Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Menikam Diri Sendiri


__ADS_3

"Aku hanya khawatir kalau lawannya adalah Lee Anderson yang dikenal paling handal dari kelompok Black Eagle," kata Monica


"Kalau saja dia mati maka tidak seru lagi," ucap Rose.


"Mama, apa yang tidak seru?" tanya Selvie yang penasaran.


"Keluarlah! tidak ada urusanmu di sini!" perintah Rose pada Selvie


"Baik, Mama," jawab Selvie dengan patuh. dan kemudian melangkah pergi.


"Mama, apakah dia benar-benar sudah meninggal?" tanya Monica


"Aku berharap tidak, kalau saja dia mati dibunuh Lee Anderson atau yang lainnya, maka rencanaku hanya sia-sia selama ini," jawab Rose.


"Apakah Mama ingin dia bertemu dengan Alvin Salveston?"

__ADS_1


"Aku ingin mereka saling membunuh, apapun hasilnya itulah yang ku inginkan," ujar Rose.


"Andaikan saja Angel masih hidup, maka kita masih ada kesempatan melihat dia dan ayah kandungnya saling membunuh," ucap Monica.


"Itu adalah harapanku ingin melihat pria itu saling membunuh dengan putrinya," kata Rose.


Selvie yang dari tadi sama sekali tidak meninggalkan aula, ia berdiri di luar dan mencuri dengar pembicaraan di antara Monica dan Rose.


"Ayah kandung dan putri kandung? apakah yang dimaksudkan adalah Angel dan Alvin Salveston? apa mungkin Angel adalah putri kandung Alvin Salveston?" batin Selvie.


"Cari Angel sampai dapat! aku masih tidak percaya bahwa dia sudah tewas, mungkin saja dia mengalami cedera parah," perintah Rose.


Selvie yang mendengar sebuah rahasia mengenai latar belakang Angel tentu saja ia merencanakan sesuatu yang berniat buruk. selama ini dirinya selalu saja merasa iri dengan kemampuan Angel yang selalu di atasnya.


"Sangat lucu sekali, ternyata ketua mafia Alvin Salveston adalah ayah kandung Angel. ini sama saja mereka harus saling membunuh. pantas selama ini mama selalu saja mengutamakan dia. baiklah, Angel Rebecca, aku yakin hatimu pasti akan hancur di saat kau mengetahui bahwa orang yang hampir kau bunuh itu adalah ayah kandungmu sendiri. andaikan kau tahu kau pasti akan membalas dendam terhadap mama," gumam Selvie.

__ADS_1


Hotel.


Angel baru membuka matanya dan bangkit dengan posisi duduk. ia memandang ke sampingnya dan tidak terlihat pria yang berhubungan dengannya malam tadi.


"Apakah dia sudah pergi? gila sekali, aku harus menyerah diri pada lawanku sendiri. setelah ini kami adalah musuh. semua yang terjadi semalam bukan keinginan masing-masing. permusuhan tetap tidak berubah. Lee Anderson, aku akan mengunakan caraku untuk berterima kasih padamu," batin Angel.


Angel yang tanpa pakaian ia mengunakan selimut melilit tubuhnya dan melangkah ke kamar mandi. Ia melihat ke cermin dan mendapati bagian leher terdapat bekas ciuman dari pria itu serta seluruh tubuhnya juga terdapat jejak cinta yang ditinggal oleh musuhnya itu.


"Sangat memalukan, aku agak menyesal harus kehilangan kesucianku dengan cara ini, tapi hanya dengan ini aku baru bisa selamat. dan siapa pelaku yang menembakku semalam. kelihatannya dia berniat ingin mempermalukan aku. kalau saja musuh Rose Hitam aku pasti sudah mati," ujar Angel.


Angel kemudian membersihkan dirinya dengan air shower, ia mandi selama satu jam lamanya. tidak lama kemudian setelah selesai mandi ia pun segera memakai pakaiannya.


"Angel Rebecaa, lupakan kejadian semalam. kalau saja kejadian itu diketahui mama nyawaku pasti melayang," gumam Angel.


Angel mengambil pisau dari saku jaketnya dan kemudian menikam bagian perutnya.

__ADS_1


Srek..


"Aahh...," jeritan Angel yang kesakitan.


__ADS_2