Dendam Wewe Gombel

Dendam Wewe Gombel
Terkesima jalan buntu


__ADS_3

...Asal ayam hendak ke lesung, asal itik hendak ke pelimbahan....


...Tabi'at yang ada menurut kodrat tetap, tidak berubah....


......🔥🔥🔥......


Flashback.


Setelah mengintrogasi pak Nedi dan mendapat bukti-bukti yang akurat dengan segala kejanggalan kepergian Aurel. Gilang memanggil polisi untuk menangkap pak Nedi.


"Lancang sekali kau! kau telah menjebak ku!" bentak pak Nedi.


Sebelumnya Gilang berhasil masuk ke dalam hutan. Menurut para warga, hutan itu sangat angker. Siapapun yang pernah masuk ke dalam sana, pasti tidak akan bisa kembali selama. Gilang telah mendapatkan gangguan-gangguan dan penampakan makhluk.


Namun sewaktu berada di hutan, dia telah di selamatkan oleh sesosok makhluk ketika di serang oleh sebuah pohon besar berubah menjadi wujud raksasa yang tinggi besar yang ingin membunuhnya.


Setelah dia selamat dan bermalam dua hari di dalam hutan dengan bekal seadanya. Ketika langkah kakinya berjalan kembali mendekati pohon besar tadi, dia melihat berbagai macam sesajen di bawah pohon.

__ADS_1


Gilang buru-buru mengambil foto untuk bukti dokumentasi dan keluar dari hutan. Gilang tidak mengetahui, bahwa di bawah pohon tempat ritual pak Nedi, terdapat mayat Aurel yang di bungkus dengan kain hitam. Gilang kembali keluar dari hutan dan berlanjut sampai dia membawa sekertaris Aurel yaitu pak hakim menuju kediaman pak Nedi.


Peristiwa itu masih diingat oleh dukun jahat itu. Anaknya yang memilih mengorbankan diri agar boneka jerami yang mengatasnamakan Gilang akan menjadi bahan mediasi santet pak Nedi. Sekarang pak Nedi melanggar janji kepada Aurel. Setelah bertemu Gilang, dia menusukkan Kembali boneka jerami atas nama Gilang untuk mengguna-guna lelaki yang tidak berdosa itu. Satu tusukan, dua tusukan dan tiga tusukan. Tidak ada reaksi apapun di tubuh Gilang.


"Kenapa mantra ku tidak berguna!" bentak pak Nedi berkeras.


"Anda harus ikut kami ke kantor polisi."


Tegas salah satu anggota kepolisian menarik pak Nedi.


...----------------...


Kuku-kuku setan berkelap-kelip menjelma bagai kunang-kunang di sepanjang jalan. Para Warga masih saja di Teror oleh penampakan wujud wanita yang berambut panjang, dan berdada besar turun ke bawah dengan bola mata putih berkuku panjang.


Kabar salah satu anak bayi kembar yang telah di curi sesosok Wewe gombel, anak tersebut sudah tubuh semakin besar dan sehat di alam ghaib dengan makanan para makhluk di sana. Dialah Keken, seolah anak balita yang kini menginjak usia lima tahun yang sedang bermain di alam ghaib bersama anak-anak kecil lainnya.


Kejadian itu masih melekat di ingatan. Bu Yanti akan tragedi kehilangan sang anak, sampai sekarang dia tidak berniat meninggalkan rumah dan berpindah Sebelum menemukan anaknya. Setiap hari dia selalu menangis, segala cara telah dia tempuh.

__ADS_1


"Anakku, kembalikan Anakku!" tangisan dan jeritan buk Yanti sesekali timbul jika mengenang sang anak.


...----------------...


Gilang telah di buta kan oleh cinta buta kepada Aurel. Karena sampai saat ini belum menemukan jasad cinta pertamanya, perasaan yang di luar batas nalar dan terlalu menggebu-gebu sampai membawa keluarganya pindah menuju kampung seberang.


Kampung halaman Aurel tempat saksi bisu kekejaman pak Nedi. Gilang membeli rumah besar nenek Isda Batara lalu membawa anak dan istrinya untuk tinggal disana. Sepertinya kisah panjang berulang bersama kenangan masa lalu mereka kembali di mulai.


"Ayah, apakah kita akan tinggal disini? perasaan ku tidak enak", tanya istrinya Gilang menggendong anaknya menuju pintu masuk rumah.


"Ya benar, ayah akan membuka proyek disini. Ibu beristirahatlah bersama anak-anak. Biarkan para pekerja rumah yang menyelesaikan pekerjaan."


"Ayah, mau kemana?"


Tanpa menjawab pertanyaan dari sang istri, Gilang menginjak gas mobil keluar dari gerbang halaman dengan melaju kencang.


Musim gugur menerbangkan daun-daun kering seakan menghujani pandangan Gilang melintasi jalan. Kesalahan fatal yang berharap akan kehadiran kembali Aurel si Makhluk Wewe gombel.

__ADS_1


"Argh argh.."


__ADS_2