Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Ingin Menjadi Terkuat


__ADS_3

"Nominalnya adalah seluruh asetmu," jawab Angel dengan senyum.


"Seluruh asetku? Nona, apakah kamu tidak berlebihan?" tanya James.


"Aku memiliki alasan untuk melakukan itu, apakah Anda bersedia bekerja sama denganku?"


"Bekerja sama denganmu? untuk apa?"


"Untuk keselamatanmu, apakah kamu tahu sekarang kamu adalah sasaran Rose hitam, dan di luar sana ada salah satu murid terpercaya Rose hitam sedang mengawasimu," jawab Angel.


"Apakah kamu juga berasal dari kelompok wanita kejam itu?"


"Iya, tapi aku dan mereka tidak satu pendapat, kalau Anda masih sayang dengan nyawa Anda, lebih baik bekerja sama denganku. dan kalau memang ingin menjadi sasaran mereka maka Anda boleh menolak tawaran ini," jawab Angel.


"Wanita itu ingin merampokku?"


"Kalau gagal, maka dia akan membunuhmu," jawab Angel.


Malam hari.


Rose Hitam.

__ADS_1


"Mama, ini yang kamu inginkan," kata Angel yang menyerahkan selembar cek yang tercantum nominal yang tinggi.


"Ha ha ha ha...bagus...bagus...begitu mudah pria itu bertekuk lutut denganmu, Angel, aku memang tidak salah menilaimu, kau melakukannya dengan baik."


"Ma, sebagai muridmu, aku hanya melakukan yang seharusnya," jawab Angel.


"Angel, kamu pulang dan istirahatlah, kita harus menyusun rencana menyerang Alvin Salveston sebelum kepulangan Lee Anderson," ujar Rose.


"Baik," jawab Angel dengan patuh dan meninggalkan aula.


Setelah Angel pergi, Monica memasuki aula dan menghadap Rose yang duduk di kursi ketua.


"Mama," seru Monica.


"Dia berhasil! pria semua sama saja, hanya gila dengan kecantikan. James sangat tergila-gila dengan Angel," kata Monica.


"Aku malah mengira Angel harus melayaninya agar bisa membuat pria itu patuh padanya."


"Angel tidak perlu melakukan itu sama sekali, Mama, uangnya telah jatuh ke tangan kita, dan apa tindakan kita selanjutnya?"


"Tujuanku adalah ingin membunuh Alvin Salveston, dan aku ingin menjadi terkuat," jawab Rose.

__ADS_1


"Apakah Lee Anderson sudah kembali?"


"Belum! kita harus bertindak sebelum kepulangan dia, dan setelah Alvin Salveston tewas, sasaranku selanjutnya adalah semua kelompok mafia yang di negara ini. aku ingin menjadi yang paling kuat dan paling ditakuti," jawab Rose.


"Mama, tidak mudah kalau kita ingin membunuh semua kelompok mafia, kekuatan yang kita miliki sama sekali belum bisa mengalahkan mereka," kata Monica.


"Monica, apakah kamu tahu kenapa selama ini kita merampok uang pengusaha kaya?"


"Untuk dana semua biaya murid-murid di sini."


"Bukan hanya itu saja, tapi juga membeli sesuatu untuk menjatuhkan lawan-lawan kita, kalau kita ingin menjadi terkuat kita harus bisa menyusun rencana dari awal!"


"Apakah kita akan membeli senjata?"


"Tentu saja tidak! tapi yang ingin ku beli adalah sesuatu yang tidak bisa lihat saat kita mengunakan, dengan cara ini maka tidak ada yang bisa kalahkan kita dan mereka juga akan mati dengan cepat," jawab Rose dengan senyum.


"Sesuatu yang tidak bisa dilihat? apakah racun? kita akan meracuni mereka?"


"Ha ha ha ha...tentu saja bukan, tapi adalah virus," jawab Rose dengan tertawa.


"Virus? virus apa yang kita gunakan?" tanya Monica dengan tidak percaya.

__ADS_1


"Virus yang bisa menewaskan mereka dalam seketika."


"Mama, bukankah sangat bahaya kalau kita mengunakan virus? kalau saja menyebar maka kita akan melibatkan orang lain? kenapa tidak mengunakan racun saja?"


__ADS_2