Dendam Sang Pembunuh

Dendam Sang Pembunuh
Paket Kiriman


__ADS_3

"Aarrgghh...," jeritan Johanes yang ditembus oleh peluru dan tidak lama kemudian ia tergeletak tidak bernyawa.


Setelah membunuh Johanes, Lee melemparkan granat setelah ia menarik tuasnya.


Duar...


"Aarrgghh...," jeritan serentak anggota Johanes yang masih tersisa.


Lee melempar beberapa granat ke arah lawannya.


Duar...


"Aarrgghh...."


Duar...


"Aarrgghh...."


Duar...


"Aarrgghh...."


Setelah beberapa menit kemudian Lee meninggalkan rumah mewah yang telah rusak karena sebagian yang sudah roboh.


Keesokan harinya.


Berita mengenai Lee yang mengalahkan dua kelompok mafia telah tersebar luas ke telinga salah satu ketua mafia yang juga menyerang Black Eagle di malam tadi.


"Bos, Lee Anderson membunuh Alexandro dan juga Johanes, kelihatannya kita akan menjadi sasaran selanjutnya," ujar pengawalnya ketua mafia itu.


"Kerahkan anggota kita untuk menjaga gerbang kita, agar dia tidak bisa menyerang kita!" perintahnya ketuanya yang bernama Caprio.


"Sehebat apapun dia kalau jumlah kita lebih ramai dia tetap tidak bisa berbuat apa-apa juga," kata Caprio dengan begitu yakin.


"Tapi anggota Alexandro dan Johanes juga tidak sedikit jumlahnya, Lee Anderson hanya sendirian. dan yang dia gunakan adalah bahan peledak sehingga menghancurkan tempat mereka."


"Jacky, dalam semalam dia mengalahkan kelompok Alexandro dan Johanes?"

__ADS_1


"Benar, Bos," jawab Jacky.


"Dia memang terkenal sangat kejam dan paling hebat di antara semua anggota Black Eagle," ujar Caprio yang merasa cemas.


"Bos, aku akan sampaikan perintah bos untuk menyuruh semua anggota mengawasi setiap sisi markas kita. agar dia tidak ada kesempatan untuk menyerang," ucap Jacky.


"Lakukanlah! aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan markas kita. kita semua telah termakan hasutan Rose. kini dua orang itu sudah tewas di tangan Lee. sedangkan Rose hanya diam saja. aku menyesal karena telah menyetujuinya untuk menyerang Black Eagle," kata Caprio.


"Bos, wanita itu hanya mengunakan kita sebagai senjata untuk membunuh musuhnya. siapa yang tidak tahu kalau Black Eagle dan Rose Hitam selama ini bermusuhan. tentu saja wanita itu ingin mencari kelompok mafia yang bisa membantunya," kata Jacky.


"Aku adalah ketua mafia dan begitu bodoh percaya pada wanita itu, ini sama saja mencari musuh."


"Bos, di luar adalah beberapa paket yang datang. kata mereka pengirimnya dari Rose Hitam," kata anggota lainnya yang datang menghadap.


"Kiriman dari Rose Hitam? apa yang dia kirim?" tanya Caprio.


"Tidak tahu, Bos. ini ada suratnya juga," kata anggotanya yang memberikan amplop putih kepada bosnya itu.


Caprio membuka amplop tersebut dan membaca isi surat itu.


"Sebagai tanda terima kasih, aku memberikan hadiah untukmu dan juga anggotamu."


"Apakah paketnya sudah dibuka?" tanya Caprio.


"Belum, Bos," jawab anggotanya.


"Bos, apakah aman?" tanya Jacky.


"Kita tidak bermusuhan dengan dia, tidak ada alasannya untuk mencelakai kita," kata Caprio.


"Buka paketnya!" perintah Caprio pada anggotanya.


"Baik, Bos," jawab anggotanya yang keluar.


Anggota Caprio tidak membawa paket itu masuk ke dalam markas. mereka membukanya di luar dan tidak lama kemudian...


Duar...

__ADS_1


"Aarrghh...," teriakan yang terjadi di luar sana.


Duar...


"Aarrghh...."


Duar...


"Aarrghh...."


Duar...


"Aarrghh...."


Duar...


"Aarrghh...."


"Cepat lihat apa yang terjadi!" perintah Caprio yang merasa cemas.


Jacky langsung melangkah dengan cepat menuju keluar markas.


Sesaat kemudian Jacky berlari masuk ke dalam dan menghadap bosnya itu.


"Bos, gawat, kita dijebak. paket itu berisi bom waktu," ujar Jacky.


"Apa...? bom waktu? bagaimana dengan anggota kita?" tanya Caprio.


"Mereka tewas, ledakannya sangat kuat. dan aku rasa bom waktu yang dikirim tidak hanya satu saja. mungkin lebih dari tiga," jawab Jacky.


"Rose wanita breng.sek, dia beraninya menguna cara ini karena kita gagal, aku akan membunuhnya. serang markasnya!" perintah Caprio dengan nada kesal.


"Baik, Bos," jawab Jacky.


"Wanita gila, lihat saja aku akan menghancurkan kelompokmu. semua muridmu akan ku siksa habis-habisan," ketus Caprio.


Black Eagle.

__ADS_1


"Lee, hanya dalam satu malam dirimu sudah berhasil membunuh dua kelompok rusuh itu, bagus sekali," kata Alvin.


"Untuk melawan mereka tidak perlu membuang waktu, cukup dengan bahan peledak saja sudah bisa mengalahkan mereka dalam waktu yang singkat," ucap Lee.


__ADS_2