Dendam Wewe Gombel

Dendam Wewe Gombel
Ilmu hitam pak Nedi


__ADS_3

Hujan membasahi jiwa yang sedang di rundung kehampaan derita. Kematian yang tidak di inginkan dan pembunuhan berencana dari ayah kandungnya. Hati membeku dingin, tidak ingin meratapi hanya membuat duri dalam ilusi cerita hitam bermaya. Sebab kini dia mendaki jalan berbeda, arah berbalik pembalasan dendam berujung tumpahan darah. Di dalam menelan waktu, dia terkadang melupakan jati diri yang sesungguhnya. Manusia yang awalnya tiada berdosa menjadi hama dan racun pembungkus luka sukma.


Sudah berulang kali tubuhnya merasakan sakit, kini dia masih tetap tegak. Dia sudah memasang tanda di setiap batang pohon. Akan tetapi sepatu boot Gilang terperosok ke dalam lumpur yang berisi ular-ular kecil di dekat kubangan air pinggiran jurang. Dia langsung buru-buru melepaskan sepatunya dan berlari menjauh. Hutan yang angker, hewan-hewan yang tanpa henti mengeluarkan suara aneh. Dia bertekad hari ini kan menemukan Bella, samar matanya melihat dari kejauhan sosok wanita raksasa menggendong anak kecil yang sangat mirip dengan anaknya.


“Be, Bela?” gumamnya berjalan mendekat.


Dia di halangi oleh kabut tebal, dari arah belakang punggungnya di pukul oleh lelaki yang tidak lain adalah pak Nedi. Kelakuan dukun jahat itu tidak semulus rencana yang dia inginkan. Gilang yang dilindungi oleh Aurel di balik sosok ganas mematikan.


Srek, srek..

__ADS_1


Pak Nedi terkejut melihat sosok wewe gombel menarik tubuh Gilang. Dia membawa terbang lelaki itu, namun pak Nedi menggerakkan ilmu mengucapkan mantra lalu melemparkan abu bakaran di tubuh makhluk itu.


Pertempuran baru saja di mulai, Bella yang sudah setengah kerasukan ikut menyerang pak Nedi dengan menusuk batang kayu runcing ke kaki kanannya.


“Arggh..” pak Nedi menampar anak kecil itu.


Tiba-tiba tubuh raksasa wewe gombel itu menyerang dan membanting pak Nedi. Dia menyemburkan darah hitam ke wajah sang dukun. Darah yang terasa sangat panas di wajahnya.


“Arrghhh..” jeritan tanpa henti.

__ADS_1


Pak Nedi sangat kesakitan dan meraung.


Dia masih berpikir ilmu yang dia dapat dari jin penunggu pohon keramat sudah sangat sakti. Dengan mengucap mantra, pak Nedi mengeluarkan kain kafan untuk membungkus tubuhnya agar tidak di lihat oleh wewe gombel.


TABIR HITAM SOSOK WEWE GOMBEL MENGUMPULKAN PARA ANAK-ANAK KECIL.


Hawa murni yang di miliki manusia merupakan anugerah bagi para penghuni alam dunia jin di lapisan ketiga. Mereka yang ingin melakukan niat jahat dan memakai hawa murni itu untuk memperkuat ilmu dan kekuatan mereka dalam melakukan berbagai keinginan. Terlebih lagi hawa murni dari seorang anak manusia, sosok wewe gombel yang suka mencuri para anak-anak kecil untuk di jadikan sandera atau penghuni abadi di alam sarangnya juga untuk mengambil hawa murni para anak kecil untuk menambah kekuatan terutama membalaskan dendam kepada pak Nedi. Ayah yang ingin menumbalkan nya ke pohon jin keramat di hutan terlarang.


Sudah banyak anak-anak kecil terjebak disana dan tidak akan kembali. Para manusia atau orang tua yang ingin mengeluarkan anak-anaknya dari sarang tersebut akan mendapatkan resiko. Ingatan para anak yang memudar dan kebanyakan dari mereka menjadi gila. Anak-anak kecil yang sudah mencicipi makanan dari sosok wewe gombel, akan mengalami perubahan pada dirinya. Hanya Bella dan Tole yang mendapat hak istimewa dari sosok wewe gombel yang sangat menyayangi mereka. Ada apa gerangan? Mengapa Aurel membedakan kedua anak tersebut?

__ADS_1


__ADS_2