
Lee berusaha menolak keinginan gadis itu dengan cara mendorongnya menjauh dari dirinya.
"Apa kau sudah gila ya? apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan sekarang?" ketus Lee yang ingin melangkah pergi.
"Tolong bunuh aku!" pinta Angel yang terduduk di lantai dengan tubuhnya yang lemas.
"Bunuh aku sebelum kau pergi," pinta Angel yang sangat menderita. seluruh tubuhnya kepanasan.
Lee menghentikan langkahnya, dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, selama ini ia tidak pernah merasa ragu untuk melakukan sesuatu. akan tetapi kali ini dia sama sekali kebinggunan tindakan apa yang harus dia ambil. menyetubuhi seorang wanita adalah hal yang tidak pernah dia lakukan selama hidupnya.
"Tolong bunuh aku saja! bukankah kau ingin membalas dendam demi bosmu yang pernah terluka karena aku. maka sekarang adalah kesempatan yang bagus bagimu. lakukanlah!" ucap Angel.
Lee memandangkan ke arah gadis itu yang terduduk di lantai tanpa sehelai benang, sebenarnya Lee sangat ingin menyentuh Angel karena melihat tubuh gadis itu yang begitu seksi. akan tetapi ia hanya menahan diri karena hubungan mereka adalah musuh.
"Lee Anderson, kalau kau ingin menyelamatkanku aku sangat berterima kasih padamu. aku bukan takut mati. aku hanya ingin mengetahui siapa orang tuaku. oleh sebab itu aku berjuang untuk hidup walau banyak penderitaan yang harus ku hadapi. aku tidak akan meminta pertanggung jawabanmu kalau kau melakukannya. tapi...kalau kau memilih pergi. maka tolong bunuh aku dulu!" ucap Angel yang berkeringat membasahi seluruh tubuhnya.
"Baiklah! ini adalah permintaanmu dan jangan mneyesal!" jawab Lee yang melepaskan pakaiannya satu-persatu.
__ADS_1
Setelah tanpa sehelai benang Lee mengendong Angel dan menidurkan ke atas kasur dan mencium bibir gadis itu dengan penuh na*su, begitu pula dengan Angel yang hasratnya sedang mengebu-ngebu. bagian pusaka Lee dan Angel saling bersentuhan. tentu saja hasrat Lee juga sedang memuncak.
Tanpa menunggu lama Lee membuka pangkalan paha gadis itu dan melihat vagi.na yang membuat pria itu semakin tidak sabar ingin segera menuntaskan hasratnya.
Lee mendorong masuk pusakanya yang telah menegang ke dalam vagi.na gadis itu sedalam-dalamnya. terlihat bercak darah yang keluar dari vagi.na gadis itu.
"Aarrgh...," rintihan Angel yang kesakitan.
"Ini adalah pertama kali bagimu?" tanya Lee.
"Cepat lakukan! efek obatnya membuatku bisa mati," ujar Angel sambil menahan sakit dan memejamkan matanya. ia pasrah membiarkan pria itu menguasai bagian intinya. hanya itu caranya agar dia bisa tetap hidup.
Sementara Angel yang kesakitan dan juga nikmat ia mencium bibir pria itu dengan rakus. ia telah dalam kondisi setengah sadar dan hanya ingin menuntaskan hasratnya.
Setelah satu jam kemudian.
Angel mulai dalam kondisi tenang akibat efek obat yang mulai menghilang. Lee melakukan gesekan semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan berulang kali. setelah beberapa saat kemudian Lee menghentikan aksinya dan juga mengeluarkan pusakanya.
__ADS_1
"Siapa namamu?" tanya Lee yang berbisik di telinga Angel.
"Angel Rebecca," jawab Angel yang kemudian tidak sadarkan diri.
"Angel Rebecca? kau adalah gadis empat belas tahun itu? tidak ku sangka kita bertemu lagi," ujar Lee.
"Angel, aku akan ingat malam ini," ucap Lee yang mengecup dahi gadis itu.
Keesokan harinya.
Rose Hitam.
"Mama, setelah kejadian semalam Angel menghilang dan belum kembali. ada yang melihat dia sedang bertarung dengan seseorang," ucap Selvie.
"Siapa orang itu?" tanya Rose.
"Mungkin saja salah satu anggota Black Eagle," jawab Selvie.
__ADS_1
"Apakah Angel kalah dan kemudian dibunuh," ujar Selvie.