Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Muller Merasa Curiga.


__ADS_3

Setelah Selvie meninggalkan kamar, Angel menghela nafas lega.


"Dasar pembawa rusuh, selalu saja menganggu," gumam Angel.


"Apakah yang dia maksud adalah ayahku masih hidup dan dia tahu siapa ayahku? kalau dia memang tahu, aku juga tidak bisa bertanya langsung padanya. karena dia tidak akan mengatakannya. bagaimana caranya agar aku bisa mengetahui kebenarannya?" batin Angel.


"Mama pasti mengenal keluargaku, selama ini semua muridnya tidak pernah berani bertanya di mana keluarga kami, dan hanya bisa patuh ikut perintahnya saja," ucap Angel.


"Mudah-mudahan saja lain kali tidak bertemu dengan Lee Anderson lagi, tidak mungkin juga karena kelompok kami saling bermusuhan selama ini. kami pasti akan bertemu lagi suatu hari ini. sangat memalukan kalau mengingat kejadian semalam," gumam Angel.


Di sisi lain dokter wanita sedang berbicara dengan Rose.


"Apakah lukanya akan sembuh dalam waktu dekat?" tanya Rose.


"Lukanya cukup dalam, butuh sepuluh hari untuk kesembuhannya, aku baru menjahit lukanya tadi. asal jangan banyak bergerak. maka akan cepat sembuh," jawab dokter itu.


"Hm...baiklah, terima kasih," ucap Rose.


Kelompok Black Eagle.


Siang itu Lee duduk di aula bersama Alvin dan anggotanya lainnya.

__ADS_1


"Bos, kenapa kita tidak menghancurkan saja Rose Hitam? semua karena wanita gila itu sehingga tiga kelompok mafia menyerang kita demi dia," ujar Sanches.


"Tiga kelompok mafia itu yang bodoh karena bisa dibohongi begitu saja, akhirnya mereka mati sendiri," kata Alvin.


"Lee, apakah di saat itu kamu ada melihat gadis yang menembakku?" tanya Alvin.


"Ada! saat kami sedang bertarung polisi datang dan kami pisah jalan, aku tidak mencarinya lagi. aku tidak ingin ada masalah dengan pihak kepolisian agar tidak menyulitkanku ketika aku ingin melakukan misiku," jawab Lee


"Tidak apa-apa kalau begitu!" kata Alvin.


"Lee, bagaimana dengan pelaku yang membunuh keluargamu, apakah mereka masih belum ditemukan?" tanya Lezo.


"Hm...bunuh mereka! jangan sampai ada sisa!" jawab Alvin.


"Aku akan menyiksa sebelum membunuh, apa yang dirasakan oleh keluargaku aku ingin mereka merasakan juga," kata Lee


"Javier, dendammu akan terbalas suatu saat nanti, kau harus melidungi putramu dan juga tunjukkan jalan di mana keberadaan pelaku yang membunuhmu. agar tidak ada yang lolos," batin Alvin.


Departemen kepolisian.


Muller bersama dengan rekan-rekannya. malam itu mereka masih rapat di dalam kantor Muller.

__ADS_1


"Lee Anderson bisa muncul di tempat itu, siapa dia sekarang dan siapa juga wanita itu," ujar Muller yang penuh tanda tanya.


"Apakah jangan-jangan dia adalah pembunuh?" tanya Laz.


"Selama ini dia tinggal di dalam kota atau di luar negeri? ini sangat menimbulkan banyak tanda tanya, aku tidak yakin dia kembali tanpa sebab. keluarganya tewas dengan mengenaskan mana mungkin dia bisa diam saja," ujar Chanz.


"Apakah dia memiliki rencana untuk membalas dendam?" tanya Mob.


"Apakah mungkin dia adalah orang yang membunuh keluarga


Thiaro Santoz dan Flores?" ucap Muller.


"Pak, kenapa bisa mencurigai bahwa Lee adalah pelakunya?" tanya Laz.


"Thiaro Santoz dan Flores adalah perampok sepuluh tahun yang lalu, mereka termasuk buronan kita selama ini," jawab Muller.


"Mereka ada beberapa orang, dan sekarang dua orang sudah tewas, berarti masih ada sisa yang lain yang belum ditemukan," kata Chanz.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Maaf teman-teman. sebelumnya yang judul bab Misi Balas Dendam salah update.

__ADS_1


__ADS_2