
"Menembak...hm...aku tidak ingin kau mati, karena suatu saat mama akan memberimu tugas penting. yaitu, membunuh ketua mafia Black eagle, Alvin Salveston," ujar Selvie.
"Tidak ingin membunuhku dengan alasan yang tidak berkualitas, sangat memalukan," ketus Angel.
"Karena penderitaanmu akan segara mendatangimu."
"Walau kau tidak ingin membunuhku aku juga tidak akan memberikan barang ini. karena aku yang mendapatkannya. jangan bermimpi aku akan menyerahkan padamu," ucap Angel.
"Tapi aku akan tetap merebutnya darimu," kata Selvie yang ingin merebut dari tangan Angel.
Angel menghindar dan langsung mengeluarkan senjatanya. ia menodong pistol ke arah lawannya itu.
"Apakah kau juga ingin membunuhku setelah kau membunuh beberapa teman lainnya," ketus Selvie yang menodong pistolnya ke arah Angel.
"Siapa yang menentangku, maka aku tidak akan diam saja!" jawab Angel.
"Suatu saat kau pasti akan mati di tangan Alvin salveston," kata Selvie.
"Untuk apa kamu mengungkit namanya, sedangkan urusan kita tidak ada hubungan dengannya," ujar Angel.
"Karena aku menanti hari itu, aku ingin melihat siapa yang akan mati di antara kalian berdua," ucap Selvie.
"Bukan urusanmu, lebih baik kamu jaga dirimu sendiri!" ketus Angel.
"Angel Rebecca, jangan merasa bangga karena mama selalu mengutamakanmu. karena kamu hanyalah alat baginya," kata Selvie.
__ADS_1
"Sama seperti dirimu yang juga adalah alat baginya, kita dilatih memang hanya dijadikan alat untuk membunuh. bukankah begitu?" balas Angel.
Angel dan Selvie saling menodong di antara satu sama lain. Angel dan Selvi sama-sama akan melepaskan tembakan.
"Kau akan menyesal kalau membunuhku," kata Selvie yang merasa agak cemas.
"Tidak akan!" jawab Angel yang melepaskan tembakannya.
Dor..
Tembakan yang dilakukan Angel menembus kepala bagian kiri Selvie sehingga menancap ke tembok.
Selvie langsung tumbang dan menatap Angel, ia kesakitan dan kepalanya mengeluarkan darah yang banyak.
"Membunuh ayahku sendiri," ucap Angel yang membulatkan mata besarnya.
"Apa yang dia katakan aku harus membunuh ayahku sendiri? apakah Alvin Salveston adalah ayahku? kalau yang dia katakan adalah benar, maka semua ini adalah bagian dari rencana mama ingin aku berhadapan dengan ayahku sendiri," gumam Angel.
Setelah satu jam kemudian.
Angel kembali ke markasnya dan menyerahkan bungkisan kain hitam itu kepada Rose.
Rose menuangkan isi-isi yang dibungkus kain hitam ke telapak tangannya, ia tersenyum saat melihat sejumlah berlian yang bersinar telah jatuh ke tangannya.
"Kerja yang bagus! Angel, dengan begitu mudahnya kau bisa mendapatkan barang ini," ucap Rose dengan senyum puas.
__ADS_1
"Aku hanya melakukan tugasku, Mama, silakan perintah kalau masih ada tugas lain!" jawab Angel.
"Misi baru, James Long seorang pengusaha kaya yang memiliki kekayaan mencapai 409 miliyar dollar, aku ingin kau mendapatkan semua asetnya. tidak peduli dengan cara apa, kau harus berhasil," kata Rose.
"Baik, akan ku lakukan!" jawab Angel.
"Monica, berikan data mengenai James Long!" perintah Rose.
"Baik, Mama," jawab Monica dengan patuh.
"Angel, dokumen ini adalah data-data James Long, sebelum kamu bertindak kamu harus memahaminya dulu!" ujar Monica sambil menyerahkan dokumen itu.
"Aku mengerti," jawab Angel.
Malam hari...
Angel mempelajari semua tentang sasaran selanjutnya. seorang pengusaha kaya raya yang memiliki banyak pengawal yang melindunginya setiap saat
Angel menyandarkan diri dan menghela nafas, ia merasa bosan dengan tugas yang diberikan oleh Rose.
"Membunuh, merampas hak milik orang lain, pekerjaan seperti apa ini," ucap Angel.
"Selama ini wanita itu hanya ingin aku menjadi alat untuk membunuh dan merebut barang berharga milik orang lain," gumam Angel.
"Alvin Salveston apakah dia adalah ayah kandungku? bagaimana caranya aku menyelidiki masalah ini? apakah hanya Selvie sialan itu yang bicara sembarangan," ujar Angel.
__ADS_1