan diri karena menjadi buronan polisi selama bertahun-tahun lamanya. hingga saat ini dia hanya bersembunyi dan menikmati hidupnya di Texas," jawab Rose yang menghabiskan minumannya dalam satu tegukan.


"Dia telah bersembunyi selama sepuluh tahun setelah melakukan banyak perampokan dan pembunuhan. hingga kini pihak kepolisian masih tidak bisa melacaknya," ujar Monica.


"Kita telah mengunakan tiga kelompok mafia, akan tetapi mereka bisa dikalahkan dengan begitu muda oleh Lee Anderson. aku penasaran sehebat apa bocah ini," kata Rose.


"Mama, banyak yang mengatakan dia sangat hebat dalam ilmu bela diri, menembak, dan jurus-jurus lainnya. Alvin Salveston memiliki satu-satunya anggota yang paling cemerlang. dia sangat penting bagi kelompoknya. dengan informasi mengatakan dia adalah anak angkat Alvin. mungkin saja suatu saat dia akan menjadi penerus pria tua itu," kata Monica.

__ADS_1


"Ha-ha-ha...penerus? dia tidak tahu kalau putri kandungnya masih hidup dan akan berhadapan dengan mereka. suatu saat nanti Angel akan muncul sebagai musuh mereka," ujar Rose sambil menatap senyum ke arah gelas beningnya.


"Aku tidak sabar menunggu hari itu," kata Monica dengan senyum.


Tempat tinggal Angel.


Angel berdiri di balkon dan mengamati pemandangan indah di malam hari, gadis itu yang mengenakan pakaian tidur dan tanpa make tetap kelihatan sangat menawan. mata indahnya sedang melihat gedung-gedung tinggi yang dihiasi lampu berwarna-warni.


Angel yang berdiri di sana sedang memikirkan apa yang telah dia lalui selama ini, sejak kecil kehidupannya tidak seperti anak-anak yang menjalani kehidupan bahagia bersama orang tua mereka. dirinya malah harus berkerja keras untuk tetap hidup. setiap hari berlatih hanya demi menjadi senjata bagi Rose Hitam. kalau gagal maka nyawanya dijadikan sebagai penganti.


"Apakah di dunia ini ada tempat untukku? mungkin saja suatu saat aku akan mati ditembak di manapun atau kapanpun. kehidupan ini sangat hampa. tidak memiliki siapapun di dunia ini. semua yang ku kenal hanya orang yang bersikap iri dan saling membunuh," batin Angel.


Angel melihat kedua telapak tangannya dan berkata," kedua tangan ini telah membunuh banyak orang, mungkin suatu saat aku juga akan dibunuh. di dunia gelap kalau tidak membunuh maka kita yang akan dibunuh. mama adalah seorang yang tidak berperasaan dan hanya mengunakan kami semua sebagai alat untuk membunuh. ketika gagal maka kami harus mati. satu-satu caranya agar bisa hidup adalah harus lebih kuat dan tidak boleh ada perasaan."


"Hidup ini seperti tidak ada arti sama sekali, selama hidupku sudah berapa orang yang ku bunuh," gumam Angel.


"Ini bukan kehidupan yang ku inginkan, dan aku sudah mulai bosan," ucap Angel.

__ADS_1


__ADS_2