
Latihan siang itu belum sempurna pasalnya Raisa tidak rela jika dirinya di tunjuk menjadi dayang dayang.Dirinya bersikeras menjadi putri tidur dan Lupi lah yang menjadi dayang dayang.
"Latihannya cukup lah ya .. aku mau cepat pulang," Lupi meraih tasnya.
"aku antar ya.... " Alek menawarkan tumpangan untuk Lupi.
"Aku ikut juga ya... Alek,?" Raisa dengan gaya manja
Aku ingin tau di mana Lupi tinggal bersama adiknya yang menyebalkan itu
"Kamu kan harus antar Sinta pulang,iya kan
Sint?" Jordan menggoyangkan tangannya seperti orang sedang menari.
Hiss jordan memang nyebelin
"Kamu ikut aku saja ya.... " Gino mengedipkan matanya seperti barongsai ke arah Raisa.
Gino paling senang membuat Raisa menjadi marah,dirinya merasa terhibur dengan celoteh Raisa.
"Ogah! mobilku ngadat di jalan aku juga gak bakalan ikut kamu yang sok kecakapan!" Raisa memajukan bibirnya.
Gino bercermin di kaca jendela sekolah,tangannya meraba kedua pipi dan juga hidungnya.
"Tapi aku beneran cakep lho... " Gino menaikan alisnya berulang ulang.Jordan tertawa terpingkal melihat tingkah Gino yang suka nyeleneh.
Lupi Meninggalkan mereka yang sedang berdebat,tanpa memperdulikan panggilan dari Alek.Dia terus berjalan menuju garasi motor,Alek mengikutinya dari belakang di susul oleh Raisa,Gino dan juga Jordan.
Di hampiri motor butut yang tersandar di tiang, di starternya berkali kali belum juga bisa mengeluarkan suara berisiknya.
"Kenapa lagi ni si butut, " Lupi mengoceh sendiri.
Alek memperhatikan Lupi yang sudah bermandi keringat menerjang starter motor
Heran,kenapa orang sekaya Lupi menggunakan motor yang seharusnya berada di rongsokan.
__ADS_1
Bukankah mobil di rumah Lupi banyak, kenapa dia pakai motor usang
Alek menghampiri Lupi samping badannya di sandarkan ke tiang garasi,tangannya di silang di dada.
"Lupi ! kamu bosan pake mobil dan motor yang masih bagus ya, kok seleranya motor usang ?" Alek tersenyum mengejek. Lupi mendengus kesal mendengar ejekan dari Alek.
"Aku bosan bertengkar terus dengan Raisa !" Lupi yang sedang kesal keceplosan bicara.
Tidak sadar dirinya mengucapkan pertikaiannya dengan Raisa.
"what! tapi mobil di rumah kamu kan ada empat buah,motor juga ada dua masa iya kamu pilih yang model beginian ?"
Nenekmu yang bilang di rumahku banyak mobil,wong aku tinggal sama orang yang sepeda ontel saja tidak ada rohnya
"pengen aja cari sensasi pake yang begini, biar kagak ada nyamuk di jalanan" Lupi menjawab asal asalan saja.
Lupi mencoba menginjak starternya kembali masih belum bisa,
"ikut mobil ku saja ya, biar motormu di bawa ke bengkel saja," Alek meraih tangan Lupi
Lupi tidak ada pilihan lain ketika Alek sudah menelpon tukang servis motor.Raisa kesal melihat Lupi ikut dengan mobil Alek,Dia pun naik ke dalam mobilnya dan melaju pulang.
Alek terus melajukan mobilnya menuju rumah mewah yang pernah di tempat Lupi.
"Berhenti Alek! " Alek mengerem mendadak
"Kenapa berhenti di sini Pi?rumahmu kan masih jauh? " Alek heran.
Lupi diam selama ini teman temannya belum ada yang tahu Lupi sudah pergi dari rumah megahnya selain dari Jenita,Aldi dan Weni.
"Aku masih ada keperluan belanja di supermarket," Lupi berbohong
"Aku antar ya... aku juga mau cari snack di sana " Alek seolah tau kalau Lupi berdusta.
Duh gimana ini, sudahlah aku masih punya tabungan sekolah
__ADS_1
Alek membelokkan mobilnya ke supermarket yang ada di persimpangan menuju jalan gang rumah Bu Ratmi.
Lupidan Alek sama sama memasuki supermarket, Alek memperhatikan Lupi yang sedang bingung memilih barang.Dari tadi belum ada satu pun barang yang masuk ke keranjang Lupi,
Apa aku beli peralatan sekolah Lusi saja,setelah itu aku harus cepat cepat keluar dari sini.
Lelah berkeliling Lupi mengambil satu botol minuman dingin.
Lupi melihat Alek yang masih memilih beberapa makanan ringan,kesempatan buat Lupi keluar membawa botol minuman ke meja kasir dan langsung membayarnya.
"Hei Lupi! tungguin dong! " Alek sedikit bertetiak
"Sorry Lek,aku buru buru mau ke toko buku !" Lagi lagi Lupi beralasan.
Alek membawa keranjang trolinya ke meja kasir
"Mbak titip dulu ya, titip dulu ya,saya buru buru kejar teman saya," Alek segera keluar mengikuti Lupi.Mbak kasir geleng kepala melihat tingkah anak remaja yang menurutnya sedang jatuh cinta.
Alek membuntuti Lupi yang sedikit berlari menuju jalan gang.
Kenapa Lupi ke sini ya... katanya ke toko buku
Alek penasaran di lihatnya Lupi dari kejauhan,
Tiba di sebuah warung kecil berdinding papan.Alek menepikan mobilnya dari jarak jauh,dia berjalan menuju warung kecil.
Tadi Lupi masuk ke sini
"Permisi " Alek memanggil pemilik warung
"Ya! sebentar!" Terdengar suara sedikit berteriak dari bilik warung,suara yang pernah Alek kenal.
Seperti suara Lupi,apa Lupi tinggal di sini ya... Ah... paling mirip saja
Alek tidak mau berasumsi sambil menunggu pemilik warung keluar Alek melihat kue kue yang di susun di meja warung.
__ADS_1
Seperti kue kue yang Lupi bawa ke sekolah,
Alek semakin yakin kalau Lupi tinggal di rumah papan yang berukuran kecil.