
"Apakah menurutmu mama tidak percaya padaku?" tanya Monica.
"Hanya dia yang tahu, lagi pula selama ini dia tidak pernah percaya pada siapapun selain dirinya sendiri," jawab Angel.
"Benar katamu! dia sangat waspada terhadap semua orang," kata Monica.
"Apakah ada info kapan kapalnya tiba?" tanya Angel.
"Dalam beberapa hari ini."
"Kita butuh orang yang bisa kita harapkan untuk memastikannya, Kakak, kalau ingin menghancurkan kapal itu kita butuh bantuan lainnya untuk mengawasi pelabuhan setiap saat!"
"Aku akan mencari orang yang bisa dipercaya untuk mengawasi kapal itu!" ujar Monica.
Di sisi lain Lee sedang berada di balkon apartemennya. pria itu sambil merokok mengingat pertemuan terakhir dengan Angel. gadis itu telah merasuki pikiran pembunuh andalan kelompok Black Eagle.
"Kapan dia akan bertindak? mengetahui orang tua sendiri dibunuh oleh wanita yang membesarkan dia pasti sangat terpukul," batin Lee.
"Lee Anderson, kelihatannya kau sudah gila karena di pikiranmu sering muncul gadis itu," ucap Lee.
Dua hari kemudian.
Beberapa wanita yang sedang mengamati pelabuhan dari jarak jauh. mereka adalah suruhan Monica untuk menunggu kedatangan kapal.
__ADS_1
"Kakak, sudah dua hari kita menunggu, tapi kapalnya masih belum tiba. apakah info palsu?"
"Tidak mungkin! kita sabar saja menunggunya," jawab Monica.
"Kakak, mama sangat kejam, aku hanya khawatir kalau dia hanya ingin menguji kita."
"Apakah kalian juga berpikir demikian?" tanya Monica.
"Kami hanya menebak saja," jawab salah satu anggotannya.
Markas Rose Hitam
Seorang wanita asing datang menemui Rose. wajah yang asing dan bukan juga bagian dari kelompok Rose Hitam.
"Awasi dengan baik! dan...bunuh mereka semua!" perintah Rose dengan mengepal kepalan tangannya.
"Baik," jawabnya.
"Herbey, pastikan barang itu selamat sampai tujuan, aku telah mengunakan seluruh hartaku demi membeli virus itu. aku tidak ingin ada kesalahan atau terjadi sesuatu!"
"Ketua Rose, jangan khawatir! aku dan anak buahku sudah berjaga di sana. kalau ada yang mencurigakan aku tidak akan ragu membunuhnya."
"Bunuh mereka dan buang ke laut! bagi yang menjadi penghalang harus mati!" perintah Rose.
__ADS_1
"Baik," jawab Herbey dengan patuh.
Sesaat kemudian Herbey meninggalkan markas.
"Ingin merusakkan rencanaku? jangan berharap!" ucap Rose dengan senyum.
Di saat Herbey meninggalkan markas, Angel sedang berada di mobil yang jaraknya cukup jauh dari markas. ia mengunakan teropong untuk mengamati wanita asing itu.
Herbey masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu, Angel mengikuti dari belakang untuk menyelidiki wanita asing itu.
"Kenapa bisa muncul wanita asing di markas? siapa lagi dia? apakah infoman?" ucap Angel yang menyetir mobil.
Angel mengikuti Herbey di sepanjang jalan, mereka menuju ke pelabuhan tempat monica yang sedang berada.
Tidak lama kemudian Herbey menghentikan mobilnya di sana dan kemudian ia pun keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam pelabuhan sana.
Angel yang sedang mengamati dari jauh ia tidak mengikuti langkah wanita asing itu. ia berjalan ke arah lain untuk tetap memperhatikan setiap gerakan Herbey.
Herbey yang berdiri di pelabuhan sana ia didatangi beberapa orang pria bersenjata.
Herbey kemudian memandang ke arah mereka dan berkata," bunuh mereka semua! jangan ada yang tersisa!"
"Siap!" jawab mereka dengan serentak.
__ADS_1