
Dia masih ada, mengunjungi tiap-tiap rumah yang berpenghuni anak-anak kecil yang tidur terlelap. Ada kesenangan dan hal menarik atau sesuatu yang spesial jika salah satu anak kecil di senangi oleh sosok wewe gombel dengan hawa murni yang membuat tubuhnya semakin hidup dan kokoh. Terkadang kedatangannya membawa suara burung gagak ataupun burung hantu yang bertengger di depan rumah orang yang di tuju. Wewe gombel, sosok pencuri anak-anak yang nama dan keberadaan tidak bisa di sembunyikan atau dengan mudah di usir dari atas bumi. Kebencian, mengerang memburu sebuah nama yang selalu dia ingat dan kenang. Akan kah pak Nedi selamat dari maut?
Membius racun, membelenggu, mengikat jiwa. Menerobos paksa pusat denyut nadi yang seharusnya mengalirkan darah merah. Sosok wewe gombel telah menanam kepala-kepala tengkorak dan menebar hewan melata di sekitar kediaman pemilik sang Nyonya Isda Batara. Pusat tujuan yang tidak lain adalah menahan serangan mendadak dari pak Nedi.
Aurel menghilang, sedang lelaki itu masih di bantu oleh makhluk penunggu jin pohon keramat. Sesembahan dan tumbal, penyelamatan sesaat dari pembalasan dendam sosok wewe gombel.
__ADS_1
Ilmu yang seakan memakan dirinya sendiri akibat hidupnya kembali tubuh Aurel. Terlihat tubuh pak Nedi yang semakin menguning, lingkar mata hitam, tubuh mengering namun tetap hidup tegak berdiri. Tidak ada sedikitpun rasa puas setelah mengorbankan anaknya di masa lalu, sekalipun dia telah memiliki harta, ilmu hitam yang tinggi dan kekuasaan mengendalikan berbagai makhluk. Pak Nedi melakukan persemedian di bawa pohon keramat untuk menaklukan sosok lain di dalam tubuh Aurel dan mengubur kembali Aurel sekalipun hidup-hidup.
“Aurel. Bella anak ku..” Gilang menekan punggungnya berjalan mencari mereka.
Setelah membuka pintu kamar Bella dengan wajah bahagia, Gilang tersenyum merekah memeluk gadis kecilnya itu. Harta yang paling berharga satu-satunya dia miliki di dunia. Tanpa berpikir prasangka buruk kepada Aurel, lelaki itu melanjutkan menuju ruangan dan kamar lain untuk mencari Aurel. Kakinya terhenti di ruang makan melihat wanita itu sedang sibuk membawa piring menyusun makanan di atas meja makan. Seolah tidak terjadi apapun, Aurel menarik tangan Gilang dan meminta dia duduk untuk menikmati makanan yang dia masak.
__ADS_1
“Kini aku mengerti kenapa Aurel langsung memasak tanpa memberitahu kejadian yang dia alami, semua demi Bella” gumam Gilang memperhatikan Aurel yang tanpa henti sambil menatap Bella putrinya.
Surat Misteri untuk Pembaca: Kecurangan dan kejahatan pak Nedi belum berhenti. Tapi, buku hitam akan segera terbaca oleh manusia yang akan menjadi sebatang kara dan di rundung duka selama hidupnya. Siapapun tangan yang mendapatkan buku itu, tidak akan pernah bisa kembali merasakan sejuknya angin di musim panas ataupun hangatnya Surya di musim dingin. Segala yang tersembunyi akan terlihat sekalipun akan menjadi penyesalan dan gumpalan air mata yang terus menerus mengalir meratapi yang telah pergi.
...----------------...
__ADS_1
Kepada para readers jangan lupa suntikan penyemangat dengan dukungan untuk author ya. Tetap tekan like, favorit, rate, bunga mawar, kopi hangat, vote dan komentar yang positif. Terimakasih banyak all..