
Tanak retak kering dan gersang, di Padang tandus dengan suhu panas dan sinar matahari begitu terik tidak bisa menyuburkan kehidupan sebuah bibit yang sedang di hidupkan. Hujan tidak akan pernah datang disana dan air yang di siram untuk menyirami terasa begitu sia-sia belaka. Jiwanya sudah terputus dan di biasakan. Hanya wujud yang berisi sosok lain yang sedang meletakkan dendam menjelma begitu tajam.
Seolah wujud Aurel sudah seutuhnya berubah karena tubuh aslinya sudah di berikan ke persembahan pak Nedi untuk penunggu pohon besar keramat berpenghuni jin. Bella perlahan di rasuki oleh Wewe gombel. Bahkan sekalipun dukun sakti seolah tidak bisa menyembuhkan dan membantunya. Potongan boneka dan bajunya tersobek terkena darah hitam. Mata boneka itu menghilang dan rambut yang terlepas. Kamar Bella sangat berantakan. Gilang masuk ke kamarnya dan merapikan benda-benda yang berjatuhan.
"Boneka ku, ayah..." ucap Bella menunjuk ke arah meja.
Gilang terkejut melihat potongan boneka Bella, dia semua berpikir bahwa Bella yang melakukan untuk mendapatkan mainan baru.
Tapi apakah anakku mempunyai sifat seperti itu? gumamnya mengusap pipi Bella.
__ADS_1
"Hiks, hiks.."
"Siapa yang merusak boneka ini?" tanya Gilang menghapus air mata Bella.
"Kakak!" ucapnya memeluk Gilang.
Setelah menidurkan Bella, Gilang meninggalkan putri kecilnya itu di kamar. Dia mengusap wajah dan memikirkan nasib Aurel. Sosok bunga indah yang dia cintai kini berubah menjadi Wewe gombel. Sepanjang malam di tidak bisa tidur sedangkan Bella sudah terlelap bersama dekapan dari sosok Wewe yang memeluk tubuh mungilnya. Dia membelai rambut Bella dan memandangnya. Bella merasakan ada yang mendekati namun dia tetap memejamkan mata setelah melihat tangan panjang berbulu itu memegang erat jemarinya. Sampai pagi tiba Bella membuka mata dan berlari mencari Gilang, tapi sekeliling rumah tampak sepi.
Gilang bersama sang dukun sakti berada di belakang rumah, mereka sedang menggali sesuatu dan menemukan sebuah boneka jerami yang terkubur di dalam tanah. Boneka yang mengingatkan Gilang pada Waktu dahulu. Insiden Aurel yang menyelamatkan dirinya dari santet pak Nedi. Terlebih lagi cerita kelam saat berada di atas jembatan layang yang membuat dia terakhir kali berpisah untuk selamanya.
__ADS_1
"Aku yakin pasti pak Nedi yang membuat kekacauan kembali! ayah gila itu tidak berhenti menyakiti anaknya sekalipun sudah menjadi sosok Wewe gombel!" ucap Gilang geram mengepal tangan.
"Jangan kau sampai terkecoh, kini dia berusaha memperalat sosok hantu itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan!" ucap dukun sakti membakar boneka tersebut.
"Ayah..!" teriak Bella kejang-kejang dengan mata ke atas.
Gilang telah terlambat mengetahui niat jahat pak Nedi, sementara Aurel sosok Wewe gombel yang sangat menyukai anak-anak membuat sejalan dalam memuluskan rencana jahat pak Nedi. Si dukun sakti itu memecahkan tiga butir telur ayam kampung ke mulut Bella. Beberapa menit kemudian, tubuh yang semua kaku dan dingin menjadi normal kembali. Namun ada yang berbeda dengan Bella, dia tersadar dengan senyum tawa yang terdengar sangat keras.
"Ahhahahhh..." gelak tawa Bella melambaikan tangan ke arah samping Gilang.
__ADS_1
"Pak Gilang, kau harus merelakan anak mu di bawa oleh Makhluk itu! dia bukan jati dirinya setelah pernah menghilang di bawa ke pohon penunggu Wewe gombel!" ucap si dukun sakti melirik sinis.
"Tidak dia tetap anakku! tolong selamatkan Bella!"