Dendam Wewe Gombel

Dendam Wewe Gombel
incaran merasuki


__ADS_3

Kali ini sejarah telah mengungkap tabir misteri dunia yang tidak bisa terlepas dari misteri alam ghaib. Pekat tiada berakhir saat sajak kelam kembali mengukir di dalam perjalanan menembus ruang dan waktu. Wewe gombel yang telah bangkit lagi membuat kerusakan di muka bumi. Dengan misi utama membalaskan dendam kepada pak Nedi. Dia berada di balik sosok lain tubuh Aurel.


Gilang sudah berputus asa, dia tidak menemukan Bella. Di sisi lain wanita yang masih sangat berat untuk dia lupakan sedang sekarat dan kesakitan. Saat perjalanan keluar dari hutan bersama Gilang, wanita yang terlihat lemah itu di bawa oleh Gilang menuju rumah sakit. Bajunya basah, tubuh penuh lendir dan terasa dingin dengan hembusan nafas dingin pula. Setelah Aurel mendapatkan perawatan, Gilang memutuskan membawa Aurel pulang kerumah. Dia juga mengutus salah seorang pegawai untuk mendatangkan seorang pekerja rumah tangga baru dan seorang perawat pribadi. Perjalanan kembali menuju rumah memakan waktu selama dua jam. Sepanjang perjalanan, Gilang sesekali memperhatikan keadaan Aurel lalu pusat pandangan menuju jalan.


Jona dan Ray belum mengetahui bahwa Gilang sedang tidak ada di rumah. Mereka tiba di rumah Gilang begitu tergesa-gesa. Di dalam rumah besar yang enggan di tempati berlama-lama oleh para bekas pekerja Gilang dahulu menjadikan terkesan angker dan tidak terawat. Tampak dari luar pekarangan yang sudah di tumbuhi oleh rerumputan liar dan pekarangan yang kotor menyemai dedaunan kering. Jona dan Ray perlahan membuka pintu gerbang. Ada seekor sesosokmakhluk bertubuh besar berlari lalu menghilang ke arah mereka.


“Apa tadi yang hampir menabrak kita?” tanya Ray melotot.


“Aku rasa hanya ilusi kita saja, percayalah tidak ada hantu siang bolong begini” ucap Ray menaikkan sudut bibir sambil meneruskan jalan ke arah depan pintu rumah.

__ADS_1


Tok,tok, tok


“Spada! ada orang di rumah?” teriak Ray melingak-linguk ke sekitar.


Jona berbalik meninggalkan Ray, berjalan keliling halaman, memeriksa pintu bagian belakang kemudian berhenti. Pandangan menuju ke dua buah patung aneh. Ciri-ciri patung begitu mengerikan, mata besar melotot seolah memandang dirinya. Gigi taring lancip, rambut panjang menjuntai dengan posisi duduk berukuran raksasa. Melihat keanehan pada patung, sontak dia menggertakan gigi menunjuk ke arah patung tersebut. Saat membalikkan tubuh tampak sosok wanita berparas cantik melambai dengan kedipan mata yang menggoda, tanpa pikir panjang Jona menuju ke arahnya dan mengikuti langkah wanita tersebut pergi. Saat tersadar, hari sudah gelap gulita.


“Jona! Ray!” teriak Yara dan Key di depan pintu gerbang rumah Gilang.


“Ya, aku yakin sekali, aku mendapatkan kabar bahwa terakhir kali mereka pergi kesini” ucap Key mengerutkan dahi.

__ADS_1


“Tolong!” suara teriakan dalam pekarangan rumah.


Key dan Yara berusaha mendorong gerbang yang terkunci.


Tin…tin (Klakson mobil Gilang, kendaraannya berhenti di dekat gerbang)


“Pak Gilang, cepat bantu kami menolong Jona dan Ray” ucap pak Finto.


Aurel yang masih berada di dalam mobil sudah terbangun dan memperhatikan dengan sorot mata tajam. Jona di temukan sedang tertidur di atas pohon di dekat halaman rumah sedangkan Ray seperti sedang kesurupan dengan memakan bangkai tikus dengan lahap.

__ADS_1


“Arghhh…” teriak Key histeris melihat Ray yang tidak mau berhenti mengunyah daging tikus mati itu.


__ADS_2