Derita Gadis Pewaris

Derita Gadis Pewaris
24


__ADS_3

Di sebuah kota A seorang pria berusia sekitar empat puluh tiga tahun duduk di kursi kebesarannya. Jemarinya dengan lincah menari di atas papan laptopnya.


"Permisi Tuan ! Berita saat ini Nona Muda tidak berada di rumah bersama dengan Nona kecil,mereka tinggal di sebuah rumah papan berukuran sangat kecil" Seorang pria sedang memberikan laporan terbarunya.


"Lanjutkan...." Pria hampir separuh baya Itu menyuruh anak buahnya melanjutkan ceritanya.


"Setiap hari Nona Muda berjualan kue,untuk meringankan beban seorang janda tempat mereka tinggal,sekarang Nona Muda sedang di dekati oleh teman sekolahnya Alek permana,putra dari Tuan Permana dan Nyonya Mutia " Laporannya pun selesai.


"Permana..... Pemilik perusahaan Buana Group, .... Baiklah .. silahkan keluar dan panggilkan Rio kemari "


Tok! tok! tok!


Pintu di ketuk,


"Masuk Rio,ada yang ingin aku sampaikan padamu " Pria bernama Rio masuk


"Ada apa tuan memanggil saya.... apakah ada tugas penting lagi tuan... ?" Rio bertanya dengan hati hati .


"Besok aku akan terbang ke kota B menghadiri rapat bersama di Kencana Group,tolong kamu siapkan semua keperluan saya termasuk silikon untuk wajah saya" Titahnya pada orang yang bernama Rio.


"Baik Tuan Ahen,akan saya siapkan semua" Rio membungkukkan badannya.


Tuan AHen menyandarkan punggungnya di kursi,tangannya di lipat menyangga belakang kepalanya.


"Tuan,sudah sebelas bulan Tuan bersembunyi di sini apakah besok tuan langsung menetap di kota B ?" Tanya Rio.


Ahen menarik napasnya dalam,


"Masih banyak yang harus aku lakukan di sini ,Rio... di saat waktu yang tepat,aku akan membuka topengku " Ahen kembali menegakkan kepalanya.


"Kabarkan pada pemegang perusahaan Kencana Group bahwa besok kita datang jam sepuluh" Titah Ahen pada Rio.


Rio mengambil ponselnya mencari nomor yang akan di hubungi.


[Halo pemegang perusahaan Kencana Group, Kami dari kota A akan datang besok jam sepuluh di kantor anda ]


Rio mengaktifkan speaker hpnya supaya Tuannya bisa mendengar percakapan mereka.


[Baiklah Tuan,kami akan menyiapkan yang terbaik untuk tamu spesial kami ]


Suara wanita sangat familiar di telinga Ahen .


[Baik nyonya hanya itu kabar yang bisa kami sampaikan]


Rio mengakhiri panggilan Ahen bangkit berjalan menuju kaca tebal anti peluru sebagai dinding ruangannya yang menghadap ke luar.

__ADS_1


Di tatapnya gedung bertingkat pencakar langit,memori otaknya kembali ketika berada di kapal pesiar di saat team mereka mengadakan merayakan kemenangan tender di tenga laut.


Mereka sepakat mengambil tema laut untuk mencari sensasi yang berbeda.


Pesta di awali dengan tepuk tangan yang meriah,semua orang mengucapkan selamat dengan pemilik sekaligus pemimpin perusahaan.


Selesai bersalam salaman mereka bebas memilih minuman apa yang mereka suka,semua yang hadir tertawa riang.


Tiba tiba kapal mereka mengalami guncangan hebat,semua berteriak berhamburan mengambil pelampung sebagai upaya penyelamatan diri.


Satu persatu mereka terjun ke laut


"Tuan! tuan! ayo kita loncat tuan! keadaan semakin darurat! sebentar lagi kapal ini akan tenggelam!" salah seorang berteriak.


Tidak ada pilihan lain badan kapal lebih dari separuh sudah tenggelam,


Byurr! mereka melompat bersama.


Duaarrrr! sebuah ledakan terjadi yang tidak tau dari mana asalnya .


Saat itu semua menjadi gelap,Team SAR datang dari laut dan udara semuanya di kerahkan. Semua karyawan biasa di nyatakan selamat,Sedangkan pemilik perusahaan di nyata hilang bersama seorang stafnya.


Kabar duka ini pun datang ke rumah korban seorang remaja putri dan adiknya berteriak histeris.


Di tengah laut seorang nelayan ikan melihat ada benda yang mengapung nelayan itu tidak menghiraukan,dia berpikir itu hanyalah sebuah benda yang hanyut dan terbawa arus air laut.


Nelayan memajukan perahunya ke arah lambaian tangan,


"Tolong kami pak,kami terdampar dari tenggelamnya kapal pesiar " Salah seorang berkata dengan nelayan.


Nelayan ikan memang ada mendengar suara ledakan dan kepulan asap dari kejauhan,tapi dia tidak menyangka kalau ledakan tersebut sebuah kecelakaan kapal pesiar.


