Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Ungkap Masa Lalu Javier


__ADS_3

"Aku pernah ingin membunuh bosmu, dan sekarang kau mengajakku pergi, bukankah sangat aneh?"


"Angel, aku lebih memilih kita tidak bermusuhan, aku tahu kondisimu didesak oleh Rose untuk melakukan perintahnya. tapi kamu bisa memilih tinggalkan semua itu. dan mulai hidup baru."


"Mulai hidup baru bersamamu? sedangkan kamu juga anggota kelompok Black Eagle, apakah kamu akan pergi dari sana atau tetap tinggal?"


"Aku akan tetap tinggal karena di sana adalah duniaku," jawab Lee.


"Sangat lucu kalau aku tinggal di sana."


"Angel, papa angkatku ingin bertemu dengamu, dia tidak berniat ingin membalasmu."


"Bertemu denganku? apakah dia tidak menaruh dendam padaku karena aku sudah melukainya?"


"Kalau orang lain dia pasti sudah membunuhnya, tapi denganmu dia tidak memikirkan untuk balas dendam."


"Angel, bagaimana kalau ikut aku pergi bertemu dengannya?" tanya Lee.


"Bertemu dengannya untuk saat ini bukan waktu yang tepat, Rose sedang mengutuskan anggota mengikuti dia, kalau aku muncul di markas Black Eagle, Rose pasti akan tahu kalau aku akan mengkhianatinya. aku belum membunuhnya. aku tidak akan menjumpai Alvin. wanita itu harus mati di tanganku," batin Angel.


"Aku tidak akan ikut denganmu, aku masih belum melakukan rencanaku," jawab Angel yang berjalan menghampiri mobilnya.

__ADS_1


"Kamu masih ingin kembali ke sana?"


"Iya, karena aku ingin melakukan sesuatu, sampaikan pesan pada bosmu, aku akan menemuinya setelah urusanku selesai!" kata Angel yang membuka pintu mobilnya.


Angel menghidupkan mobilnya dan meninggalkan Lee di sana.


"Aku harus membunuh wanita itu dengan tangan sendiri, mati ataupun hidup aku tidak peduli lagi, andaikan aku mati maka biarkan identitasku terkubur selamanya. selama ini papaku juga tidak tahu kalau aku adalah putrinya," ucap Angel.


Markas Black Eagle.


Lee telah kembali ke markas dan menghadap ayah angkatnya.


"Aku menemukan sahabat papaku yang juga penyebab kematian keluargaku, aku sudah membunuhnya."


"Pengkhianat memang pantas mati, kau melakukan dengan baik."


"Tapi, aku merasa penasaran dengan satu hal," ujar Lee dengan heran.


"Apa yang membuatmu penasaran?"


"Mereka mengatakan bahwa saat itu mereka diincar oleh pihak kepolisian dan juga kelompok mafia, aku tidak tahu mafia mana yang mereka katakan."

__ADS_1


"Apakah mereka tidak tahu sama sekali?" tanya Alvin.


"Mereka tidak tahu, perampok itu menghilang karena dikejar pihak kepolisian dan mafia, sehingga mereka tidak berani lagi muncul. dan semua pisah jalan masing-masing," jawab Lee.


"Mungkin saja mafia yang mengejarnya adalah musuh mereka."


"Papa angkat, sepuluh tahun yang lalu, selain kelompok kita apakah masih ada mafia lain?" tanya Lee.


"Lee, karena kamu sudah tahu mengenai mafia yang mengincar mereka, maka aku juga tidak ingin menyembunyikan darimu lagi," ujar Alvin.


"Apakah masih ada yang belum aku ketahui?" tanya Lee yang penasaran.


"Iya, dan rahasia ini telah disembunyikan selama tiga puluh tahun lebih, saat itu papa dan mamamu belum menikah."


"Papa angkat mengenal orang tuaku?"


"Bukan saja kenal, tapi sangat kenal dan akrab, sebelum kita bertemu di malam kejadian itu, aku sudah mengenalmu dari sejak kamu masih bayi. dan malam itu adalah pertemuan kita yang kedua kali," jawab Alvin.


"Pertemuan kedua kali? apakah papaku dari kelompok kita?"


"Benar katamu! papamu adalah bagian dari kami, tapi karena dia jatuh cinta pada gadis biasa dia memilih mundur dari dunia mafia. dan menjadi seorang arsitek. saat itu papamu dan aku adalah sahabat baik. sangat disayangkan dia memilih mundur. tapi setelah dia menikah kami masih saling berkomunikasi. aku masih khawatir dengannya. kamu juga tahu di saat kita mulai menginjak kaki ke dunia mafia di saat itulah kita memiliki banyak musuh. dan kalau kita mundur maka akan banyak musuh lama yang akan mengincar kita," ungkap Alvin.

__ADS_1


__ADS_2