Dendam Wewe Gombel

Dendam Wewe Gombel
Jiwa yang di gadaikan


__ADS_3

Kabar burung merpati seolah tidak membawa balasan surat dari pencarian seorang gadis. Angin semakin tidak tentu arah menerbangkan dedaunan kering. Kutub Utara semakin membeku. Kelopak bunga seakan tak mekar lagi. Warna penumbra penggambaran roh yang menderita, nilai kepedihan hidup yang pilu, dan harga jiwa yang telah di gadaikan oleh ayah yang tidak bertanggungjawab dan tidak memiliki hati nurani. Ayah Aurel telah mendapatkan semua keinginan untuk meraih ilmu-ilmu hitam.


...----------------...


Setelah hari itu, berita Aurel menghilang tanpa jejak apapun. Perusahaan, rumah, properti dan harta warisan peninggalan nenek Isda. Semua itu Aurel tinggalkan begitu saja. Pengacara dan sekertaris Kim telah melayangkan, menyebar pencarian orang hilang yang bernama Aurel Batara. Mereka menyebar informasi tersebut hampir ke seluruh penjuru kota, dengan memberikan hadiah bagi siapapun yang menemukan.


Tidak ada yang mengetahui kabar Aurel. Dia telah menghilang selama lima tahun lamanya. Di sisi lain pak Gilang telah di temukan oleh warga yang sedang memancing ikan di sungai. Aliran arus hilir sungai telah membawa Gilang menuju pinggiran terseret oleh pelepah pisang. Dia telah selamat, namun Gilang kehilangan ingatannya. Hari berganti bulan, Gilang menikah dengan seorang gadis yang baik dan sangat mencintainya.


...----------------...

__ADS_1


Setelah hidup bahagia dengan jodoh pilihan sang ibunda. Dia menata kehidupan do samping segala ingatan yang hilang dengan baik. Akan tetapi tiba pada suatu hari Gilang sedang membacakan surat kabar di taman samping rumah dekat kolam renang.


Hari ini adalah hari Sabtu, sebelum menyusul anak dan istri yang berada di rumah orang sang istri. Sebelumnya dia ingin lembur menyelesaikan tugas kantor karena harus mengejar deadline. Di atas meja telah tersusun laptop, buku catatan dan secangkir kopi juga surat kabar yang masih di tangan.


Surat kabar yang terpampang nama Aurel Batara dan foto berukuran besar memenuhi satu lembar koran. Gilang seperti mengingat peristiwa dan kejadian lalu, semakin lama semakin dia mengamati wajah wanita yang seolah tidak asing baginya.


Gilang merasakan pusing dan sakit kepala terlalu lama melihat wajah di foto tersebut.


Akan tetapi, bagaimana dengan nasib Aurel? batin Gilang berkecamuk.

__ADS_1


Dia membuka layar ponsel dan mencari sebuah nama yang telah hilang selama bertahun-tahun. Nama yang membuatnya dulu tergila-gila. Aurel Batara. Gadis yang ketakutan dan berlari keluar dari rumah nek Isda, terakhir kali dia seperti ingin lompat dari ketinggian jembatan layang di sungai pada malam itu. Gilang masih belum bisa melupakan Aurel sampai detik ini.


...----------------...


Flashback.


Setelah pak Nedi di hentikan Aurel karena ingin menusuk Gilang dengan ritual boneka dari jerami. Aurel menusuk lengan sebelah kanan pak Nedi dan berlari menjauh menuju semak belukar di hutan yang angker. Selama tiga hari Aurel pingsan dan di temukan pak Nedi.


Tubuhnya di baringkan di atas kain hitam di bawah pohon penghuni jin jahat yang sudah di siapkan untuk melanjutkan aksi ilmu hitam pak Nedi yang sempat tertunda. Dia benar-benar menukar jiwa anaknya untuk penunggu tempat tersebut agar mendapatkan segala yang di inginkan demi melancarkan aksi malpraktek perdukunan ilmu hitam.

__ADS_1


"Ahahah, selamat datang di dunia baru mu anak sial***!"


__ADS_2