Dendam Wewe Gombel

Dendam Wewe Gombel
Sepincuk kepergian selamanya


__ADS_3

Pengorbanan semasa dia hidup untuk menemui pak Nedi di hutan terlarang agar membebaskan Gilang ternyata berujung sia-sia belaka. Lelaki jahat yang gila itu sudah menipu anak kandung dan menyakiti orang lain. Gilang terluka parah sampai air matanya mengeluarkan darah. Aurel mengerang menjerit memeluk lelaki yang tidak bisa dia lupakan sampai dia bangkit kembali. Lelaki yang menerima keadaan tubuh dan jiwanya yang tidak utuh lagi. Kebenciannya kepada pak Nedi semakin menjadi. Tapi, keadaan tubuh Gilang yang sudah sekarat itu tetap menggenggam tangan dan tubuh Aurel seakan memberi isyarat tetap mengikuti segala inginnya.


“Jika kau sudah tiada, untuk apa aku melepaskan lelaki itu? Dia telah menyakiti mu, tapi akan aku pertimbangkan lagi jika kau mau bertahan” bisik Aurel yang sudah berubah wujud menjadi wewe gombel.


Pak Nedi terus melakukan penyerangan beruntun. Mulut berkomat-kamit mengucap mantra melempar garam dan serbuk halus aneh ke arah mereka. Rasa panas, sakit, dan bau gosong tercium di sekitar. Mata sosok wewe gombel melempar tajam dan membalikkan tubuh seraya mencekik leher pak Nedi.


“Argghhh.. arghh!” melotot mata pak nedi, menekan kuat tangan kasar sosok yang sedikit lagi mematahkan lehernya.


Pusaran angin menggulung, Guntur menyambar dan langit semakin gelap. Tampak dari kejauhan sorang anak kecil berlari tergopoh-gopoh menuju Gilang. Dia adalah Bella, walau setengah jiwanya sudah di rasuki oleh makhluk halus akibat telah menempati sarang wewe gombel. Ketukan hati kecil sebagai manusia tidak bisa di tepis mengeluarkan tangisan kencang melihat sang ayah sudah tiada.

__ADS_1


“Ayah..” isak tangis putri kecil yang kini telah sebatang kara.


Pikiran kenangan Aurel akan riwayat hidupnya dahulu yang tidak pernah bahagia walau memiliki seorang ayah. Sosok pelindung yang berwujud pemangsa dan penghancur. Pak Nedi menarik tubuh anak kecil itu dan menjambak rambutnya.


“Hahahah.. jadi kau sudah mengambil hawa murni anak ini untuk melawan ku?” keras suara pak nedi semakin kuat menjambat lalu menganggkat tubuhnya.


“Arggh.. sakit!” Bella begitu kesakitan.


Sosok wewe gombel yang telah murka, merobeks perut pak Nedi dan membanting sampai tubuhnya terhempas tertancap di ujung dahan runcing. Suara tusukan tubuh yang telah pecah sangat jelas terdengar dengan darah yang mengalir tanpa henti. Jin di pohon keramat mengguncangkan pohon sampai daun-daun dan ranting berguguran. Sosok mengerikan keluar dari dalam dan melakukan penyerangan kepada sosok wewe gombel. Libasan cahaya kilat dan saling menyerang, seketika tubuh Bella menggigil dan melayang akibat terkena aura negatif yang sedang terjadi. Sukma Bella berdiri di dekat wujud wewe gombel itu. Dia memegang erat tanganya dan mengajaknya pergi.

__ADS_1


“Haa…..” suara jin penunggu pohon yang tidak bisa melumpuhkan sosok wewe gombel tersebut langsung memakan tubuh dan menghabisi darah pak Nedi.


Hasrat ingin mendapat tumbal yang telah di janjikan oleh pak Nedi untuk jin penunggu pohon keramat nyatanya beralih dengan memakan tubuh pak Nedi. Bella dan Tole sedang menggenggam tangan kiri dan tangan kanan Aurel. Manusia yang kini sudah berwujud wewe gombel itu menuju sarang bersama anak-anak kecil lainnya. Selamanya mereka disana, tertawa, menangis, dan terkadang merasa kedinginan berada di alam lain. Menu makanan yang mereka dapat dari sosok wewe gombel tetap sama. Makanan mentah cacing, belatung, bangkai, ulat dan darah sebagai minuman.


...-THE END-...


Satu titik terang hanya satu tembusan harapan berharap menggapai keikhlasan dan dukungan dari pada pendukung untuk tetap berbelas kasih memberikan tebaran penyemangat untuk author. Terimakasih tetap sabar mendapati segala kekurangan author. Pada setiap sub novel ini di lengkapi dengan segala bumbu keganjilan dan masalah ghaib. Demikian pula tidak lupa merapatkan sepuluh jari dari author kepada para pendukung semoga tetap di beri kesehatan dan selalu di limpahkan rahmat dari yang Maha Kuasa.


...----------------...

__ADS_1


Dunia lain, alam yang gelap penuh jurang dan lika –liku. Alur cerita yang maju mundur mengisahkan tragedy berdarah dan air mata yang tida berkesudahan. Hanya berharap perlindungan dari sang Maha Esa supaya terhindar dari gangguan makhluk jahat yang ingin menyesatkan.


Jangan lupa tetap like, rate bintang 5, favorit♥️, komentar membangun, tebaran bunga mawar🌹, kopi hangat dan vote. Salam persahabatan selalu all… Terimakasih🙏🏻


__ADS_2