Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
08


__ADS_3

Di dalam kelas Lupi duduk di bangku sejajar dengan Alek,Di depan meja Alek ada Raisa dan Melani.Raisa selalu mencari cara supaya bisa dekat dengan Alek.


"Pi.... Lupi..." Alek memanggilnya Lupi hanya mendongakkan wajahnya


"kemarin kemana kamu tidak masuk,nanti jam istirahat kita latihan ya," Alek mengedipkan matanya


Latihan....latihan apa...


"kamu jadi julietnya ya Lupi " Alek meneruskan ucapannya


Juliet ..apalagi ini


Lagi lagi Lupi mengangguk,kerja kelompok,jadi juliet Lupi mengulang apa yang di katakan oleh Alek.


Satu hari saja tidak masuk sekolah seperti orang ketinggalan mapel seminggu Lupi menciut dengan kelompok seni yang di buat tanpa ada konfirmasi darinya.


Seorang guru seni budaya masuk ke dalam kelas, bukan karena mata pelajaran yang paling Lupi tidak sukai.Tapi Lupi enggan melihat gurunya yang hanya menyukai murid laki laki.


"Bagaimana pembagian kelompoknya apakah masih ada yang belum punya kelompok?"


Bu Risma guru SBK yang masih berstatus lajang.


"Sudah semua Bu..." Alek ketua kelas mewakili teman temannya bicara.


"Lupi,kamu masuk kelompok berapa? kemana kemarin kamu tidak masuk?" Bu Risma menatap ke arah Lupi


Siswa yang lain juga mengikuti menanti jawaban dari mulut Lupi.


Bersandiwara jalan terbaik,kalau pun aku bicara jujur pasti di bilang sandiwara, tapi asyik juga mapel ini akan pendek durasinya

__ADS_1


"Saya mendadak di telepon bude dari kampung Bu,katanya beliau sedang sakit "


Raisa menatap tegang ya! sudah pasti dia takut jika Lupi menceritakan keburukan dirinya dan juga mamanya.


ha ha ha...Raisa apa yang kamu takutkan.. aku tidak sebodoh yang kamu bayangkan Rai...


karna aku lelah dengan keadaan di rumah


"Raisa,bagaimana kamu tidak tahu kalau Saudaramu pergi ke tempat budenya?" Raisa tergagap tidak menyangka Lupi bisa berkata demikian.


"Saya kemarin berangkatnya duluan Bu dari Lupi jadi saya tidak tahu"


Raisa melakukan pembelaan matanya menatap marah pada Lupi,yang di tatap pura pura tidak melihat,asyik dengan bukunya.


Ternyata otakmu lumayan bagus ya Lupi,pantesan kamu mendapat rangking di sekolah ini tapi sayangnya gengsi ku lebih tinggi bertanya denganmu soal materi


"benarkah itu lupi? bagaiman kalian bersaudara berangkat tidak bersama?" pertanyaan Bu Risma lagi lagi mencekik leher Raisa


Bahkan aku sanggup melakukan semua pekerjaan di rumah asal adikku mendapatkan kasih sayang seorang ibu yang tulus*.


Lupi tersenyum menanggapi pertanyaan dari Bu Risma,memikirkan saudara saja telah membuat mata Lupi berembun.


"Betul Bu... " suara Lupi nyaris tidak terdengar


"Jadi ini pelajaran buat kalian semua yang ada di sini,jika ada halangan yang mendadak sebaiknya langsung konfirmasikan dengan wali kelas,atau dengan ketua kelas"


Bu Risma mengedar pandangannya ke semua murid di kelas.


"Baik Bu...!" semuanya serentak

__ADS_1


"Baiklah sekarang ketua kelompok masing masing membacakan anggotanya,di mulai kelompok Alek !"


Alek berdiri membacakan nama nama anggotanya yang terdiri dari Alek sebagai ketua, sinta,Gino,Jordan,Raisa dan Lupi adalah anggotanya.


Lupi masih terdiam berpikir kenapa dirinya harus masuk kelompok Raisa dan Alek, ingin protes saja Lupi juga tahu ini pasti kerjaan Alek group.


Huh sudah berusaha keluar dari rumah, kenapa di sekolah mesti satu kelompok, padahal aku berharap bersama teman temanku seperti Jenita,weni juga Aldi.


"Lupi ..lupi .... " lagi lagi Alek memanggilnya Lupi menoleh ke arahnya, Raisa yang berada di depan Alek menatap Lupi tidak suka


Kenapa lagi coba Alek harus manggil aku terus,tidak kah kamu lihat Lek Raisa sangat membenciku,


Lupi kembali sibuk dengan aktivitasnya membaca buku.


Sementara di depan kelas Bu Risma serius menjelaskan bahan materi untuk tugas kelompok masing masing.


Dan untungnya kelompok Alek tidak terpilih memperagakan pementasan Romeo dan Juliet, mereka mendapatkan undian memperagakan Pangeran dan Ratu Tidur.


Lupi di tunjuk menjadi putri tidur,alasannya adalah dia punya rambut yang bergelombang indah persis seperti film animasi putri tidur.


Kecantikan Lupi mewarisi kecantikan Ibu kandungnya,punya rambut bergelombang alami,bulu mata lentik,hidung yang sempurna,alis matanya tebal.


Sedangkan Lusi kebanyakan mirip dengan ayahnya mempunyai rambut lurus dan tebal,bola matanya coklat.Hanya saja alisnya tebal seperti Lupi.


Hal itulah yang tidak di sukai oleh Raisa karena semua orang memuji kecantikan Lupi dan Lusi yang tidak sebanding dengan kecantikan dirinya.


Di tambah lagi didikan Hana yang membuat Raisa semakin tidak menyukai saudara tirinya ,


Padahal Mahendra tidak pernah membedakan putri kandung dan putri tirinya,semuanya dia perlakukan sama adil.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2