Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
10


__ADS_3

Seperti yang di janjikan Jenita dia benar benar membeli jajanan yang di bawa Lupi, Weni dan Aldi juga melakukan hal yang sama.


Kuenya tinggal tersisa sepuluh bungkus lagi, hah... lega rasanya.


Mereka akhirnya berpisah untuk pulang ke rumah masing masing.


Lupi masih harus ke sekolah adiknya Lusi,meyakinkan jika dia sudah pulang bersama pak Haji atau memang masih menunggunya.


"Pulang sekolah Lusi bisa pulang bersama Bapak ya...kebetulan besok saya ada panggilan untuk menjadi mengajar agama di sekolah itu juga " Lupi teringat kata kata pak Haji yang menawarkan tumpangan untuk Lusi.


Tidak ada jawaban dari Lupi saat itu,Pak Haji memahami apa yang di pikirkan oleh Lupi


"Apa bapak ini tampak seperti orang yang akan berbuat jahat dengan adikmu ? " Lupi tersentak


Kenapa orang ini bisa membaca pikiranku


"Cari siapa Dek?"


Satpam sekolah mendekati Lupi


"Adik saya pak,ciri cirinya rambut panjang tebal,ada poninya pipinya tembem, namanya Lusi "


Lupi menjelaskan secara detail


"Oh non Lusi sudah pulang bersama pak haji,tadi juga ada yang menanyakan non Lusi kesini, " Pak satpam berkata perlahan


ada yang mencari lusi,siapa dia jangan jangan ibu hana


"Ciri cirinya seperti apa Pak ?" Lupi mulai resah


"Seorang ibu ibu dengan mobil warna merah non,katanya dia itu ibunya Lusi "


Deg! jantung Lupi berdetak dengan cepat

__ADS_1


Aku harus cepat pulang lusi masih dalam incaran ibu Hana.


Semoga kamu baik baik saja dek...


huh! betapa bodohnya diriku kenapa aku tidak telepon bu ratmi saja ...


Lega rasanya mendengar Lusi sudah berada di rumah,


Sebaiknya aku langsung belanja saja bahan yang di perlukan bu Ratmi


Lupi melaju kuda besi butut menuju pasar tradisional,untung tempatnya juga tidak jauh dari lokasi menuju gang rumah bu Ratmi.


Lupi merasa kerongkongannya kering, di teguk air di dalam botol minumannya.


Tanpa sengaja matanya melihat sebuah kertas yang di tempel di dinding beton,


DI BUTUHKAN TENAGA KERJA PRIA /WANITA UNTUK BAGIAN KEBERSIHAN TAMAN DAN JALAN


UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI NOMOR 0831XXXXXXXX


Lupi mendapat perintah untuk mendatangi langsung kantor Dinas kebersihan,


"Selamat siang pak,saya mau menemui bagian penerimaan tenaga kerja kebersihan jalan dan taman kota " Penjaga pos tamu mengernyitkan keningnya


Mungkin nona ini adiknya sangat tidak mungkin jika nona ini ingin melamar kerja.


"Mari Dek saya antar ke ruangannya " ucap penjaga itu sopan


Lupi mengikuti langkah orang yang di depannya


"Silakan Dek,orangnya ada di dalam " masih berpikir jika Lupi sedang mencari kakaknya.


Tok! Tok! Tok! Lupi mengetuk pintu

__ADS_1


"Masuk !" Lupi pun segera masuk.


"Selamat siang Pak .." Lupi masih berdiri


"iya....siang ,ada keperluan apa kamu datang ke sini dengan seragam sekolah ?" Bukannya di persilakan duduk dulu Lupi malah duluan mendapatkan pertanyaan.


"Saya yang menelpon Kakak eh Bapak tadi atas nama Lupi pak " Lupi tetap tersenyum orang yang di panggil dengan sebutan 'Pak' masih terlalu muda.


Di dalam hatinya berharap dia bisa di terima bekerja setelah pulang sekolah


*Seorang gadis berseragam sekolah melamar kerja menjadi bagian kebersihan jalan dan taman kota ?


Apa saya tidak salah dengar dan salah lihat*


"Namanya siapa tadi ?" Masih kurang jelas dengan perkataan Lupi.


"Maaf Kak,eh Pak,apa boleh saya duduk ?" Lupi menawarkan diri, tentu saja membuat pria berusia dua puluh tujuh tahun itu tergagap.


"Oh ! maaf ! saya lupa .. silakan..." Lupi duduk


"oh iya namanya siapa tadi ?" Orang tersebut tidak bisa membaca tulisan nama lupi di seragam lantaran tertutup oleh tas yang di dekap oleh Lupi


"Lupi Aluna Pak" Kali ini Lupi tidak salah menyebut dengan kata 'Kak' , Lupi juga sengaja tidak mencantumkan nama 'Mahendra'


Jika nama itu di sematkan sudah pasti orang menganggap Lupi anak seorang konglomerat di kota itu.


"Apa benar nona Lupi benar benar ingin bekerja ? " Lupi mengangguk "iya Pak "


"Lalu bagaimana dengan sekolahmu?" Inilah interview yang menyulitkan bagi lupi,


"Kalau bisa saya kerja pulang sekolah Pak,jika hari minggu atau libur saya akan bekerja dari pagi, saya mohon pak.... terima saya bekerja di sini...


Saya perlu uang Pak untuk biaya sekolah saya dan adik saya, saya anak yatim pak " Lupi memelas tatapannya juga mengiba

__ADS_1


"Baiklah... nanti saya akan hubungi kamu,karna saya harus meminta persetujuan dari atasan saya dulu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2