Dendam Wewe Gombel

Dendam Wewe Gombel
Teror Wewe gombel


__ADS_3

"Tidak pak, mohon tenangkan diri anda Jalur masuk menuju hutan telah di pasang garis pembatas polisi. Bapak tidak bisa kesana sebelum mendapat ijin."


...----------------...


Tidak tau ritual aneh apa yang telah dilakukan oleh pak Nedi kepada Aurel. Dia menanam jasad Aurel di bawah pohon tempatnya bersemedi. Setiap malam tertentu pak Nedi memberikan sesajian di tampan. Beberapa Diantaranya adalah darah, bunga-bunga, telur dan dupa. Sudah seratus hari jasad Aurel terkubur di bawah sana.


Namun, burung-burung gagak masih saja ramai berterbangan di atas. Dan seakan dari dalam tanah, jasadnya berbau busuk, lalat hijau mengerubungi dan menyerbu di atas tanah kuburan Aurel. Tepat di malam Jum'at pak Nedi berubah semakin menjadi lelaki yang semakin bugar dan bertubuh kekar. Tenaga dalamnya juga semakin bertambah. Janggut


tidak lagi berwarna putih.


"Sajian dan ritual ku ini sudah selesai. Aku harus pamit! Ahahah."


Tawa pak Nedi sambil berbicara kepada penunggu pohon besar.


...----------------...

__ADS_1


Lolongan hewan bertaring berkaki empat dan ramainya menggonggong dari kejauhan seperti membawa kabar para makhluk tidak kasat mata, sedang berkeliaran di malam hari.


Gerimis, udara dingin dan suara ketukan-ketukan pintu ke rumah-rumah para warga. Kini sedang di guncang oleh gangguan makhluk arwah penasaran. Kemarin seorang anak kecil hilang saat sedang bermain di waktu senja. Seorang anak laki-laki yang berusia lima tahun yang konon kabarnya di bawa oleh Makhluk ghaib. Sesosok makhluk berwujud mengerikan terlihat oleh seorang dukun yang tidak lain adalah ayah Aurel.


"Bagaimana anak kami Mbah?"


Tanya seorang ibu yang sedang mengunjungi tempat praktek pak Nedi.


Dia sangat terkejut melihat dari batu permata hijau peninggalan penghuni pohon. Bahwa anak ibu tersebut di bawa oleh sesosok Wewe gombel yang berwajah Aurel.


Pak Nedi memberikan benda-benda aneh sejenis tumbuh-tumbuhan kepada ibu itu. Dengan keringat yang masih bercucuran deras di dahi. Pak Nedi masih kaget dan bernafas tidak stabil melihat wujud Aurel yang sangat berbeda.


"Makhluk apa Maksud Mbah? Lalu bagaimana agar anakku bisa kembali?"


Pak Nedi menggelengkan kepala dan menabur garam di atas kemenyan putih.

__ADS_1


"Wewe gombel!"


...----------------...


Semenjak peristiwa itu, isu mengenai gangguan Wewe gombel masih terus menghantui para warga kampung. Jika senja telah datang, para orang tua langsung mencari Anak-anak Mereka yang masih bermain di luar dan mengajak pulang. Seluruh kampung Tampak sepi, para orang dewasa menghentikan aktivitas juga semua pekerjaan mereka masing-masing lalu pulang kerumah dan mengunci pintu rumah rapat-rapat.


Tok,tok.


Tok,tok.


Hari berganti malam. Para warga yang setiap rumah memiliki anak kecil pasti mendapat suara ketukan pintu misterius. Belum semua orang mengetahui kabar gangguan Wewe gombel yang suka mengetuk pintu, mengincar jiwa anak kecil.


Malam yang naas bagi keluarga Yanti. Dia membuka pintu ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Dia melihat sekeliling tampak sepi. Tidak ada siapapun di depan pintu rumah. Bahkan jejak kaki jika memijak tanah yang berlumpur dari sisa genangan air hujan, lantai masih tampak bersih.


Yanti seorang ibu rumah tangga yang di tinggal merantau suaminya. Di rumah hanya ada dua dan kedua anak kembarnya. Di depan pintu tampak kosong namun anak keduanya si bungsu melambaikan tangan dan tersenyum ke arah pintu.

__ADS_1


"Ibu, ibu.. Hiks, hiks."


Tangis anaknya yang pertama berlari menuju kamar. Yanti sangat panik langsung menutup pintu dan mengejar si sulung. Dia bersembunyi di bawah kolong kasur.


__ADS_2