Bersusah payah nelayan mengangkat badan seorang pria hampir separuh baya ke dalam perahunya,di bantu oleh seorang pemuda yang melambai meminta bantuan pada nelayan.


"Tuan, tuan Mahen, bangun tuan " Pemuda tersebut menggoyang badan pria yang tidak sadarkan diri.


Nelayan mengibarkan kain tinggi di ujung tiang sebagai tanda meminta bantuan.


Tidak lama rombongan nelayan lainnya datang dengan menggunakan speed boat dua pria tersebut segera di pindahkan untuk segera di larikan ke rumah sakit terdekat.


"Tuan,...Tuan sudah siuman ?" Pemuda yang setia menunggu tuannya hingga sadar.


"Kita ada di mana Jefri ?" Tanya pria tersebut pada jefri.


"Kita ada di rumah saki kota A tuan,dekat dengan kantor cabang yang baru kita menangkan," Jelas jefri.

__ADS_1


"Kita terdampar jauh di laut Tuan,ada seorang nelayan yang telah menyelamatkan kita," tambah jefri lagi.


"Bagaimana nasib karyawan kita yang lainnya jef, jika ada yang meninggal kamu urus semua asuransi mereka"


"Mereka semua dalam keadaan selamat Tuan,dan kita berdua di nyatakan hilang di tengah lautan," Jefri menyalakan televisi yang ada di ruangan pasien kelas VVIP.


"Beranda berita hari ini,


Telah tenggelam sebuah kapal pesiar di lautan X yang di gunakan oleh pemilik perusahaan PT Kencana Group mengadakan pertemuan, Pemilik PT berinisial M di nyatakan hilang di lautan bersama dengan stafnya berinisial JP, sampai saat ini tim SAR belum bisa menemukan kedua orang tersebut, Demikian topik berita hari ini .


Jefri mematikan TV,kembali duduk di dekat tuannya,


"Kamu harus kembali Jef,Kencana Group membutuhkanmu saat ini,terlebih lagi putriku Lupi Dan Lusi" Mahendra terdiam sesaat.


"Tapi sebelumnya kamu cari nelayan yang telah menolong kita,bawalah dia ke sini," Mahendra melanjutkan ucapannya.


"Baik Tuan,lalu bagaimana dengan Tuan jika saya kembali ke kota B ?" Jefri masih menghawatirkan Mahendra.


"Kamu urus dulu semua keperluanku di sini,setelah itu kamu meminta bantuan warga di sini mengantarkan mu ke seberang lautan, buatlah skenario jika kamu tersangkut di sebuah dahan kayu, " Mahendra menarik napasnya.


"Dan katakan pada Hana jika kita terpisah oleh ombak lautan,kamu juga pergi ke kantor asuransi, buatlah sebuah asuransi jiwa palsu dengan menggunakan uang perusahaan kita" Mahendra masih melanjutkan ucapannya.


"Aku akan bersembunyi di sini untuk sementara waktu,kamu awasi semua gerak gerik Hana,yang terutama kamu harus mengawasi kedua putriku,karena setelah ini mereka akan mengalami hidup yang susah "Mahendra memejamkan matanya,memijit pelipisnya perlahan.


"Tuan, apakah anda baik baik saja,saya akan panggilkan Dokter " Jefri batal memencet tombol bel darurat,Mahendra memberinya kode dengan telunjuk yang di gerakkan.


Mahendra sudah sejak lama mengetahui gelagat istri keduanya Hana yang sering melakukan kekerasan dengan kedua putrinya,terlebih lagi dengan putri bungsunya Lusi.


Pada saat itu Mahendra curiga melihat ada tanda lebam di lengan atas Lusi,dengan bantuan Jefri dan tukang kebun Pak Salim Mahendra memasang CCTV di setiap sudut ruangan.


Mahendra menyambungkan langsung ke laptopnya CCTV tersebut,Terlihat Hana sedang mencubit lengan Lusi berulang ulang kali,Lusi menangis Hana terus saja mencubitnya,bahkan sampai menarik rambut Lusi.


Mahendra juga melihat Lupi yang di perlakukan seperti seorang pembantu di rumahnya sendiri,pada saat itu Mahendra berbalik lagi ke rumah karna ada yang tertinggal.


"Lupi kamu tidak sekolah ?" Mahendra menyapa Lupi yang sedang menyapu dan mengepel lantai.


"Eh.... Ayahnya anak anak..... tidak jadi kerja Mas? Duh Lupi.... kenapa masih nyapu sih... tadi mama sudah bilang jangan nyapu,akhirnya kamu terlambat kan pergi sekolah,...." Hana berpura pura menyapu lantai.


"Ada dokumen yang tertinggal Ma,Kamu hebat sayang... bisa membuat anak anakku menjadi penurut " Sindir Mahendra.


"Anakmu anakku juga Mas, tidak ada yang berbeda" Ucap Hana bersandiwara.


"Lupi,kamu ke sekolah sama ayah tidak ?" Tanya Mahendra.


"Lupi pake motor saja Yah, " Lupi tertunduk.

__ADS_1


"Ya sudah,hati hati di jalan ya...." Mahendra menggosok kepala Lupi perlahan.


__ADS_2