
"Bagaimana caranya agar kita bisa menemukan bukti? sementara kondisi Vic Muller hingga kini masih tidak ingin bicara," ujar Laz.
"Dia melihat dengan mata sendiri adiknya disiksa sehingga tewas, mana mungkin dia bisa menerima," kata Chanz.
"Apa yang terjadi pada Lee Anderson di saat itu, ke mana dia selama ini dan apakah belakangnya ada orang yang mendukungnya," ucap Miller yang penasaran.
"Perintah semua anggota kita! tetap berada di jalan keluar masuk kota, kalau saja dia kembali ke kota, kita pasti bisa mengetahuinya," perintah Muller.
"Siap, Pak," jawab Laz.
"Pak, pembunuh ini. sangat profesional, tiga pembunuhan yang dia lakukan tanpa meninggalkan jejak. dua korban istri dan putri Flores menjadi gila, dan sekarang pria itu tidak ingin bicara. kita memiliki saksi tapi mereka tidak bisa berkata apapun," ucap Mob.
"Aku ingin menemui dia!" ujar Laz.
"Tapi, sekarang dia masih diam dan tidak ingin bicara," kata Mob.
__ADS_1
"Mari kita berikan dia beberapa lembar foto, walau dia tidak bisa bicara, tapi aku yakin ingatannya masih bagus dan bisa mengenali orang yang membunuh adiknya," ujar Muller yang melangkah keluar dengan diikuti oleh rekannya.
Setelah satu jam kemudian Muller bersama rekannya tiba di rumah sakit, ia menuju ke kamar Vic Miller.
Klek.
Muller melangkah masuk menghampiri ranjang Vic yang dalam kondisi mata terbuka dan diam tanpa reaksi.
"Vic Miller, kita bertemu lagi, aku tahu kau bisa mendengarkanku, aku ingin membantumu menangkap pembunuhnya. beritahu aku siapa dia. aku memiliki beberapa lembar foto orang yang paling dicurigai. dan kamu harus melihat dengan teliti!" ucap Muller yang menunjukan foto pertama ke depan mata Vic.
Lalu Muller menunjukan foto kedua, seorang pria gemuk dan berkumis.
Karena tidak ada reaksi sama sekali,.Muller lagi-lagi menunjukan foto lain. pria yang di foto ketiga adalah pria berambut panjang ikal dan hitam.
"Vic Miller, pilih yang mana pelakunya, dan aku bisa membantumu untuk menangkapnya. kau harus kuat dan menghadapi kenyataan," kata Muller yang menganti foto keempat.
__ADS_1
Foto keempat yang tak lain adalah Lee Anderson.
"Apakah kau mengenalnya? dia adalah Lee Anderson, putra Javier Anderson yang dulunya dibunuh olehmu dan komplotanmu. apa kau masih ingat dengan dia?" tanya Muller.
"Saat itu keluarga Anderson meninggal semua dan hanya sisa dia yang masih hidup. walau masih misteri kenapa dia bisa lolos dari kematian. tapi kasus ini masih belum ditutup. penyelelidikan masih berlanjut. walau tanpa petunjuk apapun," ungkap Muller dengan sengaja.
"Vic Miller, dua rekanmu sudah tewas dengan mengenaskan, aku yakin pelakunya pasti menaruh dendam pada kalian. jika tidak, mana mungkin dia ingin membuang waktu untuk menyiksa kalian," lanjut Muller.
"Apakah dia pelakunya? seorang pemuda yang hilang sepuluh tahun yang lalu, dan kini dia kembali sebagai pembunuh. apakah dia orang yang membunuh adikmu dan menyiksamu?" tanya Muller.
Vic lagi-lagi tidak menunjukan reaksi dan hanya diam. Muller berusaha ingin membuat pria itu menjawab akan tetapi usahanya hanya sia-sia.
"Kelihatannya dia trauma sehingga tidak bisa bicara," ucap Laz.
Mob yang melihat dengan jarak dekat sambil berkata," saat dulu kau adalah perampok, pembunuh dan juga pemerko.sa. aku penasaran orang seperti kalian yang telah merenggut banyak nyawa orang. apakah bisa hidup bahagia? kami semua mencari kalian selama sepuluh tahun."
__ADS_1
"Bukannya aku berhati kejam, akan tetapi apa yang dia alami adalah balasan dari kesalahan dia sendiri," kata Chanz.