
Rose dan Angel saling menyerang dengan sekuat tenaganya.
Brugh...
Tendangan dari Rose mengenai tubuh Angel sehingga menyebabkan gadis itu terkapar.
Bruk.
"Aargh!"
"Angel Rebbeca, kau ingin melawanku, kau masih belum layak," ketus Rose yang ingin menendang lawannya itu.
Angel langsung bangkit dan membalas serangan dari Rose.
Brugh..
Tendangan dari Angel mengenai tubuh Rose.
"Urgh...," jeritan Rose yang kesakitan.
"Apa kau mengira bisa mengalahkan aku? jangan lupa, aku adalah gurumu, sehebat apa dirimu hanya aku yang tahu," ketus Rose yang menyerang tanpa berhenti.
Rose menahan tangan Angel, Angel mengunakan kakinya menendang Rose, tendangannya lagi-lagi sempat dihindar Rose yang memundurkan langkahnya ke belakang, kemudian Angel membalikkan badannya dan langsung menyerang wajah Rose dengan kakinya. Rose dengan cepat langsung menahan kaki panjang gadis itu dan lalu memutarkan kaki Angel sehingga membuat tubuh gadis itu berputar dan hampir terbanting di lantai, Angel langsung menahan tangannya ke lantai agar tubuhnya itu tidak terhempas.
"Wanita iblis, kalau kau sanggup bunuh saja aku!" ketus Angel yang tidak puas dan bangkit serta menyerang dengan mengunakan tendangan demi tendangan ke arah lawannya itu.
Serangan demi serangan dilakukan oleh Angel yang berusaha ingin mengenai lawannya. akan tetapi serangannya berhasil dihindar oleh wanita kejam itu.
Selama pertarungan itu serangan Angel tidak mampu mengenai lawannya, Rose hanya mengelak dengan cepat dari serangan anak didiknya itu.
"Angel Rebecca, tidak ada gunanya kau menyerangku, kau tidak akan bisa mengalahkanku," kata Rose yang sedang mengelak dari setiap serangan Angel.
"Aku tidak percaya tidak bisa mengalahkanmu," ujar Angel yang menyerang dengan bertubi-tubi dari serangan tangan hingga dari tendangan kakinya.
"Hiaaaak...," teriakan Angel yang melompat sambil menendang ke arah lawannya.
Rose langsung membalas dengan tendangannya mengenai kaki Angel.
Bruk
Akibat balasan dari Rose, Angel langsung terpelanting ke lantai.
__ADS_1
Brugh
"Aaarrghh...," jerit Angel yang terhempaskan ke lantai.
"Sudah ku katakan, tidak ada gunanya usahamu, kau tidak akan bisa mengalahkanku," ujar Rose.
"Malam ini permusuhan kita harus segera diakhiri," ketus Angel yang mengeluarkan pisaunya dan menyerang lawannya itu.
Serangan Angel dengan mengunakan pisau tajam, ia berusaha ingin melukai wajah dan tubuh sasarannya, akan tetapi usahanya tetap gagal karena Rose berhasil mengelak dengan cepat.
"Apa hanya begini kehebatanmu," ketus Rose yang mengenggam kuat pergelangan tangan Angel, sehingga pisau itu terlepas dari pegangan Angel dan kemudian direbut olehnya.
Rose ingin menikam lawannya dengan pisau itu, Angel langsung membalikan badannya dan melayangkan pukulan ke wajah lawannya.
Brugh...
"Augh," jerit Rose yang kesakitan di bagian hidungnya yang mengeluarkan darah.
"Bagaimana rasanya?" tanya Angel.
"Hanya ini kemampuanmu, Angel Rebecca, kau tetap tidak akan bisa mengalahkanku, ilmu yang kau pelajari tidak akan bisa mengalahkanku. aku tetap harus waspada pada semua muridku. jadi...mana mungkin aku mengajarkan kalian semua jurusku," ketus Rose.
"Pertarungan kita belum berakhir, jadi...lebih baik kau jangan bersikap sombong," kata Angel.
Angel maju dan menyerang Rose dengan mengeluarkan senjata tajamnya yang lain dan menyayat leher wanita itu dengan gerakan yang sangat cepat.
Srek..
Angel yang melewati Rose berhasil melukai leher sasarannya sehingga wanita itu berdiri diam di sana.
Kini posisi mereka saling membelakangi, terdapat tetesan darah dari pisau milik Angel yang menetes ke lantai.
Sementara Rose yang lehernya telah terluka ia tidak mampu lagi untuk bicara.
"Aku memang tidak sehebatmu, tapi untuk mengalahkanmu, aku belajar jurus lain, yaitu kecepatan tangan. aku diajarkan untuk membunuh agar bisa tetap hidup asalkan aku tetap lebih kuat dari yang lain. dan sekarang aku telah berhasil membunuhmu demi orang tuaku," ucap Angel.
Tidak lama kemudian Rose tumbang dan tergeletak tidak bernyawa.
Setelah selesai membunuh musuh terbesarnya, Angel meninggalkan apartemennya.
Saat ia melangkah keluar dari bangunan itu, ia telah dikepung oleh semua murid Rose yang sedang menodong senjata ke arah mereka.
__ADS_1
"Kalian ingin membunuhku? apa tidak salah? Rose yang selama ini menjadikan kita sebagai alat membunuh telah tewas. dan apakah kalian tidak berencana kembali ke rumah masing-masing?" kata Angel.
"Kami sudah tidak memiliki keluarga, dan mama yang telah menyelamatkan mami. karena kamu sudah membunuhnya maka kau harus mati," bentak salah satu dari mereka.
"Dasar bodoh!" ketus Angel.
Di saat Angel di kepung sekitar tiga puluhan anggota Rose Hitam yang menodong senjata ke arahnya, Lee Anderson muncul dan mengunakan dua pistolnya melepaskan tembakan ke arah mereka semua.
Dor...
"Aarghh...."
Dor...
"Aarghh...."
Dor...
"Aarghh...."
Tembakan beruntun dari Lee menembus kepala dan jantung mereka satu-persatu. tidak lama kemudian mereka tergeletak tidak bernyawa tanpa memilik kesempatan untuk membalas.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Angel.
"Aku datang untuk menyelamatkanmu," jawab Lee.
"Apa alasannya kau ingin menyelamatkanku?"
"Karena...hidupmu sudah menjadi bagian dari tanggung jawabku," jawab Lee.
"Aku ingin bertemu dengan seseorang!"
"Alvin Slaveston sedang menunggumu," ucap Lee.
Angel kemudian meninggalkan tempat itu mengikuti Lee menuju ke kelompok Black Eagle.
Tamat..
Terima kasih teman-teman telah ikuti ceritanya hingga akhir bab.
Dan maaf karena author sedang sibuk belakangan ini sehingga banyak yang tidak terkejar upadatenya πππ..
__ADS_1
Akan hadir untuk season ke 2. silakan klik favorit untuk menerima notifikasi bila author sudah mulai upadateπ€π€π€π€.