
Sesaat kemudian Lee mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu.
Setelah dua minggu kemudian.
Luka Angel telah semakin membaik, ia berada di kamar dan berdiri di balkon sambil melihat pemandangan.
"Pemandangan kota yang indah, sayang sekali hidup tidak seindah pemandangan," gumam Angel.
"Bagaimana caranya aku menyelidiki keberadaan keluargaku, Selvie sepertinya mengetahui di mana posisi ayahku, apakah benar dia masih hidup atau wanita itu sengaja membohongiku," batin Angel.
Klek.
Suara buka pintu yang dilakukan seseorang yang melangkah masuk ke kamar Angel.
Angel berpaling dan memandang wanita yang memasuki kamarnya yang tidak lain adalah Rose.
"Mama," seru Angel.
"Hm...bagaimana dengan lukamu? apakah sudah baikkan?"
"Mama, lukaku sudah baikkan. jahitan sudah kering dan tidak begitu sakit lagi," jawab Angel..
"Baguslah kalau cepat sembuh, jangan lupa bahwa dirimu adalah aset bagi kami, jangan sampai kamu terluka lagi."
__ADS_1
"Maaf, Mama. ini adalah kelalaianku," ucap Angel sambil menunduk.
"Semua orang bisa terluka, asal bisa selamat itu yang paling penting," ujar Rose yang berdiri di samping Angel sambil melihat pemandangan.
"Apakah ada misi untukku?"
"Bunuh Lee Anderson!" jawab Rose.
"Di mana dia?" tanya Angel.
"Sepertinya dia sedang di luar kota, selama beberapa minggu ini dia tidak menampakan diri," kata Rose.
"Apakah kita ada infonya?" tanya Angel.
"Aku akan melakukannya," jawab Angel dengan patuh.
"Hm...aku percaya padamu, dan aku yakin kau tidak akan gagal," ucap Rose yang menepuk pundak muridnya itu.
"Terima kasih, atas kepercayaannya," ucap Angel.
"Istirahatlah! lukamu baru sembuh jangan banyak bergerak dulu! setelah aku menentukan jadwalnya, kau akan menerima perintahku," ujar Rose.
"Siap," jawab Angel.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Rose melangkah keluar dari kamar muridnya.
"Aset kalian? siapa yang tidak tahu aku hanya alat untuk membunuh, andaikan aku gagal pasti akan mati di tanganmu," batin Rose.
"Aku harus bisa membunuh Alvin salveston, demi meneruskan hidupku aku harus bisa membunuh dia. tapi, kenapa di saat itu aku tidak sanggup melakukannya," ucap Angel.
"Menjadi pembunuh tidak pantas berhati lembut, aku salah besar seharusnya bunuh saja dan selesaikan misiku," batin Angel.
Departemen kepolisian.
Muller lagi-lagi mendapat laporan dari pihak kepolisian dari kota lain.
"Pak, Vic Muller juga seorang perampok yang adalah komplotan Thiaro dan Flores, dia adalah korban ketiga. hanya saja dia lebih beruntung karena masih hidup," ujar Laz
"Dan paling kasihan adalah walau hidup juga menderita, seluruh tubuhnya sudah cacat. dari atas hingga ke bawah. tidak bisa sembuh dan normal kembali. dan yang paling sadis adalah dia sudah menjadi wanita juga," ucap Mob.
"Pembunuh yang sama, aku samakin yakin kalau pembunuhan ini ada hubungan dengan Lee Anderson," kata Muller.
"Pak, mungkin benar juga! kalau mereka tidak ada hubungan dengan pembunuh, mana mungkin mereka bertiga disiksa dulu sebelum dibunuh. dari istri dan adik mereka harus menerima siksaan juga," ujar Chanz.
"Apakah belakangan ini tidak ada kabar Lee Anderson?" tanya Muller.
"Tidak ada yang melihat dia, di setiap jalan rekan kita ada periksa pengendara yang lalu lalang, akan tetapi tidak ada yang pernah melihat kemunculan dia," jawab Laz.
__ADS_1
"Dia tidak berada di dalam kota, dan bisa jadi dia pergi ke kawasan pendalaman itu, untuk membalas dendam," ucap Muller.