Dendam Wewe Gombel

Dendam Wewe Gombel
Penyerangan dari Wewe gombel


__ADS_3

Telpon rumah berkali-kali berbunyi, Gilang langsung menutup kembali panggilan karena tidak satupun yang menjawab. Dia ingin memberi kabar bahwa akan pulang kerumah dengan telat dan meminta si mbok menjaga Bella sampai dia kembali.


Kenapa tidak ada yang menjawab? apakah si mbok dan Bella sedang tidur? gumam Gilang.


Lelaki yang bergelar duda tampan dan kaya raya di perusahaannya itu masih memalingkan wajah ketika banyak wanita menggoda dan ingin menjadi istrinya. Rasa trauma Gilang yang masih mendalam membuat dia menutup pintu hatinya rapat-rapat dan fokus untuk mengurus Bella.


Pranggg..


Di saat rapat berlangsung, gelas yang berada di hadapan Gilang seketika pecah. Tumpahan nya membasahi lembar kertas kerja dan membuat kekacauan karena kertas rekan di sebelahnya juga terkena basah. Tidak ada yang bisa di salahkan dalam insiden itu.

__ADS_1


...----------------...


Pak Nedi dari kejauhan memperhatikan si mbok berlari menggendong Bella. Dia menaikkan kumisnya dan mengusap janggut. Kesempatan yang di ambil untuk menjelajahi rumah Gilang dengan mengendap-endap menaiki atap rumah. Di salah satu kamar yang di tempati oleh Bella. Pak Nedi merasakan hawa negatif Wewe gombel begitu kuat. Dia masih di sudut sana membalas pandangan pak Nedi. Wewe gombel yang begitu dendam dengannya, dia melilitkan tangannya berbentuk akar pohon panjang di leher. Semakin kencang dan kuat, Wewe gombel memutar kepala dan membenturkan ke kepala pak Nedi.


"Arrgh, arggh kurang ajar kau!"


Makhluk mengerikan itu menyeret pak Nedi dan melemparkan dari jendela. Dia terbanting dan jatuh ke tanah. Di belakang rumah dengan kepala yang berdarah, tubuh pak Nedi yang mempunyai ilmu kekebalan dari pohon keramat seakan melindunginya dari kematian hari ini. Sosok Wewe gombel yang sudah siap memberikan penyerangan kembali di tepis oleh tangannya dan dia menghembuskan mantra aji Geni ke makhluk tersebut. Wewe gombel itu menghilang dan menghujani tubuh pak Nedi dengan pasir. Dia langsung menutup mata dan mengusap matanya yang terkena serpihan pasir.


Hujatan dan makian, menyiksa lalu membuat penderitaan bahkan sampai dia berubah menjadi makhluk Wewe gombel.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju rumah, Gilang berusaha menghubungi lagi telepon rumah. Namun tetap saja tidak ada jawaban sampai ada panggilan nomor baru. Telpon dari si mbok, dia menerangkan pokok permasalahan kepada Gilang. mendengar hal itu Gilang langsung melaju kecepatan agar cepat menuju keberadaan si mbok dan Bella. Gilang menjemput mereka pulang dan menenangkan si mbok karena dia sepertinya sudah enggan untuk berkerja.


"Tolong si mbok jangan pergi, Bella sudah si mbok anggap sebagai cucu sendiri bukan?" tanya Gilang.


Si mbok menunduk lalu memperhatikan Bella, dia ingin menyampaikan bahwa semakin dewasa, tingkah Bella terlihat semakin mengerikan. Namun Bella dari wujud bayi merah sudah dia timang. Dia menghela nafas dan meminta ijin untuk kembali ke dapur. Gilang mengangkat Bella menuju kamar, anak kecil itu tampak pucat.


"Sayang, ayo sekarang ayah akan mengajak kamu pergi ke dokter" ucap Gilang membuka lemari dan meraih jaket pink untuk Bella.


Gadis kecil itu cemberut menekuk wajah, air mata berlinang lalu bergerak bersembunyi di bawah kolong kasur. Gilang kesusahan mengikuti Bella, dia berusaha menarik tubuh putri nya agar keluar dari sana.

__ADS_1


"Ada apa dengan mu sayang? ayah akan menuruti semua yang kau inginkan"


__ADS_2